GAIKINDO meminta pemerintah memberi stimulus yang berlaku lebih merata untuk semua jenis kendaraan, termasuk mobil bensin, hybrid, dan kendaraan listrik murni. Asosiasi ini menilai kebijakan yang inklusif penting agar persaingan investasi otomotif di Indonesia tetap sehat dan tidak berat sebelah.
Ketua Harian GAIKINDO Anton Kumonty menegaskan bahwa arah kebijakan akan sangat memengaruhi iklim kompetisi di antara para investor otomotif. Karena itu, dukungan yang setara dinilai dibutuhkan untuk menjaga stabilitas pasar sekaligus memperkuat ekosistem industri dalam jangka panjang.
Usulan Stimulus Untuk Semua Teknologi
GAIKINDO secara resmi mengusulkan kepada Kementerian Perindustrian agar insentif tidak hanya diarahkan pada satu teknologi tertentu. Asosiasi ini meminta kebijakan yang mencakup kendaraan bermesin pembakaran internal atau ICE, hybrid, dan battery electric vehicle atau BEV.
Tujuan utama usulan tersebut adalah menciptakan ekosistem industri yang sehat, kompetitif, dan berkelanjutan. Dengan pendekatan yang lebih seimbang, setiap pelaku usaha dinilai memiliki ruang yang sama untuk tumbuh di pasar domestik.
Jongkie Sugiarto, Ketua Bidang Pengembangan Pasar GAIKINDO, menilai dinamika ini juga menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan pasar nasional. Ia menyebut perusahaan otomotif dari Tiongkok yang mulai berinvestasi di Indonesia juga menginginkan dukungan yang setara untuk menjalankan rencana jangka panjang.
Persaingan Investor Kian Terbuka
Dalam beberapa tahun terakhir, persaingan investasi otomotif di Indonesia semakin terbuka. Pabrikan Jepang telah lebih dulu membangun ekosistem jangka panjang, termasuk melalui pemanfaatan infrastruktur seperti pelabuhan Patimban dan proving ground Bekasi.
Di saat yang sama, produsen asal Tiongkok mulai bergerak lebih agresif di pasar Indonesia. Kehadiran mereka menambah dimensi baru dalam persaingan, bukan hanya pada penjualan, tetapi juga pada perebutan dukungan kebijakan dan pembangunan basis produksi.
GAIKINDO memandang stimulus yang berlaku untuk semua tipe kendaraan dapat membantu menjaga iklim kompetisi tetap sehat. Kebijakan yang netral antar teknologi dianggap lebih mampu menampung kebutuhan investor dengan model bisnis yang berbeda-beda.
Dukungan Pemerintah Dinilai Sudah Terasa
GAIKINDO mengapresiasi langkah pemerintah yang selama ini dinilai konsisten mendukung industri otomotif nasional. Dukungan itu hadir melalui fasilitas investasi, insentif fiskal, dan forum dialog rutin dengan pelaku industri.
Anton menyebut komunikasi terbuka antara pemerintah dan pelaku usaha menjadi kunci penting bagi keberlangsungan industri. Pola tersebut dinilai memberi kepastian bagi investor yang sudah menanamkan modal di Indonesia.
GAIKINDO juga mencatat berbagai kebijakan pemerintah telah membantu industri melewati tantangan global. Dukungan itu disebut berperan sejak sektor otomotif menghadapi tekanan pada masa pandemi hingga masa transisi teknologi.
Data GAIKINDO menunjukkan fasilitas User Specific Duty-Free Scheme atau USDFS telah dimanfaatkan oleh 57 perusahaan otomotif. Nilainya disebut mencapai 800 miliar dolar AS.
Selain itu, kebijakan PPN Ditanggung Pemerintah atau PPN DTP dinilai efektif menjaga daya beli masyarakat. Kebijakan ini disebut membantu merek-merek besar seperti Toyota, Honda, Mitsubishi, hingga Isuzu.
Rangkaian dukungan tersebut menunjukkan bahwa intervensi kebijakan masih memegang peran penting dalam menjaga pasar domestik. Di tengah tantangan global dan perubahan teknologi, stabilitas permintaan serta kepastian investasi sama-sama menentukan arah industri.
Anton menegaskan GAIKINDO akan terus mendukung ekosistem industri otomotif yang sehat, kompetitif, dan berkelanjutan. Fokus itu akan dijalankan melalui kolaborasi yang erat antara pemerintah, pelaku industri, dan seluruh pemangku kepentingan.
Bagi industri, pembahasan soal insentif kini bukan lagi sekadar mendorong penjualan jangka pendek. Isu ini sudah bergeser menjadi bagian dari strategi besar untuk memastikan Indonesia tetap menarik bagi investasi otomotif, baik untuk mobil bensin, hybrid, maupun kendaraan listrik murni.
Source: www.suara.com






