Harga BBM non subsidi di sejumlah wilayah masih belum berubah, sehingga pemilik mobil bisa memantau patokan terbaru tanpa perlu menyesuaikan anggaran terlalu cepat. Untuk wilayah dengan PBBKB 5% seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, dan sekitarnya, tarif resmi Pertamina tetap menjadi acuan utama karena per 1 April 2026 tidak ada penyesuaian harga.
Daftar harga BBM non subsidi Pertamina
Pada kelompok bensin, Pertamax dengan RON 92 dipatok Rp 12.300 per liter. Pertamax Green 95 dengan RON 95 berada di Rp 12.900 per liter, sedangkan Pertamax Turbo dengan RON 98 dijual Rp 13.100 per liter.
Untuk kelas diesel, Dexlite dengan CN 51 tercatat Rp 14.200 per liter. Sementara itu, Pertamina Dex dengan CN 53 berada di Rp 14.500 per liter dan masih menjadi yang tertinggi di antara produk diesel non subsidi Pertamina.
Harga yang tidak berubah ini memberi ruang bagi pengendara untuk menghitung kebutuhan bahan bakar harian dengan lebih jelas. Meski begitu, harga BBM non subsidi tetap bisa bergerak mengikuti kondisi pasar dan kebijakan wilayah.
Mengapa harga bisa berbeda antarwilayah
Harga BBM non subsidi tidak selalu sama di setiap daerah karena dipengaruhi Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor atau PBBKB. Di Aceh, misalnya, Pertamax tercatat Rp 12.600 dan Dexlite Rp 14.500, sementara di FTZ Sabang Pertamax turun menjadi Rp 11.550.
Perbedaan harga juga terlihat pada badan usaha lain seperti Shell, BP, dan Vivo. Di antara contoh yang disebutkan, Shell Super berada di kisaran Rp 12.300 per liter, sehingga terlihat bahwa selisih antarpelaku usaha bisa muncul meski masih berada di rentang yang mirip.
Bedanya BBM non subsidi dan BBM subsidi
BBM non subsidi dijual tanpa kuota sehingga bisa dibeli oleh siapa saja. Harga produk ini ditentukan badan usaha seperti Pertamina, Shell, BP, atau Vivo, lalu dipengaruhi harga minyak mentah dunia dan nilai tukar rupiah.
Dibanding BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar, BBM non subsidi umumnya dinilai memiliki kualitas lebih tinggi. Bahan bakar ini disebut lebih bersih saat terbakar, lebih kecil risiko knocking, dan mampu membantu menjaga performa mesin tetap stabil.
BBM yang sesuai untuk karakter mesin
Pemilihan bahan bakar sebaiknya mengikuti spesifikasi mesin agar hasilnya lebih pas. Untuk mobil seperti Avanza, Calya, atau Innova Zenix bensin, Pertalite masih dapat digunakan, tetapi Pertamax sering dipilih agar kenyamanan berkendara terasa lebih baik.
Pada mobil seperti Camry, Corolla Altis, atau Fortuner bensin, Pertamax Green 95 maupun Pertamax Turbo lebih sesuai karena mesin dengan kompresi lebih tinggi membutuhkan bahan bakar yang mendukung performa. Sementara itu, untuk varian diesel seperti Hilux, Fortuner, atau Innova Zenix diesel, Dexlite cocok untuk penggunaan harian dan Pertamina Dex dapat dipilih ketika mengejar performa maksimal.
Cara menekan pemakaian bensin mobil
Pengeluaran BBM bisa ditekan lewat kebiasaan sederhana yang dilakukan secara rutin. Servis berkala, tekanan ban yang tepat, filter udara yang bersih, dan cara mengemudi yang halus memberi pengaruh langsung pada efisiensi bahan bakar.
Akselerasi mendadak dan perjalanan yang tidak direncanakan biasanya membuat konsumsi BBM naik. Karena itu, pengemudi disarankan menjaga kecepatan stabil, memilih rute yang lebih lancar, dan memanfaatkan aplikasi MyPertamina jika tersedia promo atau diskon pembelian BBM non subsidi.
Source: auto2000.co.id