Kondisi Haji Bolot mulai menunjukkan perkembangan positif setelah menjalani perawatan intensif akibat serangan jantung. Sang komedian senior kini tidak lagi dirawat di ICU, melainkan sudah dipindahkan ke ruang Intensive Cardiac Care Unit atau ICCU.
Perpindahan ruang perawatan itu menjadi sinyal penting bagi keluarga, karena Haji Bolot sudah mulai memberi respons setelah sebelumnya sempat tidak sadarkan diri selama dua hari. Nurhayati, istri Haji Bolot, menyampaikan bahwa kondisi suaminya kini lebih baik dibandingkan masa kritis yang sempat dilalui.
Masih dalam pengawasan medis ketat
Meski ada kemajuan, Haji Bolot tetap berada dalam pemantauan tim medis. Penanganan di ICCU menunjukkan bahwa fokus perawatan masih diarahkan pada pemulihan fungsi jantung dan kondisi tubuh secara keseluruhan.
Nurhayati mengatakan, “Baba sekarang berada di ruangan ICCU. Alhamdulillah sudah respons, sudah ada kemajuan.” Ia juga menegaskan, “Alhamdulillah, Baba sekarang sudah tidak di ICU lagi.”
Sempat dirujuk dari dua rumah sakit
Penanganan medis Haji Bolot dimulai di Rumah Sakit Sari Asih sebelum akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Fatmawati. Rujukan dilakukan karena kebutuhan penanganan untuk serangan jantung berat tidak tersedia secara memadai di rumah sakit sebelumnya.
Setibanya di Fatmawati, Haji Bolot langsung mendapatkan tindakan lanjutan. Menurut Nurhayati, kondisi yang dialami suaminya memang tergolong berat sehingga membutuhkan fasilitas dan pengawasan yang lebih lengkap.
Riwayat kesehatan lain ikut menjadi perhatian
Selain masalah jantung, Haji Bolot juga memiliki riwayat gangguan kesehatan lain yang membuat keluarga semakin waspada. Nurhayati mengungkapkan suaminya pernah menjalani cuci darah satu kali karena infeksi bakteri pada ginjal, meski bukan sebagai tindakan rutin.
Ia juga menduga kebiasaan merokok ikut memberi pengaruh terhadap kondisi tubuh Haji Bolot. Nurhayati menyebut suaminya masih sulit berhenti merokok dan bisa menghabiskan hingga tiga bungkus sehari.
“Kalau makanan memang enggak ada pantangan, tetapi cuma rokok yang enggak bisa dilarang. Sehari bisa tiga bungkus, mungkin karena faktor itu,” ujar Nurhayati.
Ada tindakan tambahan selama perawatan
Selama proses perawatan, dokter tidak hanya memasang ring jantung, tetapi juga melakukan tindakan lain untuk membantu kondisi pernapasan Haji Bolot. Salah satunya adalah menyedot dahak yang terdapat di paru-paru.
Nurhayati menyampaikan bahwa tindakan itu dilakukan bersamaan dengan pemasangan ring. Dengan perkembangan terbaru tersebut, keluarga berharap kondisi Haji Bolot terus membaik secara bertahap meski pengawasan medis masih diperlukan.
Source: www.beritasatu.com






