Di antara tiga SUV plug-in hybrid yang dibandingkan, Geely Starray EM-i justru tampil paling menggoda karena menawarkan jarak tempuh listrik murni terjauh. Dengan baterai 18,4 kWh, model ini diklaim mampu melaju sekitar 105 kilometer dalam mode listrik penuh.
Pencapaian itu menempatkan Starray EM-i di depan DFSK E5 Plus, yang jarak EV-nya sekitar 87 kilometer, sementara data jarak tempuh listrik Chery Tiggo 8 CSH tidak disebutkan dalam perbandingan. Bagi calon konsumen yang lebih sering memakai mode listrik untuk mobilitas harian, angka tersebut menjadi pembeda yang sangat penting.
Chery unggul di tenaga, Geely di efisiensi
Meski bukan yang paling bertenaga, Geely Starray EM-i tetap membawa kombinasi penggerak yang cukup besar. SUV ini memakai mesin bensin 1.500 cc naturally aspirated bertenaga 99 dk dan torsi 125 Nm, lalu dipasangkan dengan motor listrik 218 hp dan torsi 262 Nm.
Seluruh tenaga itu disalurkan lewat transmisi hybrid 1DHT dengan output sistem sekitar 262 hp. Karakter ini menunjukkan bahwa Geely memilih jalur seimbang, bukan mengejar performa mentah seperti Chery Tiggo 8 CSH.
Chery Tiggo 8 CSH memimpin kelas ini dari sisi tenaga dan torsi. SUV 7 penumpang tersebut mengandalkan mesin 1.500 cc turbo Dedicated Hybrid Engine dengan tenaga 143 dk dan torsi 215 Nm, lalu dibantu motor listrik 204 dk dan torsi 310 Nm.
Kombinasi itu menghasilkan tenaga sistem hingga 347 hp dan torsi 525 Nm melalui Dedicated Hybrid Transmission. Angka tersebut membuat Tiggo 8 CSH tampil sebagai opsi paling buas untuk konsumen yang memprioritaskan akselerasi dan respons berkendara.
DFSK E5 Plus hadir dengan pendekatan yang lebih sederhana
Di sisi lain, DFSK E5 Plus mengambil posisi paling rasional dalam komparasi ini. Berdasarkan spesifikasi global, SUV ini memakai mesin bensin 1.500 cc naturally aspirated dengan tenaga sekitar 110 hp dan torsi 135 Nm.
Mesin tersebut dipadukan dengan motor listrik 177 hp dan torsi 300 Nm, sehingga output gabungan berada di kisaran 217 hp. Walau paling rendah di antara ketiganya, angka ini masih cukup untuk kebutuhan harian sebuah SUV 7 penumpang.
Perbandingan teknis tiga SUV PHEV
| Model | Mesin bensin | Motor listrik | Tenaga sistem | Torsi sistem | Baterai | Jarak EV |
|---|---|---|---|---|---|---|
| Chery Tiggo 8 CSH | 1.500 cc turbo, 143 dk, 215 Nm | 204 dk, 310 Nm | 347 hp | 525 Nm | – | – |
| Geely Starray EM-i | 1.500 cc NA, 99 dk, 125 Nm | 218 hp, 262 Nm | sekitar 262 hp | – | 18,4 kWh | sekitar 105 km |
| DFSK E5 Plus | 1.500 cc NA, sekitar 110 hp, 135 Nm | 177 hp, 300 Nm | sekitar 217 hp | – | 17,5 kWh | sekitar 87 km |
Jika fokusnya performa, Chery Tiggo 8 CSH masih berada di puncak karena jaraknya dengan dua rival cukup jauh. Namun jika yang dicari adalah efisiensi dan kemampuan melaju paling lama tanpa mesin bensin, Geely Starray EM-i justru lebih menonjol.
DFSK E5 Plus berada di tengah sebagai pilihan yang lebih sederhana, baik dari sisi tenaga maupun kapasitas jelajah listrik. Dengan tiga pendekatan yang berbeda ini, pasar SUV PHEV di Indonesia kini menawarkan karakter yang semakin beragam untuk kebutuhan pengguna yang juga semakin spesifik.
Source: otodriver.com






