Harga Awal Polytron Fox Air Bisa Turun Ke Rp20 Jutaan, Tapi Ada Biaya Baterai Bulanan

Author: Redaksi Android62

Polytron Fox Air menarik perhatian bukan hanya karena jarak tempuhnya yang diklaim sampai 130 kilometer, tetapi juga karena cara membelinya bisa dibuat jauh lebih ringan di awal. Namun, harga Rp20 jutaan yang sering disebut itu tidak berlaku untuk semua pembeli, sebab besaran biaya sangat bergantung pada skema kepemilikan yang dipilih.

Di satu sisi, Polytron menetapkan harga sekitar Rp38 juta untuk pembelian unit dengan baterai penuh. Skema ini cocok bagi konsumen yang ingin memiliki motor beserta baterainya secara langsung tanpa beban biaya sewa rutin.

Di sisi lain, ada opsi yang membuat harga awal turun ke kisaran Rp20 juta sampai Rp21 juta. Konsekuensinya, pengguna perlu membayar sewa baterai bulanan sekitar Rp200 ribu selama masa pemakaian.

Skema sewa baterai ini membuat biaya masuk terasa lebih terjangkau. Meski begitu, calon pembeli tetap perlu menghitung total pengeluaran jangka panjang karena ada komitmen biaya bulanan yang harus dibayar.

Polytron menyebut model sewa baterai itu lebih fleksibel dibanding pembelian biasa. Dalam skema tersebut, baterai juga mendapat jaminan tetap optimal, termasuk penggantian jika kapasitas turun di bawah 85 persen selama masa sewa.

Subsidi Rp7 juta tidak terbuka untuk semua pembeli

Fox Air juga sempat dikaitkan dengan subsidi pemerintah sebesar Rp7 juta. Tetapi insentif itu tidak bisa dinikmati semua orang karena ada syarat khusus yang harus dipenuhi calon penerima.

Ada empat kelompok yang disebut berhak mengakses subsidi tersebut. Calon penerima harus terdaftar dalam Kredit Usaha Rakyat, menjadi penerima bantuan presiden, peserta program bantuan usaha mikro, atau pelanggan listrik rumah dengan daya 900 watt.

Artinya, pembeli yang tidak masuk ke dalam kelompok itu tidak bisa mengandalkan potongan harga dari subsidi. Mereka tetap harus mengikuti harga normal sesuai skema pembelian yang dipilih.

Kondisi ini penting dipahami sejak awal agar calon pembeli tidak salah menghitung biaya kepemilikan. Harga yang tampak sangat murah biasanya hanya berlaku pada skema tertentu, bukan untuk semua konsumen.

Baterai besar jadi kunci jarak tempuh

Daya tarik lain Fox Air ada pada baterainya yang berkapasitas sekitar 3,7 kWh. Kapasitas ini disebut lebih besar dibanding sejumlah motor listrik lain di kelasnya yang berada pada kisaran 1,3 hingga 2,7 kWh.

Baterai tersebut menjadi dasar klaim jarak tempuh hingga 130 kilometer sekali isi daya. Jarak itu disebut bisa dicapai dalam kondisi tertentu, terutama saat motor digunakan dalam mode yang lebih hemat energi.

Dalam pemakaian nyata, jarak tempuhnya disebut berada di kisaran 100 hingga 120 kilometer. Hasil akhirnya tetap bergantung pada gaya berkendara dan kondisi jalan yang dilalui.

Kemampuan itu membuat Fox Air tidak hanya diposisikan untuk mobilitas harian. Sejumlah pengguna bahkan disebut telah memakainya untuk perjalanan jauh hingga ratusan kilometer.

Mode berkendara dan kenyamanan harian

Polytron Fox Air menyediakan dua mode berkendara, yaitu D dan S. Mode D dirancang lebih hemat energi dengan kecepatan sekitar 60 km per jam.

Mode S atau Sport ditujukan untuk performa yang lebih tinggi. Berdasarkan pengujian pengguna dengan bobot sekitar 90 kilogram, motor ini bisa mencapai kecepatan hingga 94 km per jam.

Motor ini juga dibekali charger eksternal dengan input 180 sampai 240 volt dan arus 5 ampere. Perangkat itu dilengkapi heatsink dan kipas agar suhu tetap stabil selama proses pengisian.

Selain itu, Fox Air membawa fitur regenerative braking. Sistem ini membantu mengisi baterai saat motor melaju di turunan, meski efek tambahannya disebut tidak terlalu besar.

Dari sisi kenyamanan, jok Fox Air disebut tebal dan empuk. Posisi berkendaranya juga cenderung rileks, sehingga mendukung penggunaan harian maupun perjalanan yang lebih panjang.

Meski begitu, ada catatan pada suspensi depan yang dinilai cukup keras. Karena itu, sebagian pengguna menyarankan upgrade shockbreaker agar motor terasa lebih nyaman saat dipakai touring atau melintasi jalan yang kurang mulus.

Dengan kombinasi harga awal yang bisa ditekan lewat skema sewa baterai, baterai 3,7 kWh, klaim jarak tempuh hingga 130 kilometer, serta fitur yang relatif lengkap, Polytron Fox Air tetap menjadi salah satu motor listrik yang banyak dilirik. Daya tarik utamanya ada pada fleksibilitas biaya kepemilikan, tetapi subsidi Rp7 juta tetap bergantung pada syarat yang tidak berlaku untuk semua calon pembeli.

Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru