Galaxy Book Siap Pindah Ke Android, Samsung Makin Dekatkan Laptop Dan Ponsel

Samsung disebut sedang menyiapkan Galaxy Book dengan pendekatan yang berbeda dari lini sebelumnya. Alih-alih tetap bertumpu pada Windows, laptop ini dikabarkan akan menjalankan Android dan terhubung lebih erat dengan ekosistem Galaxy.

Arah tersebut menarik karena Samsung tidak hanya mengubah sistem operasi. Perusahaan juga tampak ingin menyamakan pengalaman perangkat dari ponsel, tablet, jam tangan pintar, televisi, hingga laptop dalam satu lapisan perangkat lunak yang lebih seragam.

Android dan One UI masuk ke kelas laptop

Menurut laporan SamMobile, Galaxy Book yang sedang dikembangkan itu akan memakai One UI 9 berbasis Android 17. Jika benar terwujud, laptop ini akan menjadi kategori baru di dalam keluarga perangkat Samsung yang selama ini sudah akrab dengan One UI.

Selama ini One UI hadir di banyak perangkat Samsung, tetapi belum di laptop. Kehadiran di Galaxy Book akan membuat pengalaman antarmuka Samsung meluas ke ranah komputer portabel, bukan hanya perangkat mobile dan layar besar.

Di sisi dasar sistem, platform yang disebut akan digunakan adalah Aluminium OS dari Google. Sistem ini dikabarkan merupakan versi Android berbasis ChromeOS yang dirancang untuk laptop dan PC.

Bukan sekadar ganti sistem operasi

Langkah ini tidak hanya soal memindahkan Android ke layar yang lebih besar. Samsung juga disebut menyiapkan versi Samsung DeX yang lebih baik agar mode produktivitas desktop itu bisa menyatu lebih mulus dengan DeX di Galaxy phone dan tablet.

Selain itu, dukungan Galaxy AI juga diperkirakan hadir pada perangkat ini. Kombinasi tersebut membuat laptop Android Samsung berpotensi terasa lebih terhubung dengan lini Galaxy lain yang sudah lebih dulu memakai fitur-fitur itu.

Bagi Samsung, pendekatan seperti ini penting karena perusahaan memang kuat di berbagai kategori perangkat. Dengan laptop yang mengikuti bahasa perangkat lunak yang sama, transisi dari ponsel ke komputer bisa terasa lebih konsisten bagi pengguna.

Tiga kelas produk sedang disiapkan

Laporan yang sama menyebut Samsung sedang mengembangkan tiga tier Galaxy Book berbasis Android. Kelas yang disiapkan mencakup low-end, mid-range, dan flagship.

Model flagship dikabarkan akan hadir dengan desain yang sangat ramping. Ini menunjukkan Samsung tidak hanya menargetkan pasar laptop yang lebih terjangkau, tetapi juga ingin masuk ke segmen premium yang selama ini sangat kompetitif.

Pendekatan tiga level ini juga menandakan bahwa Samsung tidak ingin menjadikan laptop Android sebagai eksperimen tunggal. Jika portofolionya benar-benar berjalan, lini ini bisa berkembang menjadi jajaran produk yang lebih lengkap.

Masih sejalan dengan arah lama Samsung

Rencana ini sebenarnya tidak muncul dari ruang kosong. Samsung sebelumnya sudah menjual Galaxy Chromebook, sehingga langkah menuju laptop berbasis Android masih tampak sejalan dengan strategi ekosistem yang telah dibangun.

Di saat yang sama, Samsung juga masih mengandalkan Windows untuk lini Galaxy Book saat ini. Galaxy Book 6 series bahkan disebut bersaing cukup dekat dengan MacBook Air dari sisi harga.

Ada pula Galaxy Book 6 Edge yang sempat bocor dengan Snapdragon X2 Elite dari Qualcomm dan spesifikasi premium. Namun perangkat itu belum benar-benar tampil sebagai penantang MacBook yang sangat agresif seperti yang diharapkan sebagian pengamat.

Jadwalnya belum pasti, tetapi arahnya mulai terlihat

Soal waktu peluncuran, Samsung belum memberi kepastian resmi. Namun Google diperkirakan akan memperkenalkan Android 17 dan versi baru ChromeOS di Google I/O pada Mei 2026.

Karena itu, Galaxy Book berbasis One UI berpeluang hadir sebelum akhir tahun ini. Meski begitu, kabar ini masih berada pada tahap awal, sehingga posisinya tetap perlu dibaca sebagai pengembangan yang kredibel tetapi belum final.

Jika Samsung benar-benar membawa One UI ke laptop, perusahaan berpeluang menawarkan pengalaman yang lebih terpadu antara ponsel, tablet, dan laptop. Di pasar komputer portabel yang makin padat, kekuatan ekosistem seperti ini bisa menjadi pembeda yang paling mudah dirasakan pengguna.

Berita Terkait