Hall Effect Kini Turun Ke Kelas Murah, Controller Gaming 2026 Makin Sulit Dipilih

Tahun 2026 membuat pasar controller gaming berubah jauh lebih cepat dari yang banyak diperkirakan. Fitur yang dulu hanya ada di kelas premium, seperti Hall Effect sticks, polling rate tinggi, tombol kustom, dan dukungan lintas platform, kini mulai hadir di harga yang lebih ramah.

Perubahan ini membuat pilihan controller jauh lebih menarik, tetapi juga lebih membingungkan. Pembeli kini tidak hanya melihat nama besar, melainkan juga harus menimbang kecocokan perangkat, jenis koneksi, serta fitur yang benar-benar dipakai saat bermain.

Fitur premium yang kini turun kelas

Salah satu ciri paling kuat dari pergeseran ini adalah hadirnya Hall Effect thumbsticks dan trigger di model yang lebih murah. Teknologi ini banyak dicari karena membantu menekan risiko stick drift dan memberi daya tahan lebih panjang.

GameSir G7 SE menjadi contoh yang menonjol di segmen ini. Controller kabel tersebut dijual 5,098 Rupees di Amazon dan membawa Hall Effect thumbsticks, latensi rendah, trigger responsif, tombol yang bisa dikustomisasi, serta grip yang nyaman untuk permainan kompetitif.

Keunggulan koneksi kabel juga membuat G7 SE terasa stabil untuk sesi bermain yang menuntut presisi. Bagi pemain yang mengejar kombinasi durabilitas dan performa, paket seperti ini sulit diabaikan.

Pilihan premium tetap punya tempat

Meski pasar makin terbuka untuk model murah, controller premium masih punya daya tarik kuat. Sony PS5 DualSense Wireless Controller tetap menjadi salah satu nama paling menarik untuk pengguna PS5 maupun PC, dengan harga 6,149 Rupees di Flipkart.

Daya tarik utamanya ada pada adaptive triggers yang bisa mengubah resistansi secara dinamis. Selain itu, haptic feedback, mikrofon bawaan, motion controls, touchpad, dan desain ergonomis membuat DualSense tetap relevan untuk sesi bermain panjang.

Microsoft Xbox X/S Wireless Controller juga masih menjadi opsi aman bagi banyak gamer. Di Flipkart, harganya tercatat 5,699 Rupees dan dukungannya luas untuk konsol maupun PC.

Controller ini membawa desain ergonomis yang terus disempurnakan, trigger yang responsif, hybrid D-pad, dan konektivitas Bluetooth. Karena itu, perangkat ini mudah dipakai di PC, smartphone, tablet, hingga konsol Xbox.

Kelas menengah ikut ikut naik

Segmen menengah juga tidak kalah agresif. Kreo Surge Ultra hadir di Flipkart seharga 3,999 Rupees dan menyasar gamer PC yang ingin spesifikasi lebih tinggi tanpa masuk ke kelas premium.

Controller ini membawa polling rate 1000Hz, kontrol yang bisa dikustomisasi, serta Hall Effect thumbsticks. Kreo juga menambahkan tombol yang dapat ditukar, magnetic faceplate, layout ABXY yang bisa disesuaikan, pengaturan brightness, dan baterai 12 jam.

Di sisi lain, EvoFox One X menjadi pilihan menarik untuk pembeli yang mengejar harga lebih terjangkau dengan tampilan premium. Harganya 2,799 Rupees di Flipkart, dengan kompatibilitas luas, layout yang familier, koneksi wireless, dan desain yang nyaman dipakai lama.

EvoFox One X juga membawa 6-axis gyroscope, programmable back buttons, dan tambahan trigger. Kombinasi ini membuatnya tetap relevan untuk game kompetitif maupun judul yang memanfaatkan kontrol gerak.

Budget kini tidak lagi identik dengan fitur minim

Pergeseran paling jelas terlihat di kelas murah. 8BitDo Ultimate 2C dijual 2,849 Rupees di Amazon, tetapi tetap membawa build yang terasa premium dan fitur yang biasanya dicari di kelas lebih tinggi.

Model ini dibekali Hall Effect thumbsticks, tombol responsif, dukungan multi-platform, desain transparan, polling rate 1000Hz, serta bumper L4/R4 yang bisa di-remap. Dengan paket seperti itu, 8BitDo menunjukkan bahwa fitur premium tidak lagi eksklusif untuk controller mahal.

Cosmic Byte Ares Pro juga ikut menguatkan tren ini. Controller wireless tersebut dibanderol 2,349 Rupees di Amazon dan dikenal sebagai salah satu opsi murah dengan fitur yang sangat lengkap di India.

Ares Pro menawarkan kontrol responsif, beberapa opsi konektivitas, desain ergonomis, Hall Effect joysticks dan triggers, polling rate 1000Hz, backlit buttons, serta port audio 3.5mm. Untuk harga yang lebih rendah, daftar fiturnya terasa sangat agresif.

Pada akhirnya, pilihan terbaik tetap bergantung pada kebutuhan masing-masing pemain. Gamer PS5 dan PC yang mencari pengalaman imersif masih bisa mengandalkan DualSense, sementara pengguna yang menginginkan solusi praktis dan kompatibilitas luas sering lebih cocok dengan controller Xbox.

Source: tech.sportskeeda.com

Berita Terkait