Harga Chip Memori Masih Mengencang, Pasokan Baru Longgar Setelah 2027

Author: Redaksi Android62

Kelangkaan chip memori belum menunjukkan tanda melonggar, dan pasar kemungkinan masih harus menunggu lebih lama sebelum kondisi benar-benar normal. Nikkei Asia melaporkan bahwa keseimbangan baru di industri ini baru berpeluang tercapai pada 2028, setelah kapasitas produksi global sempat tertinggal dari lonjakan permintaan.

Tekanan tersebut sudah terasa pada berbagai perangkat elektronik sehari-hari. Smartphone, laptop, dan komputer pribadi ikut terdampak karena para produsen chip besar kini lebih memusatkan perhatian pada kebutuhan kecerdasan buatan atau AI, bukan pada memori serbaguna untuk konsumen.

Prioritas industri bergeser ke AI

Chip memori sekarang diperebutkan oleh banyak sektor sekaligus. Kebutuhannya datang dari ponsel, PC, pusat data AI, otomotif, hingga peralatan industri, sehingga persaingan untuk mendapatkan pasokan makin ketat.

Dalam pasar DRAM global, Samsung, SK Hynix, dan Micron memegang posisi dominan. Ketiganya menguasai sekitar 90 persen pasar DRAM dunia, tetapi fokus mereka sama-sama bergeser ke high-bandwidth memory atau HBM yang sangat penting untuk semikonduktor AI.

Perubahan arah produksi ini membuat memori yang biasa dipakai di perangkat konsumen ikut tertekan. Saat kapasitas berpindah ke produk bernilai tinggi untuk AI, stok untuk barang elektronik harian menjadi lebih sempit dan harga komponen terdorong naik.

Kapasitas baru belum cukup menutup kekurangan

Nikkei Asia melaporkan bahwa meski ada rencana ekspansi, tiga pemasok utama tersebut diperkirakan hanya mampu memenuhi sekitar 60 persen permintaan DRAM. Selisih antara kebutuhan pasar dan kemampuan produksi inilah yang membuat kelangkaan diperkirakan bertahan lebih lama.

Samsung memang menyiapkan fasilitas fabrikasi baru di kampus Pyeongtaek. Namun, pabrik itu baru direncanakan beroperasi pada 2026 dan produksi skala penuhnya disebut baru berjalan pada 2027 atau setelahnya.

Tambahan kapasitas itu juga tidak seluruhnya akan dipakai untuk memori. Sebagian bakal diarahkan ke chip logika, termasuk prosesor untuk smartphone, sehingga ruang untuk menaikkan produksi memori tetap terbatas.

SK Hynix juga menambah kapasitas lewat pabrik HBM di Cheongju yang sudah mulai beroperasi. Di antara para pemain besar, langkah ini menjadi salah satu tambahan produksi yang paling nyata untuk periode 2026.

Perusahaan itu juga mempercepat pembangunan fasilitas lain di Yongin. Proyek tersebut diperkirakan selesai pada awal 2027, tetapi output tambahannya tetap membutuhkan waktu sebelum benar-benar memengaruhi pasar secara luas.

Micron mengikuti arah yang sama. Perusahaan ini berencana memulai produksi HBM di Idaho dan Singapura pada 2027, lalu membangun pabrik di Hiroshima pada Mei dengan target produksi massal pada 2028.

Dampaknya makin terasa pada harga perangkat

Ketika pasokan chip memori mengetat, efeknya langsung merambat ke biaya produksi perangkat elektronik. Harga smartphone, laptop, dan PC ikut tertekan karena memori merupakan komponen inti di banyak produk harian.

IDC memperkirakan penjualan smartphone bisa turun 13 persen pada 2026 seiring naiknya biaya memori. Tekanan itu dapat mendorong sebagian konsumen menunda pembelian atau beralih ke perangkat yang lebih murah.

Beban paling besar diperkirakan muncul pada ponsel kelas bawah. Pada pertengahan 2026, porsi biaya memori dalam ongkos produksi smartphone murah disebut bisa mendekati 40 persen.

Kondisi tersebut berpotensi memaksa produsen menekan volume produksi. Jika harga komponen terus naik, ruang untuk menjaga harga jual perangkat akan semakin sempit.

Tekanan pasokan tidak hanya datang dari permintaan

Masalah ini tidak semata-mata dipicu oleh lonjakan kebutuhan AI. Nikkei Asia juga mencatat bahwa gejolak di Timur Tengah ikut menambah tekanan pada rantai pasok chip.

Serangan AS ke Iran disebut mendorong kenaikan biaya listrik dan bahan baku. Kenaikan itu menambah ketidakpastian pada proyeksi produksi, di saat industri sudah lebih dulu bergulat dengan kekurangan pasokan.

Ketua SK Group, Chey Tae-won, bahkan menyebut kendala pasokan memori AI bisa berlangsung hingga 2030. Ia menyinggung kekurangan wafer dan berbagai hambatan produksi lain sebagai faktor yang memperlambat pemulihan.

Counterpoint Research memperkirakan kekurangan memori baru bisa teratasi jika produksi tumbuh 12 persen per tahun hingga 2027. Namun, rencana yang ada saat ini hanya mengarah pada ekspansi sekitar 7,5 persen, sehingga pasar belum terlihat akan segera seimbang.

Selama kapasitas baru belum benar-benar masuk ke produksi massal, konsumen kemungkinan masih akan menghadapi harga perangkat yang dipengaruhi biaya memori. Di saat yang sama, industri chip tetap bergerak ke arah AI, membuat ruang pasokan untuk produk elektronik konsumen tetap terbatas.

Source: www.indiatoday.in
Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru