Geely Cuma Punya Dua Model Di Australia, Tapi Targetnya Jauh Lebih Besar Dari Itu

Author: Redaksi Android62

Geely sedang menyiapkan serangan yang jauh lebih luas daripada sekadar menjual lebih banyak mobil China di Australia. Grup ini ingin dipandang sebagai pemain arus utama dengan skala seperti Toyota, hanya saja dengan basis kekuatan dari China.

Ambisi itu kini dibawa ke Australia dengan pendekatan yang lebih serius. Di pasar yang sudah dipenuhi merek China lain seperti BYD, Chery, dan MG, Geely memilih jalan berbeda karena tidak hanya bergantung pada satu nama merek.

Langkah tersebut juga ditopang oleh kepemimpinan baru di Australia. Geely menunjuk Alex Gu sebagai CEO Geely Australia, sosok yang sebelumnya membantu mengangkat penjualan Geely di Timur Tengah dari 3.000 unit per tahun menjadi 50.000 unit.

Saat berbicara kepada News.com.au, Gu merangkum arah perusahaan dengan kalimat singkat yang tegas: “like Toyota, but from China.” Kalimat itu menggambarkan bahwa Geely tidak ingin ditempatkan sebagai pemain kecil, melainkan sebagai merek dengan jangkauan produk yang jauh lebih lebar.

Portofolio yang jauh lebih besar

Kekuatan Geely memang tidak hanya bertumpu pada merek utamanya. Di bawah payung grup ini ada Zeekr, Lynk & Co., Polestar, Smart, Lotus, dan Proton dari Malaysia, yang masing-masing menyasar segmen berbeda.

Merek Geely sendiri diarahkan ke SUV dan crossover untuk pasar massal. Sementara itu, Radar Auto atau Riddara disiapkan untuk segmen pikap listrik, yang dianggap cocok dengan selera pembeli Australia terhadap kendaraan ute.

Untuk kelas yang lebih premium, Geely mengandalkan Zeekr dan Lynk & Co. Lynk & Co. juga memanfaatkan teknologi dan sinergi dari Volvo, yang sama-sama berada di bawah naungan Geely.

Skala bisnis grup ini pun tidak kecil. Pada 2025, Geely menjual lebih dari 4,1 juta kendaraan bensin, hybrid bensin, dan listrik di dalam maupun luar China.

Australia masih jadi tantangan besar

Meski punya modal besar, posisi Geely di Australia belum sekuat namanya di China. Pada kuartal pertama 2026, Geely baru mencatat 2.821 unit, jauh di bawah BYD yang meraih 17.541 unit pada periode yang sama.

Salah satu penyebab utamanya adalah pilihan produk yang masih terbatas. Saat ini, Geely baru menjual dua SUV di Australia, yakni EX5 EV dan Starray PHEV.

Kondisi itu membuat rencana perluasan line-up menjadi krusial. Geely Australia berencana menghadirkan pikap double-cab, SUV tujuh penumpang, SUV ladder-chassis sejati, dan sedan ukuran penuh.

Model baru untuk memperluas jangkauan

Geely juga menyiapkan lebih banyak pilihan penggerak agar bisa menjangkau pembeli yang lebih beragam. Mesin konvensional dan plug-in hybrid disebut akan ikut ditawarkan dalam jajaran model yang masuk ke Australia.

Salah satu model yang paling diperhatikan adalah EX2. Hatch listrik itu dijadwalkan meluncur di Australia sebelum akhir tahun dengan harga di bawah AU$30.000 atau US$21.600.

Selain EX2, Geely juga menyiapkan Galaxy Cruiser untuk pasar tersebut. Model ini merupakan PHEV 4WD tiga baris yang diperkirakan akan berhadapan dengan Denza B8.

Jejak Geely di China sebenarnya sudah memperlihatkan kekuatan mereka di pasar yang sangat kompetitif. Pada 2025, Geely berhasil merebut gelar mobil terlaris lewat EX2 elektrik hatch, mengalahkan model-model terbaik dari BYD, Chery, dan pesaing lain.

Di Australia, pencapaian seperti itu masih harus dibuktikan dari nol. Karena itu, kombinasi antara kepemimpinan baru, portofolio merek yang lebar, dan perluasan produk akan menjadi penentu apakah Geely bisa mendekati posisi yang selama ini diisi Toyota di pasar yang sama.

Source: www.carscoops.com
Berita Terbaru