Hak Cipta dan Lagu Mungkinkah, Ndhank Surahman Hartono Tutup Usia

Asosiasi Komposer Seluruh Indonesia (AKSI) menyampaikan kabar duka atas wafatnya Ndhank Surahman Hartono. Sosok yang dikenal sebagai eks gitaris Stinky sekaligus pencipta lagu “Mungkinkah” itu meninggalkan jejak penting dalam musik Indonesia, baik melalui karya populer maupun perjuangannya soal hak cipta.

Dalam pernyataannya melalui unggahan Instagram, AKSI menyoroti peran Ndhank bukan hanya sebagai musisi, tetapi juga sebagai figur yang memberi kontribusi besar bagi perjalanan para pencipta lagu. Organisasi itu menyebut almarhum sebagai bagian dari keluarga besar AKSI yang aktif dalam ruang perjuangan dan pengabdian.

Nama yang lekat dengan Stinky

Bagi banyak pendengar musik Indonesia, nama Ndhank paling mudah diingat lewat Stinky. Ia menjadi bagian dari formasi awal band tersebut yang terbentuk pada 1995, bersama Andre Taulany di vokal, Helman Maulana atau Nano di gitar, Irwan Batara di bass, dan Edy Suryo Triputranto di drum.

Formasi itu ikut membangun identitas Stinky sebagai band rock yang sempat menarik perhatian publik. Dari sana, karya-karya Ndhank mulai dikenal luas dan membuat namanya berada di deretan pencipta lagu yang diperhitungkan.

Popularitas Stinky ikut terangkat melalui lagu-lagu ciptaan Ndhank yang mendapat sambutan besar dari pendengar. Dua judul yang paling identik dengan dirinya adalah “Mungkinkah” dan “Jangan Tutup Dirimu”, dua lagu yang sampai sekarang masih sering disebut ketika membahas perjalanan band tersebut.

Karya yang terus diingat

AKSI menegaskan bahwa karya Ndhank akan terus dikenang lintas generasi. Pernyataan itu menunjukkan bahwa pengaruhnya tidak berhenti pada masa aktifnya bersama Stinky, tetapi tetap hidup lewat lagu-lagu yang sudah akrab di telinga publik.

Salah satu penanda paling kuat dari kontribusinya memang datang dari “Mungkinkah”. Lagu itu tidak hanya membawa nama Stinky semakin dikenal, tetapi juga memperlihatkan peran Ndhank sebagai sosok di balik lahirnya karya yang bertahan lama di ingatan pendengar.

Di sisi lain, AKSI juga menyebut Ndhank sebagai pencipta lagu dan musisi Indonesia yang pernah menjadi eks gitaris @stinkyband. Pengakuan tersebut mempertegas bahwa posisinya dalam industri musik tidak bisa dilepaskan dari dua hal sekaligus, yakni karya dan peran profesionalnya sebagai musisi.

Perhatian pada hak cipta

Selain dikenal lewat lagu, Ndhank juga dikenang karena sikapnya yang vokal soal perlindungan karya. AKSI menyebut almarhum memiliki komitmen untuk memperjuangkan penghargaan terhadap pencipta lagu di Indonesia.

Perannya itu membuat namanya tidak hanya lekat pada panggung musik, tetapi juga pada pembahasan yang lebih luas tentang hak cipta. Dalam konteks industri musik, sikap seperti ini sering menjadi perhatian karena menyangkut posisi pencipta lagu dalam menikmati hasil karyanya.

Ndhank juga disebut aktif dalam keluarga besar AKSI. Keterlibatannya dalam organisasi itu menempatkannya sebagai salah satu figur yang ikut berbicara dan bergerak dalam isu perlindungan hak pencipta.

Polemik royalti yang sempat mencuat

Sebelum wafat, nama Ndhank sempat menjadi sorotan karena persoalan royalti lagu “Mungkinkah”. Ia sempat melayangkan somasi terkait haknya atas lagu tersebut, dan isu itu ikut memancing perhatian publik karena berkaitan langsung dengan pembagian royalti.

Setelah polemik tersebut mencuat, Ndhank sempat menyampaikan permintaan maaf melalui media sosial atas keributan yang terjadi. Peristiwa itu kemudian menegaskan kembali bahwa persoalan hak cipta masih menjadi isu penting yang kerap memunculkan respons luas di dunia musik.

Meski sempat diwarnai persinggungan soal royalti, jejak Ndhank tetap banyak diingat melalui karya yang ia tinggalkan. Sosoknya hadir dalam dua ruang sekaligus, yaitu sebagai pencipta lagu yang melahirkan karya populer dan sebagai musisi yang bersuara untuk penghargaan atas hak cipta.

Ucapan duka dari AKSI

Dalam pesan belasungkawa yang disampaikan, AKSI mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan. Organisasi itu juga berharap Ndhank mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.

Ucapan duka tersebut menjadi penanda bahwa kepergian Ndhank tidak hanya meninggalkan kehilangan bagi dunia musik, tetapi juga bagi para pegiat yang selama ini memperjuangkan hak para pencipta lagu. Di tengah berita wafatnya, namanya kembali dikenang sebagai bagian penting dari perjalanan musik Indonesia.

Source: www.medcom.id

Berita Terkait