Galaxy Watch 9 Classic Muncul Lagi, Baterai Lebih Besar Tapi Isi Daya Masih 10W

Galaxy Watch 9 Classic kembali menarik perhatian setelah namanya muncul di kode Wear OS milik Google. Kemunculan ini memperkuat dugaan bahwa Samsung sedang menyiapkan kembalinya varian Classic, meski jadwal peluncurannya belum mendapat konfirmasi resmi.

Yang membuatnya menonjol bukan hanya soal nama, tetapi juga posisi produk di lini jam tangan pintar Samsung. Varian Classic selama ini punya basis penggemar sendiri karena menawarkan desain yang lebih tradisional dengan bezel fisik berputar, berbeda dari model standar yang lebih modern.

Desain premium dengan dua ukuran layar

Jika benar meluncur, Galaxy Watch 9 Classic diperkirakan hadir dalam dua ukuran, yakni 43 mm dan 47 mm. Bocoran yang beredar menyebut model 43 mm memakai layar Super AMOLED 1,34 inci beresolusi 438 x 438 piksel, sedangkan versi 47 mm membawa panel 1,47 inci dengan resolusi 480 x 480 piksel.

Keduanya dikabarkan memakai kaca Sapphire Crystal dan tingkat kecerahan puncak hingga 3.000 nits. Kombinasi ini menunjukkan Samsung tetap menempatkan varian Classic sebagai model premium yang mengutamakan tampilan dan ketahanan pakai.

Bodi stainless steel premium dan bezel berputar juga disebut tetap menjadi identitas utamanya. Dua elemen itu selama ini menjadi pembeda paling kuat dari lini Classic dibandingkan model Galaxy Watch lainnya.

Performa, konektivitas, dan sistem operasi

Di sektor dapur pacu, Galaxy Watch 9 Classic dirumorkan memakai Exynos W1000 3 nm dengan RAM 2 GB dan penyimpanan internal 32 GB. Jam tangan ini juga diperkirakan menjalankan Wear OS 7 dengan One UI Watch 9.

Untuk konektivitas, bocoran mengarah ke dukungan Bluetooth 5.3, dual-band GPS, Wi‑Fi, NFC, dan opsi 4G LTE berbasis eSIM. Susunan ini menempatkan perangkat tersebut sebagai smartwatch kelas atas yang tetap lengkap untuk penggunaan harian maupun aktivitas luar ruang.

Fitur kesehatan dan AI yang lebih agresif

Salah satu sorotan terbesar pada keluarga Galaxy Watch 9 adalah fitur “raise to talk”. Fitur ini memungkinkan asisten suara aktif cukup dengan mengangkat pergelangan tangan, tanpa perlu mengucapkan wake phrase.

Samsung juga disebut menyiapkan aplikasi kesehatan baru berbasis AI dengan antarmuka yang didesain ulang. Aplikasi itu dikabarkan membagi data ke lima kategori utama, mulai dari pemantauan tanda vital, skor kesehatan jantung, beban kardio harian, indeks kebugaran, hingga wawasan yang lebih personal.

Pemantauan tanda vital disebut mencakup detak jantung, laju pernapasan, dan kadar oksigen darah secara real-time. Sementara skor kesehatan jantung akan menggabungkan data tidur, stres, aktivitas fisik, dan komposisi tubuh agar hasil yang ditampilkan lebih menyeluruh.

Untuk kebugaran, sistem disebut mampu mengukur tekanan kardiovaskular harian dan menetapkan target aktivitas yang disesuaikan. Indeks kebugaran juga dirancang untuk membandingkan metrik pengguna dengan orang lain yang serupa, sehingga hasilnya lebih kontekstual.

Di sisi sensor, Galaxy Watch 9 Classic dirumorkan membawa sensor Samsung 3-in-1 BioActive. Fitur yang disebut tersedia meliputi ECG, tekanan darah, detak jantung, BIA body composition, dan pelacakan suhu kulit berbasis inframerah.

Bocoran lain juga menyebut adanya Galaxy AI health coaching di perangkat serta penerjemahan suara real-time melalui NPU yang diperbarui. Jika benar hadir, keduanya bisa menjadi pembeda penting bagi pengalaman wearable Samsung berikutnya.

Baterai naik, tetapi pengisian belum ikut berubah

Peningkatan baterai menjadi salah satu catatan paling penting pada bocoran Galaxy Watch 9 Classic. Model 43 mm disebut membawa baterai sekitar 300 mAh, sedangkan versi 47 mm diperkirakan berada di kisaran 435 mAh hingga 445 mAh.

Daya tahan baterai pada varian Classic disebut dapat mencapai sekitar 30 hingga 40 jam dengan Always-On Display aktif. Angka itu menjadi nilai tambah bagi pengguna yang mengandalkan jam tangan untuk pemantauan kesehatan dan aktivitas sepanjang hari.

Namun ada satu catatan yang tidak kalah penting. Kecepatan pengisian daya disebut tetap mentok di 10W wireless, sesuai listing regulasi 3C, meski kapasitas baterai membesar.

Artinya, waktu isi ulang tidak banyak berubah dan bisa terasa lebih lama pada baterai yang lebih besar. Bagi pengguna yang mengutamakan pengisian cepat, aspek ini berpotensi menjadi titik lemah di tengah banyaknya peningkatan lain.

Di luar itu, perangkat ini juga dirumorkan membawa ketahanan 5ATM, IP68, dan sertifikasi MIL-STD-810H. Karena nama Galaxy Watch 9 Classic sudah muncul di software, wajar bila varian ini kini menjadi salah satu model Samsung yang paling dinanti, meski detail peluncurannya masih belum jelas.

Source: www.geeky-gadgets.com

Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow UsGoogle NewsFlipboard
Berita Terkait
Berita Terbaru
Populer