Gejolak Harga Dunia Dorong Olein di JFX Tembus Rp7,3 Triliun

Author: Redaksi Android62

Nilai transaksi Olein di Jakarta Futures Exchange (JFX) menembus lebih dari Rp7,3 triliun sepanjang Juni 2026. Lonjakan itu terjadi ketika pasar komoditas bergerak liar dan pelaku usaha makin aktif memakai bursa untuk mengelola risiko sekaligus mencari peluang.

Direktur Utama JFX, Yazid Kanca Surya, mengatakan perubahan harga justru mendorong minat transaksi melalui mekanisme bursa. Menurut dia, volatilitas membuka ruang bagi pelaku usaha untuk merespons pasar dengan lebih terukur.

Volume Transaksi Naik Bertahap Sepanjang Bulan

Perdagangan Olein bergerak naik selama tiga pekan berturut-turut. Pada awal bulan, volume transaksi berada di kisaran 6.200 lot, lalu melonjak hingga 27.000 lot pada pekan terakhir.

Kenaikan volume itu ikut mengerek nilai transaksi dari Rp1,3 triliun menjadi Rp2,8 triliun pada akhir Juni. Akumulasi selama satu bulan membuat total transaksi Olein melampaui Rp7,3 triliun.

Periode Volume Olein Nilai Transaksi
Awal bulan Kisaran 6.200 lot Rp1,3 triliun
Pekan terakhir Juni 27.000 lot Rp2,8 triliun

Yazid menyebut salah satu pemicu utama datang dari perubahan harga energi dunia. Meredanya konflik Amerika Serikat dan Iran, serta pulihnya jalur pelayaran di Selat Hormuz, mendorong koreksi harga minyak mentah sekitar 10 persen.

Dari sana, dampaknya merembet ke harga crude palm oil atau CPO dan olein di pasar internasional maupun domestik. Dalam kondisi seperti ini, nasabah melihat gejolak harga sebagai peluang untuk meraih keuntungan sekaligus menjalankan strategi lindung nilai.

Timah Ekspor Juga Menguat pada Paruh Kedua Juni

Selain Olein, perdagangan Timah Ekspor juga menunjukkan lonjakan tajam pada paruh kedua Juni. Volume yang sempat turun menjadi 300 ton pada periode 7–13 Juni naik menjadi 795 ton pada pekan berikutnya, lalu meningkat lagi menjadi 1.280 ton pada periode 21–27 Juni.

Periode Volume Timah Ekspor Nilai Transaksi
7–13 Juni 300 ton Rp297 miliar
Pekan berikutnya 795 ton Rp736 miliar
21–27 Juni 1.280 ton Rp1,2 triliun

Seiring kenaikan volume itu, nilai transaksi Timah Ekspor ikut bertambah dari Rp297 miliar menjadi Rp736 miliar, lalu mencapai Rp1,2 triliun pada pekan terakhir Juni. JFX menyebut penguatan tersebut ditopang faktor domestik dan global yang sama-sama memengaruhi pasar.

Dari dalam negeri, kenaikan transaksi didukung terbitnya izin Rencana Kerja dan Anggaran Biaya atau RKAB bagi sejumlah smelter dengan volume produksi besar. Dari luar negeri, koreksi harga timah dunia dimanfaatkan pembeli internasional untuk memperoleh pasokan dari Indonesia.

Pasokan Global dan Permintaan Teknologi Tetap Menjaga Aktivitas

Yazid juga menyoroti pasar timah global yang masih menghadapi ketatnya pasokan akibat gangguan produksi di Myanmar. Di saat yang sama, permintaan dari industri teknologi, termasuk kecerdasan buatan dan semikonduktor, terus memberi dorongan pada pasar.

Rencana pembentukan Danantara Sumber Daya Indonesia turut menjadi perhatian pelaku pasar. Kondisi itu membuat aktivitas perdagangan timah tetap dinamis di tengah perubahan harga komoditas dunia.

Di luar Olein dan Timah Ekspor, sejumlah produk lain seperti Penyaluran Amanat Luar Negeri (PALN) dan Emas Digital juga menunjukkan aktivitas perdagangan yang dinamis sepanjang Juni. JFX menilai tren ini memperlihatkan makin kuatnya kebutuhan pelaku usaha terhadap instrumen pengelolaan risiko.

Yazid menegaskan bursa menyediakan mekanisme perdagangan yang transparan bagi pelaku pasar. Dalam situasi harga yang bergerak cepat, kemampuan untuk merespons pasar dan mengatur eksposur risiko menjadi semakin penting bagi pelaku usaha.

Source: mediaindonesia.com
Berita Terbaru