Gatal Seluruh Tubuh Tak Hilang Bisa Menjadi Sinyal Awal Gagal Ginjal

Gatal yang muncul di seluruh tubuh dan tak kunjung reda tidak selalu berasal dari masalah kulit. Pada sebagian orang, keluhan itu dapat menjadi tanda awal gangguan fungsi ginjal yang membuat zat sisa metabolisme menumpuk di dalam darah.

Keluhan semacam ini perlu diwaspadai karena gagal ginjal terjadi saat organ ginjal tidak lagi mampu menyaring limbah dan racun secara optimal. Jika kondisi tersebut berlanjut, penumpukan cairan serta zat berbahaya dapat memicu gangguan pada banyak organ, termasuk kulit.

Rasa gatal yang berbeda dari biasanya

Gatal akibat gangguan ginjal kerap terasa tidak seperti gatal biasa. Banyak pasien menggambarkannya sebagai sensasi menusuk, terbakar, atau seolah-olah ada sesuatu yang merayap di bawah kulit, dan rasa itu sering tidak hilang meski sudah digaruk.

National Kidney Foundation menyebut kondisi ini sebagai pruritus terkait penyakit ginjal kronis atau uremic pruritus. Keluhan tersebut cukup sering muncul pada pasien dengan penyakit ginjal kronis stadium lanjut maupun pada mereka yang menjalani dialisis.

Pada sebagian orang, gatal hanya terasa di area tertentu seperti punggung, lengan, bahu, kepala, atau wajah. Namun pada kondisi yang lebih berat, rasa gatal dapat menyebar hampir ke seluruh tubuh dan muncul pada kedua sisi tubuh sekaligus.

Mengapa ginjal yang melemah bisa memicu gatal

Saat fungsi ginjal menurun, limbah metabolisme seperti urea dan toksin tidak terbuang dengan baik. Penumpukan zat ini diduga memicu peradangan, mengganggu kerja saraf, serta memengaruhi keseimbangan mineral penting di dalam darah.

Kondisi tersebut juga sering disertai kulit kering atau xerosis. Lapisan kulit menjadi lebih kasar, lebih kering, dan mudah terasa gatal karena perubahan kadar air serta fungsi kelenjar minyak dan kelenjar keringat.

Gangguan mineral seperti fosfor, kalsium, dan magnesium juga kerap ditemukan pada pasien gagal ginjal kronis. Ketidakseimbangan ini dapat memicu endapan di jaringan kulit dan menimbulkan iritasi.

Keluhan yang patut diperhatikan

Gatal akibat gagal ginjal sering memburuk pada malam hari. Akibatnya, kualitas tidur menurun, aktivitas harian terganggu, dan penderita lebih mudah merasa lelah.

National Kidney Foundation menilai gatal kronis dapat berdampak luas, mulai dari stres, kecemasan, depresi, hingga ketidaknyamanan saat menjalani dialisis. Garukan berulang juga dapat memicu luka, infeksi kulit, dan peradangan yang justru memperburuk kondisi.

Keluhan ini perlu lebih diperhatikan bila muncul bersama pembengkakan tubuh, mudah lelah, mual, tekanan darah tinggi, nyeri punggung, atau perubahan pola buang air kecil. Kombinasi gejala tersebut dapat mengarah pada gangguan ginjal yang membutuhkan pemeriksaan medis.

Faktor lain yang ikut memperburuk

Penyebab gatal pada penderita gagal ginjal tidak tunggal. Peningkatan kadar histamin, penumpukan limbah metabolik, proliferasi sel mast di kulit, hingga dialisis yang kurang optimal dapat ikut memperparah rasa gatal.

American Kidney Fund menyebut hampir separuh pasien yang menjalani dialisis mengalami gatal tingkat sedang hingga berat. Data ini menunjukkan bahwa keluhan tersebut bukan masalah kulit biasa, melainkan komplikasi yang cukup sering pada penyakit ginjal kronis.

Karena itu, pemeriksaan dokter tetap diperlukan untuk memastikan penyebab gatal. Meski gagal ginjal bisa menjadi salah satu pemicu, keluhan serupa juga dapat muncul pada alergi, gangguan kulit, penyakit hati, atau efek samping obat.

Source: www.beritasatu.com

Berita Terkait