Galaxy S26 justru mencatat laju penjualan yang kuat ketika pasar smartphone global diperkirakan melemah tajam. Di Korea Selatan, Samsung disebut berhasil menjual 3 juta unit Galaxy S26 hanya dalam 117 hari, capaian yang menjadikannya lini Galaxy S dengan penjualan tercepat di negara asal perusahaan itu.
Kontras ini menarik perhatian karena industri smartphone pada 2026 diproyeksikan menghadapi tekanan besar. Counterpoint dalam laporan Juni 2026 memperkirakan pengapalan smartphone global hanya mencapai 1,08 miliar unit, turun 13,9 persen dibanding tahun sebelumnya.
Tekanan Biaya Komponen Membebani Pasar
Salah satu faktor utama pelemahan pasar adalah kenaikan kebutuhan chip memori untuk pengembangan kecerdasan buatan. Situasi itu membuat pasokan makin ketat, sementara harga komponen ikut terkerek naik dan berpotensi menekan daya beli konsumen.
Counterpoint menyebut proyeksi tersebut bisa menjadi yang terendah sejak 2013 jika benar terjadi. Penurunan itu juga menunjukkan pelemahan pasar yang lebih besar dibanding perkiraan sebelumnya, sehingga segmentasi produk diperkirakan ikut terdampak berbeda.
| Indikator | Data | Keterangan |
|---|---|---|
| Pengapalan global 2026 | 1,08 miliar unit | Diperkirakan turun 13,9 persen |
| Posisi proyeksi | Terendah sejak 2013 | Jika perkiraan Counterpoint terjadi |
| Tekanan utama | Biaya komponen dan ekonomi global | Dipicu juga oleh ketidakpastian geopolitik |
Segmen Premium Masih Punya Ruang Tumbuh
Di tengah kondisi pasar yang melemah, Samsung justru mendapat dorongan dari segmen premium lewat Galaxy S26 Ultra. Sekitar 70 persen pemesanan awal disebut datang dari varian tersebut, menandakan minat konsumen masih terkonsentrasi pada model paling mahal.
Laporan EInfoMax yang dirujuk techno.viva.co.id menyebut penjualan Galaxy S26 di Amerika Serikat juga sangat kuat. Ini memperlihatkan bahwa daya tarik perangkat premium masih bertahan, meski pasar keseluruhan sedang menghadapi tekanan biaya dan ketidakpastian ekonomi.
Samsung juga mencatat perbedaan yang jelas dibanding generasi sebelumnya. Galaxy S25 membutuhkan sekitar 6 bulan untuk mencapai 3 juta unit, sedangkan Galaxy S26 menembus angka yang sama hanya dalam 117 hari.
| Model | Capaian | Catatan |
|---|---|---|
| Galaxy S26 | 3 juta unit dalam 117 hari | Penjualan tercepat untuk lini Galaxy S di Korea Selatan |
| Galaxy S25 | 3 juta unit dalam sekitar 6 bulan | Lebih lambat dibanding Galaxy S26 |
| Galaxy S26 Ultra | 70 persen pemesanan awal | Kontributor terbesar penjualan awal |
AI dan Privasi Menjadi Nilai Jual
Analis menilai keberhasilan Galaxy S26 tidak hanya ditopang nama besar Samsung. Perangkat ini diposisikan sebagai generasi ketiga smartphone Galaxy AI dengan pengalaman yang lebih matang dan terarah.
Salah satu pembaruan penting adalah semakin banyak fitur AI yang diproses langsung di perangkat atau on-device AI. Pendekatan ini membuat respons lebih cepat dan mengurangi ketergantungan pada koneksi internet ketika fitur AI digunakan.
Samsung juga menambahkan fitur Privacy Display yang ikut memperkuat pembeda produk. Di pasar flagship yang makin padat, kombinasi AI dan privasi membuat Galaxy S26 memiliki nilai jual yang terasa berbeda bagi pembeli kelas atas.
Para analis menilai Samsung masih menjaga harga Galaxy S26 tetap kompetitif jika dibandingkan dengan nilai teknologi yang ditawarkan. Hal itu penting karena konsumen flagship umumnya melihat pengalaman jangka panjang, bukan sekadar spesifikasi mentah.
Entry-Level Paling Rentan Tertekan
Laporan Counterpoint memperkirakan tekanan terbesar justru akan dirasakan smartphone kelas entry-level. Segmen ini bergantung pada volume besar dengan margin keuntungan tipis, sehingga lebih mudah terpukul ketika biaya komponen naik.
Berbeda dengan itu, perangkat flagship punya ruang lebih besar untuk menyerap kenaikan biaya produksi. Produk di kelas ini umumnya menjual inovasi, pengalaman premium, dan ekosistem, bukan hanya harga rendah.
Kondisi tersebut menjelaskan mengapa Samsung dan Apple masih bisa menjaga permintaan pada perangkat kelas atas ketika pasar smartphone keseluruhan melemah. Meski demikian, performa Galaxy S26 tetap akan dipantau hingga akhir tahun untuk melihat apakah tren kuat ini bisa terus bertahan.







