Gemini Intelligence Bekerja Di Latar Belakang, Android Bisa Menyelesaikan Tugas Tanpa Repot Pindah Aplikasi

Author: Redaksi Android62

Google mulai menempatkan Gemini Intelligence lebih dalam ke Android, bukan sekadar sebagai asisten untuk menjawab perintah, tetapi sebagai alat yang dapat membantu menyelesaikan rangkaian tugas di layar tanpa banyak perpindahan aplikasi. Pendekatan ini membuat pekerjaan terasa lebih cepat karena sistem dapat membaca konteks visual yang sedang tampil, lalu menyesuaikan aksi yang paling relevan.

Gelombang awal kehadirannya akan masuk ke seri Samsung Galaxy S26 dan keluarga Google Pixel 10. Setelah itu, Google menyiapkan perluasan ke perangkat Android lain, termasuk jam pintar, mobil, kacamata pintar, hingga laptop.

Memahami konteks yang terlihat di layar

Salah satu pembeda utama Gemini Intelligence ada pada kemampuannya membaca apa yang sedang dilihat pengguna. Sistem ini tidak hanya menunggu perintah teks, tetapi juga memproses konteks visual di layar untuk menentukan tindakan yang sesuai.

Cara kerja seperti ini membuat alur penggunaan terasa lebih langsung. Misalnya, daftar belanja yang tampil di layar dapat diubah menjadi keranjang belanja online untuk pengiriman tanpa perlu menyalin isi satu per satu.

Google juga menampilkan contoh lain melalui brosur perjalanan. Dalam skenario itu, Gemini dapat dipakai untuk mencari paket tur serupa di Expedia berdasarkan informasi yang sedang terlihat di layar.

Tetap berjalan saat tugas diproses

Saat pekerjaan berlangsung, Gemini tetap aktif di latar belakang tanpa mengganggu aktivitas utama pengguna. Perkembangan prosesnya dapat dipantau lewat notifikasi sebelum pengguna memberi konfirmasi akhir.

Model ini membuat otomatisasi terasa lebih ringan karena pengguna tidak harus bolak-balik berpindah aplikasi. Kendali akhir tetap berada di tangan pengguna sehingga alurnya tetap jelas dan terarah.

Chrome Android ikut mendapat integrasi

Mulai akhir Juni 2026, browser Google Chrome di Android juga akan terhubung dengan Gemini. Integrasi ini ditujukan untuk membantu pengguna saat melakukan riset, merangkum informasi, dan membandingkan isi dari berbagai situs web dengan lebih mudah.

Google juga menambahkan Auto Browse, fitur yang memungkinkan Gemini menjalankan sejumlah aktivitas secara otomatis. Beberapa contoh tugas yang disebutkan adalah memesan janji temu atau memesan tempat parkir atas nama pengguna.

Autofill dan papan ketik ikut diperkuat

Layanan Autofill with Google mendapat dukungan Personal Intelligence dari Gemini. Teknologi ini dapat mengisi lebih banyak kolom teks kecil secara otomatis di berbagai aplikasi, termasuk Chrome.

Meski begitu, koneksi Gemini ke Autofill bersifat opsional. Pengguna harus mengaktifkannya lebih dulu sebelum fitur itu dapat dipakai.

Di sisi input teks, Google menghadirkan fitur baru di Gboard bernama Rambler. Fitur ini memungkinkan pengguna berbicara lebih natural, termasuk dengan jeda seperti “eh” dan “hmm”, atau mencampur beberapa bahasa dalam satu kalimat, lalu mengubahnya menjadi teks yang lebih rapi.

Widget dan tampilan Android juga ikut berubah

Gemini Intelligence membuka peluang pembuatan widget khusus untuk Android dan Wear OS melalui fitur Create My Widget. Pengguna cukup mengetik perintah teks, lalu sistem akan membuat widget sesuai kebutuhan.

Google juga menyebut Gemini Intelligence hadir dengan bahasa desain baru yang diperbarui. Tampilan ini dirancang agar lebih menarik secara visual sekaligus lebih fungsional, sehingga pengguna bisa tetap fokus dan tidak mudah terdistraksi saat memakai perangkat.

Dengan rangkaian fitur itu, Google terlihat ingin membawa AI ke dalam alur kerja Android yang lebih menyatu. Fokusnya bukan hanya pada jawaban cepat, tetapi juga pada pemahaman konteks, bantuan eksekusi tugas, dan kemudahan kerja lintas perangkat dalam satu pengalaman yang lebih praktis.

Source: www.beritasatu.com
Berita Terbaru