Pasar SUV diesel bekas sedang berada dalam fase yang lebih hati-hati setelah harga solar non-subsidi naik. Kenaikan biaya operasional membuat Toyota Fortuner dan Mitsubishi Pajero Sport mulai mengalami penyesuaian harga di sejumlah bursa mobil bekas.
Pergerakan itu belum mengarah pada kejatuhan yang ekstrem, tetapi cukup terasa bagi pembeli yang membandingkan unit dari satu diler ke diler lain. Di saat yang sama, pedagang juga menahan laju pembelian stok karena khawatir unit diesel terlalu lama mengendap di showroom.
Fortuner bekas masih punya rentang harga yang sangat lebar
Toyota Fortuner tetap menjadi model yang paling banyak dipantau di pasar mobil bekas. Mobil ini masih kuat diminati karena citra SUV diesel dan karakter mesinnya, meski sentimen harga mulai lebih sensitif.
Data harga yang dirangkum dari OLX menunjukkan bahwa banderol Fortuner bekas belum seragam. Berikut kisaran yang tercatat:
- Toyota Fortuner 2.5 G VNT AT (2014): Rp244 juta
- Toyota Fortuner 2.4 VRZ AT (2016): Rp335 juta
- Toyota Fortuner 2.4 VRZ TRD AT (2019): Rp390 juta
- Toyota Fortuner 2.4 VRZ AT (2021): Rp500 juta
- Toyota Fortuner 2.8 GR Sport AT (2022): Rp468 juta
- Toyota Fortuner 2.8 GR Sport AT (2024): Rp535 juta
Rentang harga itu menunjukkan bahwa pasar Fortuner bekas bergerak belum merata. Tahun produksi, kondisi fisik, riwayat servis, dan kelengkapan surat masih memegang peran besar dalam menentukan nilai jual.
Unit yang terawat rapi cenderung lebih tahan mempertahankan harga. Sebaliknya, mobil dengan riwayat pemakaian yang kurang meyakinkan biasanya lebih cepat terkoreksi saat pasar mulai menimbang ulang biaya kepemilikan.
Pajero Sport ikut merasakan tekanan yang sama
Mitsubishi Pajero Sport juga mengalami sentimen serupa ketika biaya penggunaan diesel naik. Model ini tetap punya basis peminat yang kuat, tetapi pasar bekasnya kini terlihat lebih berhitung.
Berdasarkan data yang dikutip dari sumber yang sama, kisaran harga Pajero Sport bekas tercatat sebagai berikut:
- Mitsubishi Pajero Sport 2.4 Dakar AT (2017): Rp348 juta
- Mitsubishi Pajero Sport 2.4 Rockford Fosgate Dakar AT (2018): Rp390 juta
- Mitsubishi Pajero Sport 2.5 Exceed AT (2022): Rp358 juta
- Mitsubishi Pajero Sport 2.4 Dakar AT (2022): Rp450 juta
- Mitsubishi Pajero Sport 2.4 Dakar AT (2023): Rp498 juta
- Mitsubishi Pajero Sport 2.4 Dakar AT (2024): Rp525 juta
Sebaran harga itu memperlihatkan bahwa Pajero Sport bekas juga belum punya pola harga yang sama di semua titik. Ada unit yang masih berada di kelas menengah, namun ada pula yang sudah mendekati banderol mobil baru.
Perbedaan tersebut kembali menegaskan bahwa kondisi bodi, kualitas unit, dan dokumen kendaraan tetap menjadi faktor penentu. Karena itu, dua unit dengan model dan tahun yang mirip tetap bisa memiliki harga akhir yang jauh berbeda.
Pedagang mulai bermain aman
Di lapangan, diler mobil bekas cenderung mengurangi agresivitas dalam mengoleksi SUV diesel. Langkah yang paling sering dilakukan adalah menahan pembelian stok baru supaya risiko kerugian tidak membesar jika harga kembali terkoreksi.
Sikap hati-hati itu muncul karena minat beli belum sekuat sebelumnya. Saat biaya operasional naik, calon pembeli biasanya tidak hanya melihat merek dan tampilan, tetapi juga menghitung pemakaian harian dan beban biaya yang harus ditanggung.
Kondisi ini membuat negosiasi harga menjadi lebih terbuka bagi pembeli. Unit yang kondisinya baik dan memiliki surat lengkap tetap punya daya tarik, tetapi pasar kini memberi ruang lebih besar untuk penyesuaian banderol.
Pasar Fortuner dan Pajero Sport bekas diperkirakan masih akan bergerak dinamis selama ongkos penggunaan diesel bertahan tinggi. Arah harga selanjutnya akan sangat bergantung pada stok di diler, daya beli konsumen, dan seberapa cepat pasar merespons perubahan biaya operasional.
Source: www.suara.com






