Geotab Tekan Risiko Kecelakaan Aerotrans, Armada Besar Kini Lebih Terkendali

Penurunan risiko kecelakaan menjadi hasil paling menonjol dari penerapan Geotab di Aerotrans. Sejak sistem itu digunakan pada September 2024, perusahaan mencatat peningkatan 61% dalam prediksi tingkat kecelakaan per kilometer.

Di saat yang sama, Aerotrans membukukan peringkat keselamatan 89%, lebih tinggi dibanding armada sejenis di kawasan regional. Data operasional juga menunjukkan perbaikan pada perilaku berkendara, termasuk penurunan 57% pada kejadian rem mendadak dan 66% pada akselerasi agresif.

Kendali armada bergeser ke data real-time

Aerotrans mengelola lebih dari 700 kendaraan dan membutuhkan visibilitas operasional yang lebih luas. Sebelum memakai sistem telematika, perusahaan menghadapi kesulitan untuk melihat kondisi armada secara menyeluruh dan menelusuri penyebab insiden di lapangan dengan cepat.

Untuk menjawab kebutuhan itu, Aerotrans bermitra dengan Geotab, penyedia global solusi armada terhubung. Platform tersebut memberi akses ke data real-time yang mencakup lokasi kendaraan, kondisi mesin, perilaku pengemudi, hingga potensi risiko operasional.

Direktur Aerotrans, Kadek Bayu Temaja, menegaskan bahwa perubahan ini bukan sekadar penggunaan alat baru. Menurut dia, fokus utamanya adalah keselamatan dan presisi operasional yang konsisten di seluruh armada.

Dampak ke operasional harian dan efisiensi

Selain memperkuat keselamatan, pemantauan berbasis data membantu keputusan di lapangan menjadi lebih cepat. Dalam operasi yang bergerak di lingkungan dengan tuntutan tinggi, hal itu membuat kendali armada lebih presisi.

Efek lain terlihat pada efisiensi penggunaan kendaraan. Durasi idle turun 22%, sehingga operasi menjadi lebih hemat dan lebih terkendali dari sisi pemakaian armada.

Fitur yang paling relevan untuk transportasi awak pesawat

Di industri aviasi, transportasi darat untuk awak pesawat memegang peran penting karena ketepatan waktu ikut memengaruhi kesiapan penerbangan. Karena itu, Aerotrans memanfaatkan geofencing dan pemetaan lokasi real-time agar penjemputan awak berjalan lebih presisi dan minim keterlambatan.

Kepala Pusat Pengendalian Operasi Transportasi Aerotrans, Hermawan, mengatakan geofencing memberi visibilitas real-time di area bandara utama. Fitur itu membantu pusat kendali memantau pergerakan armada dengan lebih jelas, terutama saat koordinasi di lingkungan bandara membutuhkan ketepatan tinggi.

Arah pengembangan ke ekosistem yang lebih luas

Geotab menilai kerja sama ini menunjukkan bagaimana insight real-time dapat membantu meningkatkan efisiensi sekaligus memperkuat keselamatan transportasi awak. Associate Vice President Southeast Asia Geotab, Ezanne Soh, menyebut platform tersebut dirancang untuk membantu organisasi memaksimalkan potensi armada melalui data dan teknologi canggih.

Aerotrans juga menyiapkan langkah lanjutan dengan mengintegrasikan Geotab ke TMS agar ekosistem transportasi menjadi lebih terhubung. Arah pengembangan itu tidak hanya ditujukan untuk operasional aviasi, tetapi juga berpotensi mendukung sektor lain seperti pariwisata dan logistik.

Source: teknologi.bisnis.com

Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow UsGoogle NewsFlipboard
Berita Terkait
Berita Terbaru
Populer