Ketebalan Galaxy Z Wide Fold justru menjadi daya tarik paling besar dari bocoran terbaru. Saat perangkat ini dilipat, bodinya disebut hanya 9,8 mm, angka yang membuatnya terlihat sangat ramping untuk sebuah ponsel lipat dengan format layar lebar.
Bocoran itu muncul lewat video hands-on yang menampilkan dummy Galaxy Z Wide Fold dengan tampilan yang jauh lebih realistis. Dari sana, arah desain perangkat ini terlihat lebih jelas, terutama karena bodinya dibuat lebih kompak dibanding Fold biasa.
Saat dibuka, fokus utamanya tidak bergeser dari kesan tipis. Perangkat ini diklaim hanya 4,3 mm pada titik paling tipis, meski pengukuran tersebut tidak menghitung tonjolan kamera.
Ukuran itu membuatnya bahkan lebih tipis daripada Galaxy S25 Edge yang memiliki ketebalan 5,8 mm. Karena itu, tidak heran bila desain ini disebut mendapat respons sangat positif dari pengujian internal Samsung.
Yang menarik, Samsung tampaknya tidak hanya mengejar layar besar. Perusahaan juga menaruh perhatian pada kenyamanan saat digenggam, sehingga bentuknya tetap terasa ringkas ketika dilipat.
Pendekatan itu membuat Galaxy Z Wide Fold berbeda dari foldable tradisional. Saat tertutup, perangkat ini masih terlihat kompak, tetapi ketika dibuka, tampilannya berubah menjadi bidang layar yang lebih lapang dengan nuansa seperti tablet kecil.
Dummy yang beredar sebelumnya memang sudah memberi gambaran awal, tetapi tampilannya masih kasar. Versi terbaru yang muncul dalam video hands-on pertama ini memperlihatkan proporsi bodi dari beberapa sisi sehingga arah desainnya terasa lebih mendekati produk jadi.
Meski begitu, dummy tersebut belum tentu sama persis dengan versi final. Detail desain masih bisa berubah sebelum Samsung benar-benar membawanya ke pasar.
Di sisi lain, format wide fold seperti ini disebut mulai mengarah menjadi tren penting pada 2026. Beberapa pemain besar juga dikabarkan bergerak ke arah yang sama, termasuk Huawei lewat Pura X Max.
Samsung sendiri disebut akan segera meluncurkan model wide fold yang kabarnya memakai nama Galaxy Z Fold 8. Apple juga diperkirakan masuk ke kategori ini lewat iPhone lipat pertamanya pada September, sementara Xiaomi disebut tengah bersiap mengadopsi format serupa.
Strategi kamera pada perangkat-perangkat ini juga mulai terlihat berbeda. Samsung tampaknya memilih konfigurasi dual-camera, yang disebut sejalan dengan foldable Apple yang masih berupa rumor.
Sementara itu, Xiaomi dikabarkan akan memakai triple-camera seperti Huawei. Perbedaan ini menunjukkan bahwa para produsen mulai menempuh pendekatan yang tidak sama, baik dari sisi kamera maupun bentuk bodi perangkat.
Dengan bodi yang makin tipis, ukuran yang tetap kompak saat dilipat, dan layar lebar saat dibuka, Galaxy Z Wide Fold kini muncul sebagai salah satu foldable yang paling menarik untuk diamati. Jika spesifikasi yang beredar tetap dipertahankan, perangkat ini berpeluang menonjol di kelasnya sebagai foldable yang sangat tipis sekaligus nyaman dipakai sehari-hari.
Source: www.notebookcheck.net