Sejumlah laporan memunculkan dugaan bahwa game digital PlayStation kini bisa terkunci sementara jika konsol tidak tersambung ke internet selama 30 hari. Mekanisme itu disebut terkait pemeriksaan lisensi berkala, dan kabarnya hanya berdampak pada game digital yang dibeli setelah pembaruan PlayStation pada Maret 2026.
Isu ini langsung memicu perdebatan karena menyentuh akses bermain offline yang selama ini dianggap penting oleh banyak pengguna. Di tengah belum adanya pernyataan resmi publik dari Sony, perhatian justru tertuju pada jawaban layanan dukungan pelanggan dan hasil pengujian pihak ketiga yang beredar di media sosial.
Jawaban dukungan pelanggan jadi pusat sorotan
Salah satu pemicu utama ramainya isu ini berasal dari tangkapan percakapan layanan dukungan PlayStation yang dibagikan MrZackXOfficial melalui Culture Crave. Dalam percakapan itu, perwakilan dukungan disebut menjelaskan bahwa game digital yang dibeli setelah pembaruan PlayStation pada Maret 2026 akan terkena timer 30 hari.
Penjelasan tersebut juga menyebut bahwa jika konsol tidak terhubung ke internet selama periode itu, lisensi game akan kedaluwarsa sementara. Akibatnya, akses bermain offline bisa dibatasi sampai konsol kembali online dan lisensi dipulihkan.
Bagi sebagian pemain, penjelasan itu masih menyisakan ruang lega karena lisensi disebut tidak hilang permanen. Namun, ketergantungan pada validasi online tetap menimbulkan kekhawatiran, terutama bagi pengguna yang sering bermain tanpa koneksi internet stabil.
Pengujian pihak ketiga ikut memperkuat dugaan
Culture Crave juga menyorot pengujian dari kanal YouTube Spawn Wave yang mencoba mensimulasikan kondisi melewati batas 30 hari tanpa internet. Dalam pengujian itu, game yang baru dibeli seperti Saint Slayer: Spear of Sacrilege dan Vampire Crawlers disebut meminta pemeriksaan lisensi saat dijalankan.
Sebaliknya, game yang dibeli sebelum pembaruan dilaporkan tidak menunjukkan perilaku serupa. Perbedaan ini membuat dugaan tentang adanya perubahan sistem lisensi terasa lebih kuat, karena tanda-tandanya muncul pada judul tertentu dan tidak terlihat acak pada semua game.
Meski begitu, cakupan pengujian tersebut masih terbatas. Data yang beredar belum cukup untuk memastikan apakah efeknya sama di semua akun, wilayah, atau kondisi perangkat.
Ada pula jawaban yang justru bertolak belakang
Di tengah ramainya pembahasan, muncul tangkapan layar lain dari dukungan PlayStation yang diunggah sejumlah pengguna di X. Dalam versi jawaban itu, justru disebut tidak ada kewajiban check-in 30 hari.
Perbedaan jawaban dari layanan yang sama membuat situasinya semakin membingungkan. Selama belum ada penjelasan langsung yang terbuka dari Sony, publik belum memiliki pegangan yang benar-benar final untuk memastikan seperti apa kebijakan resminya.
Mengapa banyak pengguna merasa terdampak
Perdebatan ini menguat karena menyentuh definisi kepemilikan game digital. Banyak pemain menilai bahwa setelah membeli game, akses bermain seharusnya tetap tersedia, terutama untuk mode offline, selama lisensinya sah.
Saat akses bisa terhenti hanya karena konsol tidak online selama 30 hari, sebagian pengguna melihatnya sebagai pembatasan tambahan. Bagi mereka, model seperti ini membuat game digital terasa lebih dekat ke sistem lisensi sementara ketimbang kepemilikan penuh.
Di sisi lain, ada pula pengguna yang menilai dampaknya tidak akan terasa besar dalam penggunaan sehari-hari. Dari laporan yang beredar, lisensi disebut bisa dipulihkan cukup dengan menghubungkan konsol ke internet, sehingga pengguna yang hampir selalu online kemungkinan tidak akan banyak merasakan perubahan.
Hal yang sejauh ini bisa dirangkum
Sony belum merilis pernyataan resmi publik mengenai isu ini. Namun, dari laporan yang beredar, dukungan pelanggan PlayStation disebut menyatakan bahwa game digital yang dibeli setelah pembaruan Maret 2026 terdampak timer 30 hari.
Laporan tersebut juga menyebut lisensi dapat kedaluwarsa sementara jika konsol tidak online selama periode itu, lalu dipulihkan kembali setelah koneksi internet aktif. Di saat yang sama, pengujian Spawn Wave menunjukkan game baru meminta pemeriksaan lisensi, sedangkan game lama tidak terdampak, meski ada juga tangkapan layar lain yang menyatakan kebalikannya.
Dengan kondisi seperti ini, pembahasan soal DRM 30 hari di PlayStation masih bergantung pada laporan yang beredar, pengujian terbatas, dan jawaban dukungan pelanggan yang belum sepenuhnya seragam. Selama Sony belum memberi klarifikasi resmi, pertanyaan apakah pembatasan itu sudah berlaku penuh atau baru diterapkan pada kondisi tertentu tetap menjadi sorotan utama.
Source: www.notebookcheck.net






