Bukan Sekadar Tukang Parkir, Garda Pemuda NasDem Dipatok Jadi Lumbung Pemimpin

Garda Pemuda NasDem menolak ditempatkan hanya sebagai pelaksana tugas seremonial dalam kerja politik. Organisasi sayap Partai NasDem itu ingin menjadi ruang kaderisasi yang melahirkan calon pemimpin berintegritas.

Penegasan itu disampaikan Ketua Umum Garda Pemuda NasDem Prananda Surya Paloh saat Kongres II organisasi tersebut di Hotel Mercure Ancol, Jakarta. Ia menyatakan kecewa apabila kader muda hanya dipandang sebagai “tukang parkir”.

“Saya kecewa kalau Garda Pemuda NasDem hanya dianggap sebagai tukang parkir,” ujar Prananda. Menurut dia, organisasi itu tetap diperhitungkan sebagai salah satu organisasi kepemudaan di Indonesia.

Prananda menilai perjalanan organisasi dalam delapan tahun terakhir diwarnai berbagai tantangan dan dinamika. Namun, pengalaman tersebut disebutnya menjadi fondasi untuk membawa Garda Pemuda NasDem ke tahap yang lebih progresif.

Ia meminta kader menggalang energi generasi muda dan mengambil peran dalam kerja besar Partai NasDem. Garda Pemuda NasDem juga ditempatkan sebagai pelopor restorasi Indonesia.

Target kader untuk persaingan politik

Wakil Ketua Umum Partai NasDem Saan Mustopa menilai kualitas masa depan partai sangat bergantung pada proses kaderisasi di Garda Pemuda NasDem. Ia menyebut organisasi itu sebagai sumber mata air bagi estafet kepemimpinan di seluruh tingkatan partai.

Saan menekankan pentingnya menjaga proses kaderisasi agar tetap bersih. “Kalau kita ingin mendapatkan pemimpin-pemimpin yang kredibel dan berintegritas, maka kita harus menjaga Garda Pemuda ini agar tetap bersih,” katanya.

Menurut Saan, kualitas sumber kader akan menentukan kualitas pemimpin yang lahir di kemudian hari. Kongres II juga diminta menjadi ruang untuk memperkuat soliditas organisasi dan komitmen kebangsaan.

Partai NasDem menargetkan posisi tiga besar pada Pemilu 2029. Saan menyatakan pencapaian target tersebut turut bertumpu pada kesiapan Garda Pemuda Partai NasDem menghadapi persaingan politik yang semakin ketat.

KegiatanKeterangan
Kongres II Garda Pemuda NasDemDigelar di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, mulai Selasa (21/7).
Tema kongres“Pemuda Mandiri, Bangsa Berdaulat”.
PenutupanDirencanakan berlangsung Rabu (22/7) dan ditutup Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh.

Kongres sebagai penegasan arah organisasi

Kongres II Garda Pemuda NasDem dirangkaikan dengan peringatan HUT ke-15 organisasi dan mengusung tema “Pemuda Mandiri, Bangsa Berdaulat”. Prananda menilai forum tersebut tidak cukup dimaknai sebagai agenda pergantian atau penguatan struktur organisasi.

Ia meminta kongres menjadi titik tolak untuk memperjelas arah perjuangan menghadapi tantangan masa depan. Konsolidasi gagasan, penyegaran formasi, dan semangat baru disebutnya perlu digunakan untuk membangun kebesaran organisasi serta partai.

Hari pertama kongres diisi pembacaan manifesto organisasi, penayangan perjalanan 15 tahun Garda Pemuda NasDem, serta penganugerahan GP NasDem Award. Penghargaan itu diberikan kepada tokoh-tokoh yang dinilai berkontribusi memperkuat gerakan kepemudaan.

Pembukaan acara dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Uus Kuswanto yang mewakili Wakil Gubernur DKI Jakarta, bersama pimpinan Partai NasDem. Ribuan kader dari berbagai daerah juga hadir dalam rangkaian pembukaan kongres tersebut.

Sejumlah tokoh partai turut mengikuti kegiatan, antara lain Lestari Moerdijat, Jan Darmadi, Hermawi Taslim, dan Sutiyoso. Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem serta perwakilan badan dan organisasi sayap partai juga hadir dalam pembukaan.

Source: www.medcom.id
Berita Terkait