Google Ternyata Paling Ramai Dipakai Untuk Hal Sederhana, Dari Memperbaiki Toilet Hingga Membantu Depresi

Banyak orang ternyata tidak datang ke Google hanya untuk mencari hiburan atau informasi besar. Data pencarian justru memperlihatkan bahwa pertanyaan yang paling sering muncul sering kali sangat praktis, mulai dari hal rumah tangga seperti cara memperbaiki toilet dan pintu, hingga urusan yang lebih sensitif seperti cara membantu seseorang yang depresi.

Simon Rogers, editor data di Google, menilai pola ini memberi gambaran yang lebih jujur tentang rasa ingin tahu kolektif. Menurut dia, pencarian di mesin telusur memperlihatkan bahwa tidak ada pertanyaan yang dianggap bodoh, karena orang memang datang saat belum tahu harus mulai dari mana.

Paling banyak dicari justru hal sederhana

Salah satu temuan yang menonjol adalah tingginya minat terhadap keterampilan hidup yang paling dasar. Cara merebus telur masuk dalam daftar pencarian makanan yang paling banyak dicari di seluruh dunia.

Selain itu, pencarian seperti cara memperbaiki toilet dan cara memperbaiki pintu juga sering muncul. Bagi Rogers, hal-hal semacam ini bukan sekadar pertanyaan kecil, melainkan tanda bahwa banyak orang sedang berusaha memahami sesuatu dari awal.

Mesin pencari, dalam pandangannya, menjadi ruang yang tidak menghakimi. Karena itu, jutaan kueri sederhana justru menunjukkan kesediaan orang untuk belajar, meski topiknya tampak sangat mendasar.

Minat soal kerja ikut bergeser

Topik pekerjaan tetap ramai dicari, tetapi arah minatnya tidak lagi sama seperti sebelumnya. Dulu, banyak orang mencari cara meminta kenaikan gaji, cara meminta masukan, cara meminta surat rekomendasi, sampai karier bergaji tinggi.

Google Trends menunjukkan ada perubahan yang cukup jelas dalam beberapa tahun belakangan. Kini, pencarian tentang pekerjaan yang bisa membantu sesama bahkan melampaui minat terhadap pekerjaan dengan bayaran tinggi.

Di kelompok ini, terapis, pekerja sosial, dan psikolog menjadi beberapa karier yang paling sering dicari. Pola tersebut memperlihatkan bahwa banyak orang tidak hanya mempertimbangkan uang, tetapi juga makna dari pekerjaan yang mereka jalani.

Ketika orang mencari cara membantu orang lain

Pola pencarian yang bertema “cara membantu” juga menonjol. Rogers menyebut kueri jenis ini sangat kuat di Amerika Serikat dan Inggris selama dekade terakhir.

Salah satu yang paling banyak dicari adalah cara membantu seseorang yang mengalami depresi. Setelah itu, pencarian tentang kecemasan dan serangan panik juga muncul tinggi, menandakan besarnya kebutuhan orang untuk memahami cara mendampingi orang terdekat.

Temuan ini juga mengingatkan bahwa dukungan medis dan akses terhadap bantuan kesehatan mental profesional sangat penting. Rogers melihat naluri pertama manusia saat menyaksikan orang lain berjuang memang ingin membantu, meski tidak selalu tahu harus berbuat apa.

Cermin rasa ingin tahu dan kepedulian

Dari pola-pola itu, Google tampak seperti cermin dua hal yang berjalan bersamaan, yakni kecemasan dan empati. Di satu sisi, orang mencari jawaban untuk urusan yang sangat dasar, sementara di sisi lain mereka juga mencari cara menjadi berguna bagi orang lain.

Rogers menilai manusia memang tidak sempurna, tetapi punya lebih banyak kesamaan daripada yang sering dibayangkan. Dari cara merebus telur sampai cara mendukung orang yang sedang depresi, kebiasaan mencari di internet menunjukkan bahwa rasa ingin tahu dan kepedulian masih sangat kuat.

Source: www.beautynesia.id

Berita Terkait