Pasangan Eropa menyapu dua gelar utama FIP Bronze Series Banten 2026. Hasil ini menegaskan ketatnya persaingan yang dihadapi pemain Indonesia saat berjumpa atlet berpengalaman dari berbagai negara.
Nomor putri dimenangi Victoria Kurz dari Jerman bersama Marcella Koek dari Belanda. Sementara itu, Carlos Martí dan Marc Bernils Garcia asal Spanyol menjadi kampiun pada sektor putra.
| Kategori | Juara | Runner-up |
|---|---|---|
| Putri | Victoria Kurz / Marcella Koek | E. Terranova / A. Neizvestnaya |
| Putra | Carlos Martí / Marc Bernils Garcia | Pablo Pastor Landaburu / Kevin Kviatkovski |
Pasangan Kurz-Koek mengungguli E. Terranova dari Italia dan A. Neizvestnaya dari Rusia di final putri. Pada nomor putra, Martí-Bernils finis di atas Pablo Pastor Landaburu dari Spanyol dan Kevin Kviatkovski dari Argentina.
Kompetisi dari 30 Negara
Turnamen FIP Bronze Series Banten berlangsung pada 13-19 Juli di Dewa United Padel Club, Gading Serpong, Tangerang. Sebanyak 141 pasangan dari 30 negara berpartisipasi dalam ajang tersebut.
Sekitar 70 persen peserta berasal dari Asia, sedangkan sisanya datang dari Eropa. Komposisi ini menciptakan persaingan lintas kawasan yang lebih beragam dibandingkan seri sebelumnya di Jakarta.
PBPI Banten menyebut turnamen di Banten juga menghadirkan sejumlah pemain internasional yang baru. Kehadiran mereka memperluas pengalaman bertanding bagi peserta lokal dalam kompetisi berlevel dunia.
Pembinaan Atlet Jadi Sasaran
Ketua Umum PBPI Banten Ardian Satya Negara menilai keberhasilan penyelenggaraan ini sebagai pijakan penting bagi perkembangan padel daerah. Ia mengatakan kepercayaan menjadi tuan rumah turnamen internasional perlu diikuti pembinaan yang berkelanjutan.
“Kami sangat bersyukur FIP Bronze Series Banten yang berlangsung pada 13-19 Juli dapat berjalan dengan sukses,” ujar Ardian dalam keterangan kepada media. Menurutnya, ajang tersebut bukan hanya kebanggaan Banten, melainkan juga titik awal pertumbuhan olahraga padel di wilayah itu.
PBPI Banten berencana melanjutkan program pembinaan, mengadakan lebih banyak turnamen, serta memperkuat kolaborasi dengan PBPI Pusat. Langkah tersebut diarahkan untuk memperluas kesempatan kompetisi bagi pemain daerah.
Ardian menilai pertandingan melawan pemain asing memberi pelajaran yang tidak sebatas tercermin pada hasil akhir. Atlet Indonesia dapat mengukur kualitas permainan dan menambah kesiapan menghadapi kejuaraan berikutnya.
“Bertanding melawan pemain-pemain luar negeri memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi atlet kita,” tutur Ardian. Ia menilai pengalaman itu penting untuk meningkatkan kualitas permainan atlet.
Sekretaris Jenderal KONI Pusat Tubagus Ade Lukman turut mengapresiasi penyelenggaraan ajang ini. Ia berharap turnamen internasional lebih sering digelar di Indonesia agar atlet nasional semakin terbiasa menghadapi lawan dari berbagai negara.
Menurut Tubagus, frekuensi kompetisi internasional dapat membantu membangun kualitas permainan dan mental bertanding. FIP Bronze Series Banten pun menjadi ruang penting untuk memperkuat posisi Banten dalam peta penyelenggaraan turnamen padel.
Source: sport.detik.com






