Google Maps Bisa Bikin Rute Lebih Lama, Pengaturan Ini Perlu Dimatikan

Author: Redaksi Android62

Google Maps dapat memilih jalur yang lebih lambat ketika fitur rute hemat bahan bakar aktif. Pengaturan ini membuat aplikasi tidak selalu memprioritaskan waktu tempuh tercepat, melainkan jalur yang dinilai lebih efisien untuk konsumsi bahan bakar.

Dalam praktiknya, keputusan itu bisa terasa merugikan bagi pengguna yang ingin segera tiba di tujuan. Selisih waktu tempuh bahkan disebut bisa mencapai beberapa menit, terutama ketika Google menilai dua rute memiliki estimasi waktu yang serupa.

Alasan Google Maps memilih jalur berbeda

Google Maps menghitung banyak kemungkinan rute sebelum menentukan jalur akhir. Namun, definisi rute terbaik tidak selalu sama dengan rute tercepat karena aplikasi juga mempertimbangkan efisiensi bahan bakar.

Google sebelumnya memperkenalkan fitur fuel-efficient routes di Maps. Jalur ini ditandai dengan ikon daun saat dianggap paling hemat bahan bakar, dan kini cenderung dipilih sebagai opsi utama ketika waktu tiba dinilai serupa.

Perilaku itu beralasan di atas kertas karena kondisi jalan sangat berpengaruh terhadap konsumsi bahan bakar. Rute yang datar, stabil, dan minim pemberhentian bisa lebih hemat dibanding jalur yang langsung melewati tanjakan besar, meski jalur terakhir itu terasa lebih cepat.

Dengan kata lain, Google Maps tidak sekadar mencari jalan terpendek. Aplikasi juga mengambil keputusan atas nama pengguna dengan mempertimbangkan efisiensi perjalanan, yang tidak selalu cocok bagi mereka yang mengejar waktu.

Cara mematikan rute hemat bahan bakar

Pengguna yang ingin mengembalikan prioritas ke rute tercepat dapat mengubah pengaturan di Google Maps. Caranya, buka aplikasi di Android atau iPhone, masuk ke menu Settings, lalu pilih bagian Navigation.

Setelah itu, cari opsi “Prefer fuel-efficient routes” dan nonaktifkan pengaturannya. Begitu dimatikan, Google Maps tidak lagi memprioritaskan jalur hemat bahan bakar sebagai pilihan utama saat menghitung rute.

Selain lewat pengaturan, pengguna juga bisa memilih rute secara manual sebelum navigasi dimulai. Caranya adalah mencari lokasi tujuan, mengetuk tombol “Directions”, lalu meninjau pilihan rute yang muncul sebelum menekan “Start.”

Pada layar itu, jalur hemat bahan bakar akan ditandai ikon daun. Dari sana, pengguna bisa membandingkan waktu tempuh tiap rute dan memilih opsi yang paling sesuai dengan kebutuhan perjalanan.

Meski begitu, dampaknya tidak selalu sama di semua wilayah. Pengguna yang berada di area datar bisa saja hampir tidak merasakan perbedaan, sementara mereka yang tinggal di daerah berbukit atau pegunungan lebih mungkin melihat Maps memilih jalur yang berbeda.

Dalam sejumlah kondisi, rute yang paling langsung memang bisa sekaligus menjadi rute yang paling hemat bahan bakar. Karena itu, bagi sebagian pengguna, pengaturan bawaan tersebut tidak terlalu mengganggu pemakaian sehari-hari.

Namun bagi pengguna yang mengandalkan Google Maps untuk mengejar waktu, memeriksa menu Navigation menjadi langkah penting. Satu perubahan kecil pada pengaturan itu dapat menentukan apakah aplikasi memprioritaskan efisiensi bahan bakar atau kecepatan tiba.

Berita Terbaru