Gunung Es Greenland Melonjak, Laut Dalam dan Pelayaran Arktik Ikut Terdampak

Author: Redaksi Android62

Pencairan gletser Greenland kini memicu perubahan yang jauh melampaui permukaan laut. Di Selat Fram, jumlah kejadian gunung es tercatat meningkat empat kali lipat sejak tahun 2000, menandakan arus perubahan yang ikut menjalar ke pelayaran dan ekosistem laut dalam.

Kenaikan itu bukan hanya soal lebih banyak bongkahan es yang lepas dari daratan. Gunung es yang bergerak di perairan Arktik membawa batuan dan sedimen dalam jumlah besar sejauh beberapa ratus kilometer ke lepas pantai sebelum akhirnya tenggelam di dasar laut.

Dampak yang tidak berhenti di permukaan

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa pencairan es di Greenland mengubah lalu lintas gunung es, lalu memengaruhi ketersediaan habitat dasar laut yang keras di laut dalam. Proses ini membuat material fisik dari daratan ikut memodifikasi kondisi dasar samudra.

Dalam praktiknya, es yang mencair tidak hanya menambah volume air laut. Material yang ikut terbawa gunung es menciptakan lingkungan baru yang dapat dimanfaatkan organisme laut dalam, sehingga hubungan antara lapisan es dan kehidupan di kedalaman laut menjadi semakin erat.

Perubahan pola pelepasan es

Selain jumlahnya meningkat, pola kemunculan kelompok gunung es juga berubah. Proporsi kelompok gunung es yang berasal dari Greenland dan Arktik Rusia, serta terdiri dari lebih dari lima gunung es, naik 4,5 persen per dekade sejak awal abad ini.

Data itu menunjukkan bahwa persoalan pelepasan es tidak hanya menyangkut kuantitas. Bentuk dan ukuran kelompok gunung es juga ikut berubah, dan hal tersebut memengaruhi cara mereka bergerak di perairan Arktik.

Temuan Utama Rincian
Kejadian gunung es di Selat Fram Meningkat empat kali lipat sejak tahun 2000
Kelompok gunung es besar Naik 4,5 persen per dekade sejak awal abad ini
Jangkauan material Batuan dan sedimen terbawa beberapa ratus kilometer ke lepas pantai

Risiko baru bagi jalur laut utara

Saat es Greenland mencair, permukaan laut memang ikut naik. Namun, para peneliti menegaskan bahwa dampaknya juga menjangkau lalu lintas maritim di kawasan utara, terutama ketika rute pelayaran baru di Arktik mulai lebih sering digunakan.

Di saat yang sama, risiko kapal bertabrakan dengan gunung es menjadi lebih tinggi. Pergerakan gunung es yang meningkat tajam membuat kawasan yang dibuka untuk pelayaran menyimpan tantangan keamanan yang lebih besar dari sebelumnya.

Ekosistem laut dalam ikut berubah

Bagi laut dalam, gunung es berperan sebagai pembawa material dari permukaan menuju dasar laut. Batuan dan sedimen yang ikut hanyut dapat mengubah kondisi habitat di lokasi yang jauh dari sumber pencairan.

Karena itu, pencairan gletser Greenland kini dipahami bukan semata-mata sebagai isu kenaikan muka laut. Perubahan ini juga membentuk ulang hubungan antara permukaan es, perairan Arktik, dan kehidupan di kedalaman laut yang selama ini tampak terpisah jauh dari gletser.

Source: www.idntimes.com
Berita Terbaru