Produksi minyak mentah Venezuela tetap bertahan di kisaran 1,2 juta barel per hari meski dua gempa dahsyat mengguncang negara itu dan menewaskan hampir 1.000 orang. Di tengah kerusakan luas, sektor energi masih menjadi salah satu penopang utama agar pasokan tetap berjalan.
Menteri Perminyakan Venezuela Paula Henao menyatakan ladang-ladang minyak utama masih beroperasi normal. Ia menegaskan seluruh sumur aktif dan terus menghasilkan minyak, sehingga aktivitas produksi belum terganggu secara berarti.
Infrastruktur energi utama belum lumpuh
Gempa yang terjadi pada Rabu (24/6/2026) memang memicu kerusakan di berbagai wilayah. Namun, infrastruktur energi strategis seperti ladang minyak dan terminal ekspor disebut tidak mengalami kerusakan serius.
Kondisi itu membuat produksi minyak tetap menjadi penopang penting bagi kebutuhan energi domestik sekaligus ekspor Venezuela. Pemerintah juga masih melakukan pendataan cadangan bahan bakar, tetapi memastikan distribusi bensin dan gas untuk masyarakat tetap terjaga.
Pemulihan tersendat karena listrik belum normal
Di luar sektor hulu minyak, pemulihan pascagempa masih menghadapi hambatan besar pada jaringan listrik. Sejumlah wilayah yang berada dekat pusat gempa masih mengalami pemadaman akibat kerusakan transmisi.
Gangguan ini berdampak langsung pada bantuan kemanusiaan, pengangkutan korban, layanan rumah sakit, dan aktivitas industri. Sejumlah ruas jalan yang sempat terputus memang sudah dibuka kembali, tetapi stabilitas listrik tetap menjadi persoalan utama.
Kilang, petrokimia, dan pembangkit ikut tertekan
Kilang El Palito dengan kapasitas 146.000 barel per hari hampir berhenti beroperasi karena pasokan listrik yang terbatas. Situasi serupa juga terjadi di Kompleks Petrokimia Moron, fasilitas petrokimia terbesar kedua di Venezuela, yang masih berupaya memulihkan produksi secara bertahap.
Dua pembangkit listrik utama di wilayah tengah, Planta Centro dan Termocentro, juga belum kembali mengoperasikan seluruh unit seperti sebelum gempa. Hal ini menunjukkan bahwa stabilnya produksi minyak mentah belum otomatis diikuti pemulihan penuh pada rantai pendukung energi.
Pelabuhan dan bandara ikut terdampak
Gangguan listrik juga memukul aktivitas pelabuhan. Pelabuhan Puerto Cabello hanya beroperasi terbatas karena kekurangan listrik dan menyebabkan antrean truk pengangkut barang impor mengular di area sekitar.
Pelabuhan La Guaira bahkan masih ditutup dan dialihkan menjadi pusat operasi darurat pemerintah untuk mendukung penanganan bencana. Di sektor udara, pemerintah belum memberi kepastian soal kondisi Bandara Internasional Maiquetia meski laporan kerusakan sempat beredar di media sosial.
Sejumlah maskapai juga masih menghentikan penerbangan ke Maiquetia atau mengalihkannya ke bandara lain. Pemerintah menargetkan bandara tersebut bisa kembali melayani penerbangan komersial terbatas pada awal Juli.
