Harga Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex turun per 3 Juli 2026, memberi ruang lebih besar bagi pengguna kendaraan untuk menekan biaya operasional. Penyesuaian ini sudah berlaku sejak 1 Juli 2026 dan masih menjadi acuan di berbagai wilayah hingga 3 Juli 2026.
Di sisi lain, harga Pertamax, Pertamax Green 95, Pertalite, dan Biosolar Subsidi tidak mengalami perubahan. Kondisi itu membuat daftar harga BBM Pertamina pada periode ini terlihat lebih selektif, karena hanya sebagian produk nonsubsidi yang ikut disesuaikan.
Daftar harga di wilayah Jawa
Untuk wilayah Pulau Jawa, Pertalite dipatok Rp10.000 per liter dan Biosolar Subsidi Rp6.800 per liter. Pertamax tercatat Rp16.250 per liter, Pertamax Green 95 Rp17.000 per liter, Pertamax Turbo Rp19.300 per liter, Dexlite Rp19.700 per liter, dan Pertamina Dex Rp21.150 per liter.
Daftar tersebut berlaku untuk DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur. Untuk Pertamax Pertashop, harga yang tercantum adalah Rp16.150 per liter.
| Produk BBM | Harga di Jawa | Keterangan |
|---|---|---|
| Pertalite | Rp10.000/liter | Subsidi |
| Biosolar Subsidi | Rp6.800/liter | Subsidi |
| Pertamax | Rp16.250/liter | Nonsubsidi |
| Pertamax Green 95 | Rp17.000/liter | Nonsubsidi |
| Pertamax Turbo | Rp19.300/liter | Nonsubsidi |
| Dexlite | Rp19.700/liter | Nonsubsidi |
| Pertamina Dex | Rp21.150/liter | Nonsubsidi |
Perbedaan harga antardaerah masih terasa
Di luar Jawa, harga BBM Pertamina tidak seragam dan dipengaruhi biaya distribusi, kondisi geografis, pajak daerah, kebijakan harga masing-masing wilayah, serta ketentuan khusus di kawasan Free Trade Zone atau FTZ. Karena itu, pengguna kendaraan perlu memperhatikan lokasi pembelian agar biaya isi ulang bisa dihitung lebih tepat.
Aceh mencatat Pertamax Rp16.650 per liter, Pertamax Turbo Rp19.750 per liter, Dexlite Rp20.150 per liter, dan Pertamina Dex Rp21.650 per liter. Harga Pertalite tetap Rp10.000 per liter, sedangkan Biosolar Subsidi juga berada di Rp6.800 per liter.
Skema harga yang sama juga berlaku di Sumatera Utara, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, dan Lampung. Di kelompok wilayah itu, Pertamax berada di Rp16.650 per liter dan Pertamax Turbo Rp19.750 per liter.
FTZ memberi tarif lebih rendah
Di FTZ Sabang, harga tercatat lebih rendah dibanding banyak wilayah lain. Pertamax berada di Rp15.250 per liter, Dexlite Rp18.450 per liter, dan Biosolar Subsidi Rp6.800 per liter.
FTZ Batam juga menunjukkan tarif yang lebih murah daripada mayoritas daerah di sekitarnya. Pertamax dijual Rp15.500 per liter, Pertamax Turbo Rp18.350 per liter, Dexlite Rp18.700 per liter, dan Pertamina Dex Rp20.100 per liter.
Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua
Di Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau, Pertamax berada di Rp17.000 per liter. Pertamax Turbo dibanderol Rp20.150 per liter, Dexlite Rp20.550 per liter, dan Pertamina Dex Rp22.100 per liter.
Pola harga serupa juga terlihat di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur, serta di seluruh Sulawesi. Sementara itu, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Utara mencatat harga yang lebih tinggi, dengan Pertamax Rp17.000 per liter dan Pertamina Dex Rp22.100 per liter.
Di Bali, NTB, dan NTT, Pertamax masih Rp16.250 per liter. Pertamax Turbo berada di Rp19.300 per liter, Dexlite Rp19.700 per liter, dan Pertamina Dex Rp21.150 per liter.
Papua dan Maluku, termasuk Maluku Utara, juga mengikuti penetapan yang berbeda-beda sesuai wilayah. Di Maluku dan Maluku Utara, daftar yang tercantum meliputi Pertalite Rp10.000 per liter, Pertamax Rp16.650 per liter, Dexlite Rp20.150 per liter, dan Biosolar Subsidi Rp6.800 per liter.
Turunnya harga pada Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex memberi sinyal positif bagi pengguna kendaraan yang mengandalkan BBM nonsubsidi. Pada saat yang sama, perbedaan harga di tiap wilayah tetap menjadi faktor penting sebelum pengisian bahan bakar dilakukan.
Source: moladin.com






