Geely Galaxy A7 versi baru hadir dengan dua pilihan elektrifikasi yang langsung membedakannya dari banyak sedan lain di kelasnya. Model ini ditawarkan dalam varian listrik murni dan plug-in hybrid, dengan harga awal 97.800 yuan atau sekitar Rp247 jutaan di pasar China.
Kehadiran dua opsi tersebut membuat Galaxy A7 baru menyasar dua kebutuhan pengguna sekaligus. Satu sisi menonjolkan efisiensi dan jarak tempuh, sementara sisi lain memberi fleksibilitas berkendara yang lebih luas bagi konsumen yang masih ingin mengandalkan mesin bensin.
Dua karakter desain untuk dua sistem penggerak
Geely tidak hanya membedakan Galaxy A7 baru lewat teknologinya, tetapi juga melalui tampilan eksterior. Varian PHEV tampil lebih tegas dengan bumper depan baru, intake udara aktif berukuran besar, dan aksen krom yang dibuat lebih mencolok.
Pendekatan itu memberi kesan premium sekaligus lebih berani saat dilihat dari luar. Sebaliknya, varian EV dibuat lebih bersih dan minimalis dengan nuansa yang terasa lebih futuristis.
Perbedaan itu membuat Galaxy A7 baru tampil dengan dua bahasa desain yang jelas. Konsumen bisa melihat karakter mobil ini sejak pandangan pertama, tanpa harus masuk ke dalam kabin.
Dimensi varian listrik murni
Untuk varian EV, Geely mencatat panjang 4.935 mm, lebar 1.905 mm, tinggi 1.500 mm, dan wheelbase 2.845 mm. Pabrikan juga menyebut ground clearance versi ini dibuat lebih rendah agar aerodinamika lebih optimal.
Pengaturan tersebut selaras dengan karakter sedan listrik yang mengejar efisiensi. Geely tampak ingin menempatkan Galaxy A7 EV sebagai model yang lebih fokus pada jarak tempuh dan penggunaan harian.
Kabin menonjolkan teknologi dan fungsi
Masuk ke ruang kabin, Geely Galaxy A7 menampilkan layout yang berorientasi pada kemudahan pakai. Di bagian tengah dasbor, terdapat layar sentuh 14,6 inci yang menjadi pusat pengaturan berbagai fitur kendaraan.
Sistem hiburannya menjalankan Flyme Auto 2 yang terhubung dengan ekosistem Meizu. Integrasi ini masih menjadi salah satu daya tarik utama karena memberi pengalaman digital yang lebih menyatu dengan perangkat pintar.
Fitur lain yang dibawa juga cukup lengkap untuk kelasnya. Mobil ini menawarkan pengisian daya nirkabel 50W, setir dua palang model D-cut, panel instrumen digital minimalis, serta kursi depan dengan pemanas dan ventilasi.
Muatan dan audio
Soal kepraktisan, varian EV memiliki bagasi 547 liter, sedangkan PHEV menawarkan 535 liter. Keduanya juga dilengkapi sistem audio premium dengan 16 speaker, yang menambah kesan modern di dalam kabin.
Kombinasi itu memperlihatkan bahwa Geely tidak hanya menggarap sisi elektrifikasi. Kenyamanan harian dan kemudahan penggunaan ikut menjadi bagian penting dari paket Galaxy A7 baru.
Dua opsi tenaga dengan fokus berbeda
Pada sisi teknis, Galaxy A7 versi baru mengandalkan dua jalur elektrifikasi yang ditujukan untuk kebutuhan yang tidak sama. Varian PHEV diarahkan untuk pengguna yang membutuhkan fleksibilitas lebih, sedangkan varian EV diposisikan bagi mereka yang mengutamakan perjalanan dengan tenaga listrik penuh.
Varian PHEV memakai mesin bensin 1.5 liter naturally aspirated dengan tenaga 110 hp, yang dipadukan motor listrik 235 hp. Sistem Geely EM Hybrid 2.0 berbasis AI diklaim memiliki efisiensi termal lebih dari 47 persen.
Untuk performa, varian hybrid ini mampu berakselerasi dari 0–100 km/jam dalam 7,1 detik. Baterai LFP buatan CATL tersedia dalam dua kapasitas, sementara jarak tempuh listriknya diklaim mencapai 235 km berdasarkan siklus CLTC.
Konsumsi bahan bakarnya juga disebut sekitar 2,2 liter per 100 km. Angka tersebut menjadi salah satu nilai jual utama bagi pembeli yang menginginkan sedan hemat energi tanpa sepenuhnya bergantung pada pengisian daya.
EV lebih jauh, PHEV lebih fleksibel
Di sisi lain, varian EV menggunakan motor listrik tunggal dengan tenaga 215 hp. Akselerasinya sedikit lebih lambat daripada PHEV, yakni 7,4 detik untuk 0–100 km/jam, namun model ini unggul dalam jarak tempuh.
Geely mengklaim Galaxy A7 EV mampu menempuh hingga 550 km berdasarkan siklus CLTC. Dengan hasil tersebut, varian listrik murni ini lebih cocok bagi pengguna yang ingin sedan listrik dengan kemampuan jelajah lebih panjang dalam satu kali pengisian.
Kehadiran dua pilihan elektrifikasi membuat posisi Galaxy A7 baru menjadi lebih fleksibel di pasar China. Geely juga disebut ingin menjaga daya saing model ini setelah mencatat distribusi lebih dari 15 ribu unit pada kuartal pertama 2026, meski angkanya turun dibanding periode sebelumnya.
Dengan desain yang diperbarui, kabin yang semakin matang, serta paket fitur yang relatif lengkap, Geely Galaxy A7 baru tetap tampil sebagai sedan elektrifikasi dengan pendekatan harga agresif. Kombinasi EV dan PHEV, ditambah banderol mulai 97.800 yuan, membuat model ini tetap menarik bagi konsumen yang mencari sedan modern dengan nilai lebih kuat.
