Struktur Galaksi Sombrero kembali menarik perhatian setelah citra barunya memperlihatkan halo bercahaya yang jauh lebih luas dari yang selama ini terlihat. Lapisan luar itu bahkan disebut mencapai ukuran sekitar tiga kali lebih besar daripada bagian galaksi utamanya, sehingga memberi petunjuk bahwa Sombrero menyimpan lingkungan kosmik yang jauh lebih kompleks.
Di bagian bawah citra tersebut, tampak pula aliran bintang besar yang membentang di dekat galaksi. Struktur ini menjadi sorotan karena diduga merupakan sisa jejak peristiwa purba, kemungkinan ketika sebuah galaksi yang lebih kecil bergabung dengan Galaksi Sombrero dan meninggalkan rangkaian bintang yang masih bisa terdeteksi hingga kini.
Citra terbaru ini diambil dengan Dark Energy Camera atau DECam pada Teleskop Victor M. Blanco. Instrumen itu mampu menampilkan Sombrero “seperti belum pernah terlihat sebelumnya” karena detail yang sebelumnya sulit diamati kini muncul jauh lebih tajam.
Galaksi Sombrero, yang juga dikenal sebagai Messier 104, berada sekitar 30 juta tahun cahaya dari Bumi. Dengan diameter sekitar 50.000 tahun cahaya, galaksi ini sudah lama menjadi objek favorit pengamatan karena bentuknya yang khas dan mudah dikenali.
Siluetnya memang menyerupai topi tradisional Meksiko, tetapi foto baru menunjukkan bahwa daya tarik Sombrero tidak berhenti pada bentuk ikoniknya. Lapisan-lapisan struktur di sekelilingnya justru membuka gambaran yang lebih kaya tentang bagaimana galaksi ini tersusun.
Temuan pada bagian luar galaksi menjadi penting karena area seperti halo dan aliran bintang sering menyimpan petunjuk tentang interaksi masa lalu. Dalam kasus Sombrero, jejak visual tersebut mendukung dugaan bahwa galaksi ini pernah mengalami penggabungan dengan objek lain di masa lampau.
Selain struktur luar yang menonjol, Sombrero juga dikenal memiliki sekitar 2.000 gugus bintang globular. Jumlah itu menunjukkan bahwa galaksi ini dikelilingi populasi objek tua dalam skala besar, yang menambah nilai ilmiahnya di mata astronom.
Di pusat galaksi ini juga terdapat lubang hitam supermasif, serupa dengan yang ada di Bima Sakti. Keberadaan inti galaksi yang besar, gugus bintang globular yang melimpah, serta halo bercahaya yang luas membuat Sombrero menjadi sumber informasi penting untuk memahami evolusi galaksi.
Pengamatan baru ini menunjukkan bahwa galaksi yang sudah lama dikenal pun masih bisa menyimpan kejutan. Dengan detail yang lebih jelas, Sombrero kini tampil bukan hanya sebagai objek langit yang indah, tetapi juga sebagai arsip visual yang memuat jejak tabrakan dan pertumbuhan kosmiknya.
Source: www.notebookcheck.net






