Geely menyiapkan sistem penggerak listrik baru yang dapat menghapus lebih dari 180 komponen dari rancangan kendaraan listrik. Pengurangan ini menjadi inti dari Thunder 16-in-1 Intelligent Electric Drive, sebuah unit yang menyatukan fungsi-fungsi yang sebelumnya ditempatkan pada perangkat terpisah.
Integrasi tersebut tidak hanya ditujukan untuk membuat susunan komponen lebih ringkas. Geely juga menargetkan pengurangan bobot, kebutuhan kabel, serta pelepasan ruang tambahan di dalam kendaraan.
Dampak Langsung pada Bobot dan Ruang
Thunder 16-in-1 memakai rumah berbahan paduan magnesium dengan bobot total 75 kilogram. Angka itu disebut sekitar 15 persen lebih ringan dibandingkan sistem penggerak listrik konvensional.
Penataan yang lebih padat turut mengurangi penggunaan kabel tegangan tinggi hingga 30 persen. Kebutuhan kabel tegangan rendah juga disebut dapat turun 15 persen.
Efisiensi pengemasan komponen memberi tambahan ruang bagasi sekitar 28 liter. Ruang tersebut muncul karena sejumlah perangkat tidak lagi dipasang sebagai unit-unit terpisah di kendaraan.
| Aspek | Data Thunder 16-in-1 | Dampak yang Disebut Geely |
|---|---|---|
| Jumlah komponen | Lebih dari 180 komponen dihilangkan | Rancangan kendaraan lebih ringkas |
| Bobot sistem | 75 kilogram | Sekitar 15 persen lebih ringan |
| Kabel tegangan tinggi | Berkurang hingga 30 persen | Susunan kelistrikan lebih sederhana |
| Ruang bagasi | Tambahan sekitar 28 liter | Ruang penyimpanan bertambah |
Memulai Debut di Geely Galaxy TT
Penerapan perdana sistem ini dijadwalkan pada Geely Galaxy TT, sedan listrik yang diperkenalkan bulan ini. Model tersebut akan menjadi kendaraan pertama yang memakai penggerak terintegrasi dari InfiMotion, anak perusahaan Geely Holding Group.
Geely Galaxy TT disiapkan dalam pilihan penggerak roda belakang atau RWD dan penggerak semua roda atau AWD. Kedua konfigurasi membawa perbedaan pada tenaga, performa, serta pilihan kapasitas baterai.
| Konfigurasi | Tenaga | Performa atau Jarak Tempuh CLTC |
|---|---|---|
| RWD | 245 kW atau 329 hp | Jarak tempuh bergantung pada baterai |
| AWD | 425 kW atau 570 hp | 0-100 km/jam dalam 3,8 detik |
| Pilihan baterai | 52,4 kWh, 63,8 kWh, atau 75,2 kWh | Hingga 540 km, 640 km, 650 km, atau 725 km |
Varian AWD menjadi pilihan dengan performa tertinggi berkat tenaga gabungan 425 kW. Sementara itu, angka jarak tempuh yang tersedia memakai standar CLTC dan berubah sesuai konfigurasi kendaraan.
12 Perangkat Keras dan 4 Fungsi Perangkat Lunak
Sistem Thunder 16-in-1 menggabungkan 12 komponen perangkat keras dan empat fungsi perangkat lunak dalam satu arsitektur. Pendekatan ini menempatkan penggerak listrik sebagai pusat untuk mengelola sejumlah fungsi penting kendaraan.
Perangkat keras yang disatukan mencakup motor listrik, pengendali motor, reducer, konverter DC/DC, pengisi daya terpasang, dan unit distribusi daya. Sistem ini juga memuat manajemen baterai, unit kendali kendaraan, manajemen termal, kendali pengisian awal aktif, serta gerbang domain daya.
Pada sisi perangkat lunak, Geely memasukkan manajemen energi pintar, manajemen pengisian daya, kendali gerak cerdas, dan manajemen kesehatan kendaraan. Seluruhnya ditempatkan dalam satu sistem agar komunikasi antarfungsi dapat dibuat lebih ringkas.
Arsitektur 800 Volt untuk Respons Lebih Cepat
Penggerak ini dibangun di atas arsitektur 800 volt dan menggunakan teknologi One-Chip. Geely menyebut waktu respons kendali dapat dipangkas dari rata-rata 40 milidetik menjadi 2 milidetik.
Efisiensi menyeluruh sistem untuk produksi massal disebut dapat mencapai 93,8 persen. Dalam pengujian di sekitar Danau Qinghai, kendaraan yang memakai sistem ini mencatat konsumsi energi 8,2 kWh per 100 kilometer.
Berdasarkan standar CLTC, konsumsi energinya disebut mulai dari 10,7 kWh per 100 kilometer. Sistem ini juga menggunakan algoritma berbasis AI untuk mengoptimalkan pengelolaan energi pada kondisi cuaca yang berbeda.
Pada suhu minus 18 derajat Celsius, sistem disebut mampu menyimpan energi panas setara sekitar 7 kWh. Kemampuan itu dinyatakan dapat menekan kebutuhan energi untuk pemanas kabin lebih dari 40 persen.
Source: www.liputan6.com






