Gol Tendangan Bebas Menit Ke-102 Paksa Persiraja Berbagi Angka Dengan Garudayaksa

Garudayaksa FC berhasil pulang dengan satu poin dari Stadion H Dimurthala Lampineung setelah menahan imbang Persiraja Banda Aceh 2-2. Hasil itu lahir dari gol penyama kedudukan pada menit ke-102, ketika laga sudah hampir selesai dan tuan rumah bersiap merayakan kemenangan.

Pertandingan lanjutan putaran ketiga Pegadaian Championship 2025/2026 itu berjalan ketat dan penuh perubahan arah permainan. Persiraja sempat tertinggal lebih dulu, kemudian membalikkan keadaan di babak kedua, namun kehilangan tiga poin pada detik-detik akhir karena Garudayaksa tetap mampu menekan sampai peluit panjang.

Babak pertama dikuasai efektivitas Garudayaksa

Garudayaksa membuka skor pada menit ke-23 lewat Christian Frydek. Gol itu berawal dari bola liar di depan gawang yang muncul setelah tepisan kiper M Reza, lalu diselesaikan dengan baik oleh Frydek.

Situasi Persiraja pada fase awal tidak ideal karena tim tuan rumah tampil tanpa tiga pemain penting, yaitu Fitra Ridwan, Fava Sheva, dan Omid Popalzay. Kondisi tersebut membuat aliran bola Persiraja kurang rapi dan memberi ruang bagi Garudayaksa untuk mengambil kendali permainan.

Skuad asuhan Jaya Hartono pun tampil dengan pola yang lebih sederhana namun efektif. Serangan balik cepat menjadi senjata utama mereka untuk mencari kesempatan, dan cara itu cukup merepotkan barisan pertahanan Persiraja sejak menit-menit awal.

Persiraja bangkit setelah jeda

Perubahan besar terlihat setelah turun minum ketika Persiraja menaikkan intensitas serangan. Tim tuan rumah bermain lebih agresif dan mulai menekan dari berbagai sisi lapangan, sedangkan Garudayaksa harus lebih banyak bertahan.

Usaha itu berbuah pada menit ke-56 melalui sepakan jarak jauh Faris Adit. Bola tendangannya tidak bisa dijangkau kiper Rudi N Rajak, sehingga skor berubah menjadi 1-1 dan jalannya pertandingan kembali terbuka.

Gol penyama tersebut membuat Persiraja bermain lebih percaya diri. Serangan mereka terlihat lebih hidup dan tekanan ke pertahanan lawan meningkat, sehingga momentum perlahan bergeser ke kubu tuan rumah.

Gol Aditya Angga sempat bawa harapan penuh

Ketika laga memasuki menit-menit akhir, Persiraja akhirnya berbalik unggul pada menit ke-87. Aditya Angga menuntaskan umpan lambung Asgal Habib dengan sundulan yang mengarah tepat ke gawang Garudayaksa.

Gol itu sempat membuat atmosfer stadion menghangat karena Persiraja terlihat berada di jalur kemenangan. Dalam situasi seperti itu, tuan rumah tinggal menjaga keunggulan sampai akhir, terlebih karena mereka sudah memperlihatkan kebangkitan setelah kesulitan di babak pertama.

Namun, Garudayaksa tidak menyerah meski waktu terus berjalan. Tekanan tetap mereka lakukan hingga memasuki masa tambahan waktu, dan hasilnya datang saat pertandingan tampak akan selesai untuk kemenangan Persiraja.

Frydek kembali jadi pembeda di waktu tambahan

Christian Frydek kembali muncul sebagai sosok penting bagi Garudayaksa. Pada menit ke-102, ia mengeksekusi tendangan bebas yang gagal diantisipasi lawan dan mengubah skor menjadi 2-2.

Gol itu langsung memadamkan harapan Persiraja untuk mengamankan tiga poin di kandang. Laga yang dipimpin wasit Bangkit Sanjaya pun selesai tanpa pemenang setelah Garudayaksa memanfaatkan peluang terakhir dengan sangat efektif.

Hasil imbang ini berdampak langsung pada posisi kedua tim di klasemen sementara. Garudayaksa tetap bertahan di peringkat kedua dengan 46 poin, sedangkan Persiraja berada di posisi kelima dengan 38 poin.

Bagi Persiraja, hasil ini terasa seperti kehilangan dua poin karena kemenangan sudah begitu dekat. Sementara itu, Garudayaksa membawa pulang poin penting dari Lampineung berkat ketenangan dan daya juang mereka hingga detik terakhir pertandingan.

Berita Terkait