Great Wall Motor menyiapkan langkah besar untuk kembali memperkuat posisinya di Eropa lewat 10 model baru yang akan dikenalkan hingga akhir 2026. Arah baru ini tidak lagi hanya bertumpu pada mobil listrik murni, melainkan dibuat lebih beragam agar bisa menjawab pasar yang belum sepenuhnya bergeser ke kendaraan listrik penuh.
Strategi tersebut muncul ketika permintaan kendaraan listrik murni di Eropa disebut mulai stagnan. Karena itu, GWM memilih pendekatan yang lebih fleksibel dengan menawarkan beberapa jenis penggerak sekaligus, mulai dari BEV, PHEV, sampai model bermesin pembakaran internal.
Portofolio dibuat lebih luas, tidak lagi serba listrik
Nama GWM di Eropa selama ini erat dengan Ora, merek yang identik dengan mobil listrik penuh. Kini, perusahaan tampak mengubah cara bermain dengan tidak menempatkan EV murni sebagai satu-satunya tumpuan.
Langkah ini menunjukkan bahwa GWM membaca ulang kondisi pasar dengan mempertimbangkan harga, teknologi, dan kebutuhan harian konsumen. Dengan pilihan yang lebih beragam, perusahaan berupaya menjangkau pembeli yang belum siap beralih total ke mobil listrik.
Pendekatan baru tersebut juga menandai perubahan cara GWM membangun identitas bisnis di Eropa. Jika sebelumnya sub-merek dipisahkan secara tegas, kini arah penawarannya dibuat lebih sederhana dan lebih mudah dipahami pasar.
Ekspansi pasar dimulai bertahap
Sebelum kembali memperluas jangkauan, GWM sempat melakukan konsolidasi dan menutup kantor pusat Eropa di Munich. Setelah itu, perusahaan menyiapkan pola ekspansi bertahap yang dimulai dari beberapa negara utama.
Italia dan Spanyol disebut menjadi pasar berikutnya pada Juni 2026, lalu Polandia menyusul pada Juli. Dengan tahapan tersebut, jangkauan GWM ditargetkan mencapai 13 negara di Eropa pada akhir periode itu.
Rencana ini tidak hanya soal menambah titik penjualan. GWM juga ingin membangun kembali pijakan regional yang lebih kuat melalui distribusi yang lebih terstruktur dan lebih dekat ke pasar lokal.
Produksi lokal disiapkan untuk fase berikutnya
Selain memperluas pasar, GWM juga menyiapkan landasan manufaktur di Eropa. Perusahaan berencana membangun fasilitas produksi sendiri pada 2029 dengan kapasitas hingga 300.000 unit per tahun.
Keberadaan pabrik lokal dinilai penting untuk mempercepat suplai kendaraan ke pasar setempat. Produksi di Eropa juga dapat membantu GWM mengurangi risiko pembatasan atau tarif impor yang berpotensi menekan harga jual.
Dari sisi bisnis, langkah ini memperlihatkan bahwa comeback GWM tidak ditujukan sebagai proyek singkat. Perusahaan tampak ingin membangun struktur yang lebih permanen agar tetap kompetitif saat pasar berubah atau kebijakan perdagangan semakin ketat.
Ora 5 jadi pembuka dari 10 model baru
Peluncuran model anyar akan dimulai pada paruh pertama 2026. Salah satu model awal yang sudah disiapkan adalah Ora 5, city car kecil yang akan hadir dalam pilihan EV, bensin, dan hybrid.
Pilihan itu memperlihatkan perubahan besar dalam cara GWM memandang kebutuhan konsumen. Alih-alih menawarkan satu teknologi untuk semua pembeli, perusahaan memberi lebih banyak opsi sesuai preferensi dan daya beli.
Setelah Ora 5, GWM juga akan membawa SUV Jolion Max dan kendaraan off-road H7. Susunan model tersebut menunjukkan bahwa ekspansi GWM tidak dibatasi pada satu segmen, melainkan menyasar berbagai tipe pembeli di pasar Eropa.
Platform baru jadi penopang fleksibilitas
Untuk mendukung strategi itu, GWM akan memakai platform “GWM ONE”. Platform ini dirancang agar perusahaan bisa lebih cepat menyesuaikan model dan pilihan powertrain mengikuti perubahan permintaan pasar.
Dengan satu payung platform, GWM memiliki ruang lebih besar untuk merespons pergeseran minat konsumen antara EV, hybrid, maupun mesin konvensional. Cara ini memberi fleksibilitas tanpa membuat perusahaan terlalu bergantung pada satu tren teknologi.
Jika seluruh rencana berjalan sesuai target, GWM akan hadir dengan 10 model baru, jangkauan 13 negara, dan rencana pabrik berkapasitas 300.000 unit per tahun. Kombinasi itu memperlihatkan bahwa perusahaan ingin kembali ke Eropa bukan sekadar hadir lagi, tetapi membangun posisi yang lebih tahan terhadap perubahan pasar.
Source: www.notebookcheck.net






