Galaxy S26 Ultra Bikin Video Konser Lebih Sinematis, LOG Kini Mudah Dipantau Langsung

Author: Redaksi Android62

Galaxy S26 Ultra membawa cara baru untuk membuat fancam konser terlihat lebih hidup tanpa proses penyuntingan yang rumit. Lewat Galaxy LOG yang kini dipadukan dengan lima preset warna bawaan dan tampilan pratilik langsung, hasil rekaman bisa dipantau dengan karakter visual yang lebih jelas sejak tombol rekam ditekan.

Perubahan ini terasa penting bagi pengguna yang sering merekam konser dengan ponsel. Video yang biasanya hanya berfungsi sebagai dokumentasi kini bisa tampil lebih sinematis, terutama saat momen panggung dipenuhi cahaya belakang, laser, dan siluet personel band.

Samsung sebenarnya bukan memperkenalkan LOG untuk pertama kali di Galaxy S26 Ultra. Fitur ini sudah hadir sejak Galaxy S25 series, tetapi pada generasi sebelumnya tampilannya dinilai masih kurang bersahabat untuk pengguna umum karena hasil rekamannya cenderung abu-abu dan datar.

Tampilan datar seperti itu memang punya fungsi teknis. Profil warna LOG mampu menangkap rentang dinamis yang lebih luas dibanding video biasa, sehingga hasilnya lebih fleksibel untuk proses penyesuaian warna dan sejak lama dipakai videografer profesional.

Masalahnya, hasil yang tampak datar sering membuat pengguna sulit menilai kondisi gambar saat perekaman berlangsung. Cahaya yang terlalu gelap, bagian yang terlalu terang, atau keseimbangan warna yang belum pas tidak selalu mudah terbaca langsung dari layar.

Di Galaxy S26 Ultra, hambatan itu dipangkas lewat sistem LUT atau Look-Up Table yang tersedia langsung di perangkat. Pengguna tidak perlu menunggu hasil akhir untuk melihat arah warnanya karena tampilan visual bisa dipantau secara real-time selama merekam.

Preset warna untuk hasil yang lebih terarah

Samsung menyiapkan lima preset warna bawaan untuk video LOG di Galaxy S26 Ultra. Setiap preset membawa karakter berbeda sehingga pengguna bisa menyesuaikan suasana video tanpa harus memulai dari tampilan yang benar-benar kosong.

Preset Standard berfungsi sebagai koreksi warna dasar. Hasilnya bersih, natural, dan seimbang sehingga cocok dipakai sebagai titik awal untuk penyesuaian lebih lanjut.

Preset Blockbuster memberi kontras tegas dengan karakter warna oranye dan teal. Tampilan ini mengarah ke nuansa film aksi yang lebih dramatis dan terasa kuat untuk adegan panggung yang penuh sorot cahaya.

Preset Coming of Age menghadirkan warna pastel yang lembut. Kontrasnya juga dibuat lebih halus sehingga memberi kesan ringan, hangat, dan nostalgik.

Preset Romance dibuat untuk melembutkan kontras sekaligus menyeimbangkan highlight. Tone yang muncul terasa hangat dengan gradasi warna yang lebih halus.

Preset Thriller menurunkan saturasi warna dan menaikkan kontras. Hasilnya lebih gelap, intens, dan dramatis, tetapi bayangan tetap terlihat halus.

Terlihat lebih dramatis saat dipakai merekam konser

Pengalaman paling menarik dari fitur ini muncul saat merekam konser One Ok Rock Detox in Asia di Jakarta. Beberapa momen direkam menggunakan mode LOG lalu dipadukan dengan preset warna bawaan, dan hasilnya membuat fancam yang biasanya biasa saja berubah menjadi lebih seperti potongan film konser.

Kondisi panggung konser memang cocok untuk pendekatan seperti ini. Backlight yang kuat, laser agresif, serta permainan siluet membuat warna dan kontras dari LOG terlihat lebih menonjol ketika dipadukan dengan preset yang tepat.

Dalam pengujian di konser tersebut, dua preset yang paling mencuri perhatian adalah Blockbuster dan Thriller. Blockbuster memberi kontras yang tegas dengan nuansa warna khas film aksi, sedangkan Thriller membuat pencahayaan konser terasa lebih emosional dan cinematic.

Alur kerja yang lebih sederhana dari perekaman sampai pengolahan

Fitur ini tersedia langsung di aplikasi kamera bawaan Samsung. Pengguna cukup membuka aplikasi Kamera, masuk ke menu Pro Video, lalu menyalakan opsi LOG di sisi kanan atas layar.

Setelah itu, menu LUT bisa dibuka untuk memilih preset warna yang diinginkan. Proses perekaman tetap berjalan seperti biasa, sambil tetap memberi ruang untuk mengatur lensa, ISO, dan shutter speed sesuai kebutuhan.

Samsung juga menambahkan kemudahan lain lewat aplikasi Galeri bawaan. Video LOG yang sudah direkam masih bisa diubah tone warnanya kapan saja tanpa perlu dipindahkan ke aplikasi penyuntingan profesional.

Di sana, pengguna dapat menyesuaikan brightness, contrast, shadow, temperature, dan parameter lain melalui alat penyuntingan bawaan. Setelah hasilnya dianggap pas, file bisa disimpan lewat opsi save as copy agar versi warna final tetap tersimpan terpisah.

Dukungan penyimpanan untuk perekaman lebih panjang

Galaxy S26 Ultra juga mendukung perekaman video langsung ke SSD eksternal. Opsi ini bisa diaktifkan dari mode video, lalu masuk ke Settings dan menyalakan pilihan “Save to external storage”.

Dukungan ini membuat alur perekaman terasa lebih dekat dengan kamera profesional. Bagi pengguna yang merekam video dalam jumlah besar, penyimpanan eksternal membantu menjaga ruang internal tetap lega selama proses produksi.

Kombinasi Galaxy LOG, LUT sinematik, pratilik warna real-time, dan dukungan Nightography menunjukkan arah yang jelas pada Galaxy S26 Ultra. Samsung tampak berusaha membuat fitur teknis seperti LOG lebih mudah dipakai oleh pengguna umum, terutama untuk merekam momen konser agar hasilnya tidak lagi sekadar terdokumentasi.

Source: tekno.kompas.com
Berita Terbaru