Harga DRAM dan NAND Melonjak Lagi, Konsumen Bersiap Menanggung Beban Baru

Author: Redaksi Android62

Harga chip memori kembali mengarah naik, dan dampaknya mulai merembet ke perangkat yang paling dekat dengan konsumen. Samsung dilaporkan bersiap menaikkan rata-rata harga jual DRAM sebesar 20% pada kuartal ini, setelah sebelumnya sudah melakukan kenaikan besar pada awal tahun.

Sejumlah sumber rantai pasok dan pelaku industri yang dikutip media China dan Korea menyebut perusahaan sudah memberi pemberitahuan lisan kepada sebagian pelanggan. Tekanan harga ini muncul saat pasokan masih ketat dan permintaan dari infrastruktur AI tetap kuat.

Lonjakan DRAM belum berhenti

Kenaikan terbaru itu mempertegas bahwa pasar memori masih berada dalam fase mahal. Industri chip memori Korea Selatan secara keseluruhan juga disebut mendorong kenaikan harga jual rata-rata DRAM umum sebesar 20% dibandingkan kuartal sebelumnya.

Samsung sendiri sudah menaikkan harga jual DRAM secara agresif pada kuartal pertama tahun ini, ketika rata-rata harganya melonjak lebih dari 90%. Pada kuartal kedua, harga itu naik lagi 50%.

Tekanan dari AI dan fokus produsen

Di balik kenaikan tersebut, investasi besar pada infrastruktur AI ikut memicu kekurangan pasokan yang berimbas ke pasar memori. Produsen juga berupaya memaksimalkan laba saat stok masih terbatas.

Samsung dan SK Hynix bahkan disebut menghadapi gugatan class-action terkait dugaan price fixing dan prioritas pada HBM4 AI memory yang bermargin tinggi. Kondisi ini membuat pasar chip memori semakin sensitif terhadap perubahan harga kontrak.

Dampaknya mulai terasa ke produk konsumen

Beban biaya chip memori kini tidak lagi berhenti di level pabrik. Apple disebut mulai menaikkan harga MacBook dan iPhone karena tidak lagi mampu menyerap lonjakan biaya chip dan memilih meneruskannya ke konsumen.

Bagi pembeli laptop baru, ponsel, atau GPU, kondisi ini berarti harga ritel berpotensi terus naik. Kenaikan biaya komponen juga berisiko menekan permintaan, terutama pada perangkat yang sangat bergantung pada RAM.

Pasokan ketat, kenaikan harga masih berlanjut

TrendForce memperkirakan pasokan DRAM akan tetap terbatas pada kuartal ini. Namun, pertumbuhan harga kontrak diperkirakan melambat ke kisaran 13% hingga 18% karena permintaan mulai melemah.

Perkiraan yang sama juga menunjukkan bahwa harga kontrak NAND akan naik 10% hingga 15% pada periode yang sama. Dengan demikian, tekanan biaya tidak hanya terjadi pada satu jenis memori, melainkan menyebar ke lebih banyak komponen penyimpanan.

Komponen Perkiraan Kenaikan Catatan
DRAM 13% hingga 18% Pasokan masih ketat, tetapi laju kenaikan diperkirakan melambat
NAND 10% hingga 15% Tekanan harga ikut berlanjut pada periode yang sama
DRAM Samsung 20% Rata-rata harga jual diperkirakan naik pada kuartal ini

Salah satu komponen yang ikut disorot adalah chip 8GB LPDDR5X tipe Samsung. Komponen yang saat ini sedang didiskon di Amazon itu diperkirakan melonjak 20% pada kuartal ketiga.

Jika proyeksi itu benar, harga perangkat konsumen bisa ikut terdorong lebih tinggi. Analis menilai kondisi tersebut dapat membuat permintaan makin lesu, sementara pengiriman ponsel diproyeksikan turun tajam 11% pada 2026 bila tekanan biaya dan harga jual terus berlanjut.

Perangkat dengan kebutuhan memori besar paling rentan

Kategori yang paling terdampak adalah perangkat dengan kebutuhan RAM besar, seperti gaming laptop, ultrabook premium, dan flagship phone. Produk-produk itu dinilai berpotensi makin mahal sepanjang paruh kedua 2026.

Pendorong utamanya masih sama, yakni permintaan pusat data berbasis AI yang belum menunjukkan tanda melambat. Selama kebutuhan itu tetap tinggi, harga chip memori diperkirakan sulit kembali ke level sebelumnya.

Source: www.notebookcheck.net
Berita Terbaru