Hanasui resmi melangkah ke pasar Jepang dengan mengirim tujuh varian Power Serum ke lebih dari 1.500 gerai di seluruh negeri. Ekspansi ini menandai serum Indonesia pertama yang masuk ke Jepang, salah satu pasar kecantikan paling selektif di dunia.
Jaringan distribusinya mencakup ritel besar seperti Don Quijote dan AEON. Kehadiran di rak toko-toko itu memberi Hanasui akses langsung ke konsumen Jepang yang dikenal menuntut kualitas tinggi dan konsistensi produk.
Masuk lewat pasar yang sangat ketat
Langkah tersebut menjadi capaian penting bagi Hanasui sekaligus industri kecantikan Indonesia. Jepang bukan pasar yang mudah ditembus karena regulasinya ketat dan diawasi oleh Pharmaceuticals and Medical Devices Agency atau PMDA.
Shingo Furuta, perwakilan distributor Jepang, bersama Ferry Firmanto, CEO PT Eka Jaya Internasional Kidung Jagad Wening sekaligus Head of Brand PT Eka Jaya Internasional, menyebut ekspansi ini sebagai kelanjutan dari penerimaan positif di Malaysia dan Singapura. Dari dua pasar itu, Jepang dipandang sebagai tujuan berikutnya yang strategis.
Tujuh varian untuk kebutuhan kulit berbeda
Rangkaian yang dibawa mencakup BrightExpert Serum dan Bright Serum untuk membantu mencerahkan kulit. Ada pula Barrier Serum untuk memperkuat skin barrier, serta Acne Serum, Post Acne Serum, Mini Pore Serum, dan Peeling Serum.
Seluruh varian itu disiapkan untuk menjawab kebutuhan yang beragam, mulai dari hidrasi, brightening, anti-aging, jerawat, bekas jerawat, pori-pori besar, tekstur kulit tidak merata, hingga tanda-tanda penuaan dini. Perusahaan menyebut formulasi tersebut dibuat agar relevan dengan preferensi konsumen Jepang.
Kecocokan dengan tren konsumen Jepang
Berdasarkan data Japan Cosmetics Industry Association atau JCIA, hiperpigmentasi dan penuaan dini menjadi dua perhatian utama perempuan Jepang. Kondisi itu membuat produk yang menawarkan solusi spesifik, seperti serum dan targeted treatment, memiliki peluang lebih besar di pasar setempat.
Laporan Euromonitor International tentang Beauty & Personal Care di Jepang juga menunjukkan permintaan yang meningkat terhadap kategori serum dan targeted treatment. Tren ini didorong oleh skinimalism yang populer di kalangan Gen Z dan Milenial, yakni kebiasaan menyederhanakan rutinitas perawatan kulit dengan tetap mengandalkan produk inti yang efektif.
Dalam konteks itu, produk perawatan kulit asal Asia Tenggara dinilai makin menarik karena menawarkan formula ringan dan cocok untuk iklim Jepang. Hanasui melihat peluang tersebut sebagai ruang untuk memperluas jangkauan produk lokal di tengah perubahan perilaku konsumen.
Jejak ekspansi yang sudah lebih dulu terbentuk
Jepang bukan pasar luar negeri pertama bagi Hanasui. Sejak 2023, merek ini sudah hadir di Malaysia dan Singapura melalui Guardian, Watsons, TikTok Shop, dan Shopee.
Di Malaysia, Power Serum Hanasui bahkan disebut berhasil menjadi serum nomor satu di Guardian. Produk lain seperti Collagen Water Sunscreen SPF 50 juga masuk jajaran sunscreen terlaris di kategorinya, sementara Mattedorable Lip Cream Boba 03 Salted Caramel meraih penghargaan sebagai produk kosmetik terlaris.
Pengiriman Power Serum Hanasui ke Jepang dilakukan pada 17 Juni 2026. Dengan langkah ini, Hanasui memperluas jejak produk kecantikan Indonesia ke pasar yang sangat kompetitif sekaligus menunjukkan bahwa merek lokal mulai mampu bersaing lewat inovasi produk dan pemahaman terhadap kebutuhan konsumen lintas negara.
Source: lifestyle.bisnis.com






