Indonesia menjadi salah satu pasar paling aktif untuk Gemini di Asia Tenggara, dengan hampir 9 juta gambar AI dibuat setiap hari melalui fitur Nano Banana. Angka itu menunjukkan bahwa penggunaan AI di tanah air sudah bergerak jauh melampaui pemakaian berbasis teks.
Data tersebut menggambarkan perubahan besar dalam cara masyarakat memanfaatkan asisten AI. Di Indonesia, AI kini makin sering dipakai untuk kebutuhan visual, dan ponsel menjadi pintu utama aksesnya.
Dominasi perangkat seluler sangat kuat
Google menyebut 82 persen prompt di Indonesia berasal dari perangkat seluler. Dari jumlah itu, 1 dari 2 perintah sudah melibatkan suara atau gambar, bukan hanya teks biasa.
Temuan ini memperlihatkan bahwa kebiasaan pengguna Indonesia sejalan dengan pola aktivitas digital yang memang sangat bertumpu pada ponsel. Aktivitas seperti berkomunikasi, mencari informasi, hingga membuat konten kini ikut bergeser ke Gemini.
| Fakta Utama | Indonesia | Asia Tenggara |
|---|---|---|
| Gambar AI per hari | Hampir 9 juta | Tidak disebutkan |
| Prompt dari seluler | 82 persen | Hampir tiga dari empat permintaan |
| Format input | Suara atau gambar pada 1 dari 2 perintah | Penggunaan mobile sangat dominan |
Gemini jadi asisten AI yang paling dicari
Google juga mengungkap bahwa Gemini menjadi asisten AI yang paling banyak dicari di Indonesia. Tren serupa terlihat di Thailand dan Vietnam, yang menegaskan kuatnya minat pengguna kawasan ini terhadap layanan tersebut.
Sapna Chadha, Wakil Presiden Google untuk Asia Tenggara, mengatakan antusiasme penggunaan harian Gemini tumbuh sangat cepat dalam beberapa tahun terakhir. Ia menyebut aplikasi Gemini kini melayani lebih dari 900 juta pengguna di 230 negara dan dalam 70 bahasa.
Di Asia Tenggara, jumlah pengguna aktif aplikasi Gemini disebut melonjak lebih dari dua kali lipat dalam 12 bulan terakhir. Google bahkan menyebut laju pertumbuhan itu sebagai yang tercepat dibandingkan aplikasi Google lain yang pernah diluncurkan di kawasan ini.
Menurut Sapna, Gemini dipakai untuk banyak kebutuhan, mulai dari membantu pelajaran di sekolah hingga menyusun strategi pemasaran. Ia menekankan bahwa penggunaan AI kini semakin fleksibel dan banyak dilakukan saat pengguna sedang berpindah tempat atau on-the-go.
“Hampir tiga dari empat permintaan di Gemini di seluruh wilayah ini berasal dari perangkat seluler. Hal ini sangat mencerminkan lanskap konsumen Asia Tenggara secara luas,” ujar Sapna.
Ia menambahkan bahwa kebiasaan bermain game, menonton video berdurasi pendek, dan berbelanja di kawasan ini memang sudah lama dekat dengan ponsel. Kini, menurut dia, masyarakat juga memanfaatkan AI di ponsel mereka dengan cara yang jauh lebih menarik.
Source: www.cnnindonesia.com






