Harga di Layar Bukan Jaminan, Bid-Offer Bisa Mengubah Harga Beli Saham

Harga saham yang terlihat pada aplikasi belum tentu menjadi harga akhir ketika investor mengirim order beli. Transaksi hanya terjadi jika harga pembeli bertemu dengan harga penjual yang tersedia di pasar.

Perbedaan beberapa poin harga dapat membuat order masih mengantre, bahkan ketika harga tampilan tampak sesuai harapan. Risiko ini meningkat saat pergerakan harga cepat atau jumlah lot pada level terdekat terbatas.

Harga Eksekusi Bergantung pada Antrean

Bid merupakan harga tertinggi yang bersedia dibayar pembeli, sedangkan offer atau ask adalah harga terendah yang bersedia diterima penjual. Keduanya menjadi dasar terbentuknya transaksi di pasar saham.

Contohnya, pembeli memasang harga Rp990, sementara penjual menawarkan saham pada Rp1.000. Selama selisih atau spread tersebut masih ada, kedua order belum otomatis dipertemukan.

Pembeli yang menginginkan saham segera perlu memasang harga hingga menyentuh offer yang tersedia. Sebaliknya, penjual yang ingin cepat menjual perlu menurunkan harga sampai mencapai antrean bid.

Kondisi antrean tidak bersifat tetap karena order baru dapat masuk, dibatalkan, atau tereksekusi setiap saat. Karena itu, harga pada layar perlu dibaca bersama jumlah lot yang tersedia pada tiap tingkat harga.

Pilihan Order Menentukan Kendali Harga

Investor dapat memilih market order untuk mengutamakan kecepatan atau limit order untuk menetapkan batas harga. Kedua pilihan tersebut memiliki konsekuensi eksekusi yang berbeda, terutama pada saham dengan likuiditas terbatas.

Jenis OrderCara EksekusiRisiko Utama
Market OrderDieksekusi pada harga terbaik yang tersedia.Harga dapat berbeda dari perkiraan saat lot terbatas.
Limit OrderDieksekusi pada harga yang ditentukan atau lebih baik.Order dapat tidak terisi jika harga tidak mencapai batas.

Market order dapat digunakan ketika kecepatan menjadi pertimbangan utama dalam transaksi. Namun, order ini berpotensi menimbulkan slippage, yakni selisih antara harga yang diharapkan dan harga eksekusi.

Limit order memberi ruang kendali lebih besar karena pembeli dapat menetapkan harga maksimum, sementara penjual dapat memasang harga minimum. Pendekatan tersebut relevan ketika pasar bergerak volatil atau spread bid-offer melebar.

Menurut finance.detik.com, penggunaan limit order bukan hanya pilihan bagi investor pemula. Trader berpengalaman juga memakainya sebagai bagian dari manajemen risiko agar transaksi tidak berjalan di luar harga yang direncanakan.

Membaca Data dalam Order Book

Order book menampilkan susunan harga beli dan jual pada beberapa tingkat harga. Pada aplikasi Ajaib, sisi bid ditampilkan berwarna hijau dan sisi ask atau offer berwarna merah.

Baris paling atas di sisi bid menunjukkan harga beli tertinggi yang tersedia. Sementara itu, level terdekat di sisi offer menjadi acuan harga jual terendah bagi pembeli yang ingin memperoleh saham segera.

InformasiKegunaan
Bid dan OfferMemperlihatkan antrean harga beli dan jual.
Lot dan FrekuensiMenunjukkan jumlah saham serta jumlah order per level.
Open, High, LowMenampilkan rentang pergerakan harga harian.
ARA/ARB, Val, AvgMemberi konteks batas harga, nilai, dan rata-rata transaksi.

Antrean lot bid yang lebih besar daripada offer dapat menunjukkan minat beli yang relatif kuat pada saat itu. Meski demikian, data tersebut bukan sinyal mutlak mengenai arah harga karena antrean dapat berubah dalam waktu singkat.

Fitur Order Book Ajaib memungkinkan pengguna menekan baris harga bid atau offer untuk membuka formulir beli atau jual dengan harga yang sudah terisi. Pengguna juga dapat menekan jumlah lot atau frekuensi untuk melihat rincian antrean pada level harga tertentu.

Data Running Trade, Broker Summary, dan Broker Flow dapat digunakan sebagai konteks tambahan sebelum mengambil keputusan. Pengamatan bid-offer selama beberapa hari serta riset mandiri tetap diperlukan karena perdagangan saham selalu mengandung risiko.

Source: finance.detik.com
Berita Terkait