Gran Max menjadi penopang paling besar bagi penjualan Daihatsu selama Januari-Mei 2026. Dalam periode itu, keluarga kendaraan niaga ringan ini menyumbang lebih dari separuh total penjualan merek tersebut, melampaui kontribusi model LCGC yang selama ini identik dengan volume besar.
Kinerja itu terlihat dari data ritel Daihatsu yang mencapai 12.531 unit pada Mei 2026. Jika dijumlahkan sejak Januari, total penjualannya sampai Mei 2026 berada di angka 59.484 unit, dan dari sana Gran Max series menyumbang 30.454 unit.
Gran Max unggul dari sisi volume
Kontribusi terbesar datang dari Gran Max Pick Up yang terjual 20.294 unit. Posisinya setara sekitar 34% dari total penjualan Daihatsu dalam lima bulan pertama tahun ini.
Gran Max Mini Bus juga ikut memberi dorongan kuat dengan 10.160 unit. Jika kedua model itu digabung, kontribusinya mencapai sekitar 51% dari total penjualan Daihatsu.
Komposisi tersebut memperlihatkan bahwa kendaraan niaga ringan masih sangat penting bagi pasar Daihatsu di Indonesia. Kebutuhan untuk distribusi barang dan operasional usaha tampak menjadi salah satu faktor utama yang menjaga permintaan tetap tinggi.
LCGC tetap laku, tetapi bukan yang paling dominan
Di sisi lain, Sigra dan Ayla masih memegang peran penting di segmen mobil penumpang. Hingga Mei 2026, keduanya mencatat penjualan sekitar 17.893 unit, atau sekitar 30% dari total penjualan Daihatsu.
Angka itu menunjukkan LCGC masih punya tempat besar di pasar. Namun, sumbangannya masih berada di bawah Gran Max series yang justru menjadi motor utama penjualan Daihatsu dalam periode yang sama.
Selain dua model tersebut, Terios juga memberi hasil yang cukup solid. Model ini membukukan 6.063 unit, setara sekitar 10% dari total penjualan.
Sementara itu, Xenia, Rocky, Sirion, dan Luxio jika digabung menyumbang sekitar 5 ribuan unit. Porsinya berada di kisaran 9%, sehingga portofolio Daihatsu terlihat tersebar di beberapa segmen, meski kendaraan niaga tetap paling kuat.
Dorongan pasar datang dari banyak wilayah
Daihatsu menyebut sekitar 99% kendaraan yang terjual di Indonesia merupakan produk buatan dalam negeri. Kondisi ini menegaskan besarnya peran produksi lokal dalam memenuhi kebutuhan pasar domestik.
Marketing Director dan Corporate Communication Director PT Astra Daihatsu Motor Sri Agung Handayani menyampaikan bahwa performa positif itu didorong kepercayaan pelanggan di segmen ritel maupun fleet. Ia juga menyoroti jangkauan konsumen Daihatsu yang luas, mulai dari wilayah urban hingga rural atau remote area.
Menurut Sri Agung, kontribusi wilayah rural atau remote area bisa mencapai lebih dari 40%. Angka itu disebut lebih tinggi dibandingkan pasar otomotif nasional secara umum.
Jangkauan yang luas membuat permintaan tidak hanya bertumpu pada kota besar. Daihatsu melihat kebutuhan kendaraan fungsional dan produktif juga kuat di wilayah yang lebih jauh dari pusat kota.
Jaringan layanan ikut menjaga penjualan
Untuk mendukung pelanggan, Daihatsu memiliki 250 outlet, 170 bengkel resmi, 320 armada DMS, dan 3.320 part shop. Seluruh jaringan itu tersebar di lebih dari 500 kota dan kabupaten di Indonesia.
Ketersediaan layanan tersebut menjadi salah satu penopang penting bagi penjualan dan purnajual. Dengan basis layanan yang luas, Daihatsu memiliki jangkauan yang selaras dengan sebaran konsumennya.
Melihat komposisi penjualan pada Mei 2026, kenaikan ritel Daihatsu sebesar 25% dibandingkan Mei tahun sebelumnya tidak hanya ditopang satu model penumpang. Gran Max justru tampil sebagai kendaraan yang paling menentukan arah penjualan, sementara LCGC tetap menjaga kontribusi penting di belakangnya.
Source: oto.detik.com






