Galaxy Watch Ultra 2 Siap Putus Kebiasaan Cas Tiap Malam, Baterai Naik 37 Persen

Samsung Galaxy Watch Ultra 2 langsung mencuri perhatian lewat baterainya yang jauh lebih besar. Kapasitas 784 mAh yang dipasarkan sebagai 800 mAh membuat jam pintar ini naik 37% dibanding Galaxy Watch Ultra generasi awal, yang hanya membawa 590 mAh.

Kenaikan itu menyentuh masalah yang paling sering dikeluhkan pengguna smartwatch, yakni kebiasaan mengisi daya setiap hari. Dengan baterai yang lebih besar, Galaxy Watch Ultra 2 disebut bisa memberi ruang penggunaan yang lebih longgar untuk pemantauan kesehatan, pelacakan kebugaran, dan aktivitas harian tanpa terlalu sering mencari pengisi daya.

Daya tahan yang jadi pembeda

Dalam pemakaian tipikal, Galaxy Watch Ultra 2 diklaim mampu bertahan sekitar 3,5 hari. Angka itu lebih panjang dibanding pendahulunya yang disebut hanya sanggup mencapai 2,5 hari.

Pada skenario penggunaan normal, baterai 784 mAh itu bahkan diperkirakan bisa menyentuh 4 hari penuh. Jika proyeksi tersebut terwujud, perangkat ini berpotensi mengubah kebiasaan pakai smartwatch yang selama ini terasa seperti aksesori yang harus rutin diisi setiap malam.

Perubahan semacam itu juga penting di kelas premium. Jam pintar kelas atas biasanya dipakai untuk banyak fungsi sekaligus, sehingga kapasitas baterai yang lebih lega akan sangat membantu saat perangkat terus aktif mengumpulkan data kesehatan dan aktivitas.

Chip baru ikut berperan

Peningkatan pada Galaxy Watch Ultra 2 tidak berhenti di baterai. Samsung disebut meninggalkan prosesor Exynos dan beralih ke Qualcomm Snapdragon Wear Elite untuk pertama kalinya di lini Galaxy Watch.

Peralihan ini diklaim membawa lonjakan performa 48%. Efeknya mencakup respons yang lebih cepat, operasi yang lebih mulus, serta kemampuan GPU dan NPU yang lebih baik untuk tugas grafis dan fitur berbasis AI.

Pada spesifikasi yang beredar, platform baru ini juga disebut membawa NPU khusus untuk AI on-device dengan latensi yang sangat rendah. Kombinasi chip yang lebih efisien dan baterai yang lebih besar membuat perangkat ini terlihat lebih siap menangani beban kerja berat tanpa mengorbankan kenyamanan penggunaan.

Pilihan konektivitas lebih beragam

Samsung juga disebut menyiapkan opsi konektivitas yang lebih luas untuk model ini. Galaxy Watch Ultra 2 akan hadir dalam versi seluler dan versi Bluetooth/Wi-Fi-only, meski ketersediaannya berbeda menurut wilayah.

Di Amerika Serikat dan Korea Selatan, model yang tersedia disebut hanya versi seluler 5G. Sementara itu di Eropa dan wilayah lain, Samsung disebut menyiapkan pilihan versi seluler dan Bluetooth/Wi-Fi, dengan model seluler memakai 4G, bukan 5G.

Strategi itu memberi opsi yang lebih fleksibel bagi pengguna. Mereka yang ingin perangkat lebih mandiri bisa memilih versi seluler, sedangkan yang mencari harga lebih terjangkau dapat mempertimbangkan varian Bluetooth/Wi-Fi.

Salah satu detail paling menarik dari bocoran spesifikasi adalah dukungan satelit NB-NTN. Fitur ini disebut memungkinkan pesan SOS, ping darurat, dan komunikasi dasar saat perangkat berada di luar jangkauan menara seluler.

Tetap tangguh dengan desain premium

Di sisi tampilan, Galaxy Watch Ultra 2 disebut tetap mempertahankan pendekatan yang tangguh dan rapi. Samsung juga dilaporkan belum membawa rotating bezel, karena fitur itu kini menjadi pembeda untuk lini Classic.

Perangkat ini dirumorkan memakai layar 1,5 inci Super AMOLED dengan resolusi 480×480 piksel dan kerapatan sekitar 453 PPI. Panelnya juga disebut dilindungi Sapphire Crystal anti-reflektif premium, dengan tingkat kecerahan puncak hingga 3.000 nits.

Untuk bodi, jam ini disebut menggunakan casing 47 mm berbahan Grade 5 Titanium. Dukungan ketahanan MIL-STD-810H, IP68, dan tahan air 10 ATM ikut menegaskan posisinya sebagai perangkat yang ditujukan untuk penggunaan berat.

Sensor kesehatan dan perangkat lunak baru

Di bagian memori, Galaxy Watch Ultra 2 disebut membawa RAM 2 GB dan penyimpanan internal 64 GB. Kapasitas ini memberi ruang lebih lapang untuk aplikasi, data, dan konten di perangkat wearable kelas atas.

Samsung juga dikabarkan menyiapkan sensor BioActive yang ditingkatkan. Paket fiturnya disebut mencakup ECG, tekanan darah, detak jantung, SpO2, suhu kulit, serta pelacak Antioxidant Index yang lebih baik.

Ada pula rumor soal pemantauan glukosa non-invasif. Fitur ini masih berada di tahap bocoran dan belum bisa dipastikan, tetapi tetap menjadi salah satu arah besar yang ikut melekat pada pembahasan perangkat ini.

Untuk perangkat lunak, Galaxy Watch Ultra 2 dikaitkan dengan Wear OS 6 dan One UI 8.5 Watch. Kombinasi ini disebut akan menjadi fondasi pengalaman baru yang menggabungkan efisiensi, AI, dan integrasi yang lebih rapi dengan ekosistem Samsung.

Peluncurannya disebut akan berlangsung bersamaan dengan lini ponsel lipat terbaru Samsung di acara Unpacked pada 22 Juli 2026. Jika semua peningkatan itu benar hadir, daya tahan baterai yang jauh lebih besar bisa menjadi alasan utama mengapa kebiasaan cas harian mulai terasa tidak lagi wajib.

Source: www.geeky-gadgets.com

Berita Terkait