Haji Haryanto Buka Lagi Pintu untuk Rian, Ini Syarat yang Tetap Dipasang

Author: Redaksi Android62

Haji Haryanto kembali memberi kepercayaan kepada Rian Mahendra untuk menangani operasional PO Haryanto, tetapi urusan keuangan tetap tidak diserahkan kepadanya. Susunan ini menunjukkan bahwa keluarga Haryanto memilih jalur aman dengan membagi peran sesuai kapasitas yang dinilai paling tepat.

Keputusan itu juga menandai harapan Haji Haryanto agar putra pertamanya benar-benar menjadi penerus usaha keluarga. Ia menilai Rian memiliki kecerdasan dan kemampuan strategi yang dibutuhkan untuk menggerakkan perusahaan otobus yang sudah lama dibangun bersama keluarga.

Operasional Kembali Ditangani Rian

Dalam susunan kerja yang kembali diberikan, Rian Mahendra ditempatkan sebagai direktur operasional PO Haryanto. Ia akan mengatur lapangan, sementara bagian keuangan tetap berada di luar kendalinya.

Haji Haryanto menilai keputusan itu penting karena perusahaan masih memiliki tanggungan yang harus diselesaikan. Ia juga menyebut telah menyiapkan armada baru dan merasa lebih semangat setelah Rian kembali pulang ke perusahaan.

Hal Keterangan
Jabatan Rian Mahendra Direktur operasional PO Haryanto
Bagian kerja Mengatur lapangan, tidak memegang keuangan
Alasan tidak pegang finance Dinilai boros jika mengelola keuangan
Respons Haji Haryanto Sudah menyiapkan armada baru dan semangat membangkitkan perusahaan

Rian Dipandang sebagai Penerus

Haji Haryanto menyebut Rian sebagai sosok yang sejak awal memang ditunggu untuk melanjutkan usaha keluarga. Dalam keterangannya kepada detikcom di garasi bus PO Haryanto, Kudus, ia menegaskan bahwa Rian adalah anak yang pintar dan cerdas.

“Ini sangat istimewa karena anak saya ini (Rian Mahendra) yang saya tunggu-tunggu untuk menjadi penerus. Karena dia itu pintar, pintar, cerdas,” kata Haji Haryanto kepada detikcom ditemui di garasi bus PO Haryanto di Kudus, Kamis (2/6).

Ia juga menyoroti kemampuan strategi Rian untuk perusahaan. Menurutnya, putra pertamanya itu memiliki “strategi perang” yang bisa membantu PO Haryanto berkembang lebih jauh.

“Dia memang itu, Rian pintar, strategi perang untuk perusahaan itu pintar. Ini sudah saya siapkan armada yang baru-baru. Dengan Mas Rian pulang saya semangat untuk Haryanto bangkit. Bagaimana kalau tidak bangkit karena masih ada tanggungan yang harus kita selesaikan ini,” ungkapnya.

Hubungan Keluarga dan Harapan Bangkit Bersama

Kepulangan Rian juga dipandang sebagai momen yang membuat suasana keluarga kembali rukun. Haji Haryanto mengaku senang melihat anaknya pulang dan menegaskan bahwa anak adalah harta yang tidak ternilai.

“Saya sudah senang Mas Rian pulang, anak rukun. Anak itu harta tidak ternilai harganya,” tuturnya.

Dalam pandangannya, pekerjaan keluarga tidak selalu berjalan sederhana karena peran orang tua dan anak bisa bergeser tergantung situasi. Ia menilai kerja yang dilakukan sekarang tetap diarahkan untuk kepentingan anak dan kelanjutan usaha keluarga.

“Terkadang anak itu, kalau orang tua punya, itu yang punya anak, tapi kalau anak punya, orang tua jadi babu. Kebanyakan seperti itu. Kerja seperti ini buat siapa kalau tidak buat anak,” tambahnya.

Rian sebelumnya sempat dikeluarkan dari perusahaan otobus milik ayah kandungnya tersebut. Kini, ia kembali dipercaya di bagian operasional, sementara pengelolaan keuangan tetap tidak diberikan kepadanya.

Dengan keputusan itu, PO Haryanto tampak berusaha menjaga keseimbangan antara kepercayaan keluarga dan kebutuhan bisnis. Rian diberi ruang untuk bekerja di sektor yang dianggap cocok, sementara arah perusahaan tetap dijaga agar bisa bangkit bersama.

Source: oto.detik.com
Berita Terbaru