Harga Lebih Ramah, AI Nothing Phone (4a) Pro Mulai Menggoda Pengguna iPhone Lama

Nothing Phone (4a) Pro langsung menempatkan harga sebagai senjata utamanya. Dengan banderol $499 untuk varian 8 GB RAM dan 128 GB storage, serta $599 untuk varian 12 GB RAM dan 256 GB storage, ponsel ini terasa jauh lebih agresif dibanding iPhone dengan kapasitas memori setara.

Selisih nilai itu menjadi salah satu alasan kenapa perangkat ini mulai dilirik pengguna iPhone lama. Di saat harga iPhone terus naik dan beberapa pembaruan terbaru dinilai kurang menggoda, Nothing menawarkan alternatif yang bukan hanya lebih murah, tetapi juga membawa pendekatan yang terasa baru.

AI yang dipakai, bukan sekadar ditempelkan

Nothing tidak menjadikan AI hanya sebagai slogan pemasaran. Ponsel ini terhubung dengan alat AI Google, termasuk circle-to-search yang memungkinkan pengguna membagikan bagian layar ke Gemini untuk bertanya atau membuat konten berdasarkan tampilan di layar.

Ada juga Essential Space yang memadukan catatan dan papan inspirasi. Lewat Essential Key, pengguna bisa mengambil tangkapan layar dan menambahkan komentar, lalu AI di dalamnya mengekstrak hal penting seperti waktu acara, lokasi, dan daftar tindakan.

Fungsi itu juga membantu membuat pengingat kalender dan daftar tugas. Bahkan saat memindai brosur acara untuk perjalanan ke Tokyo, sistem ini disebut mampu mengubah isi brosur menjadi pengingat yang lebih terstruktur.

Nothing Playground ikut memperluas pendekatan itu. Fitur ini mendorong ide membuat widget langsung dari ponsel lewat penjelasan sederhana kepada chatbot khusus, meski statusnya masih beta tertutup dan masih punya keterbatasan dokumentasi serta fitur.

Desain dan sistem yang terasa beda dari Android biasa

Di luar AI, Nothing Phone (4a) Pro juga mengandalkan identitas visual yang kuat. Bagian belakangnya memakai glyph interface berukuran besar di dekat kamera, dan panel dot matrix itu bisa menyala saat ada pesan atau panggilan.

Glyph tersebut bahkan bisa diprogram untuk menampilkan emotikon tertentu untuk kontak atau kata kunci khusus. Saat ponsel diletakkan menghadap ke bawah, notifikasi penting tetap bisa terlihat tanpa harus menyalakan suara yang mengganggu.

Nothing OS ikut membuat pengalaman ini terasa berbeda. Sistem tersebut disebut sebagai redesign kosmetik Android yang memangkas banyak bloatware, lalu menonjolkan tampilan visual lewat paket ikon khusus dan widget yang lebih rapi.

Fleksibilitasnya juga terasa pada pengaturan tombol fisik dan fitur glyph. Nothing bahkan menyediakan tutorial serta alat bantu untuk membuat fungsi kustom, sehingga pengguna yang suka mengutak-atik perangkat punya ruang lebih besar untuk bereksperimen.

Isi kotak dan detail kecil yang masih diperhatikan

Di tengah kebiasaan produsen lain menghapus aksesori, Nothing masih menjaga isi paket penjualan tetap ramah. Saat charger dan headphone tidak lagi disertakan oleh banyak merek, perusahaan ini masih memasukkan kabel pengisi daya, pelindung layar yang sudah terpasang, dan casing bening di dalam kotak.

Pendekatan itu memperkuat kesan bahwa perangkat ini ingin memberi pengalaman yang lengkap sejak awal. Bagi sebagian calon pembeli, detail seperti itu ikut menambah alasan untuk mempertimbangkan pindah dari ekosistem lama.

Kamera dan hasil pemakaian

Di sektor kamera, Nothing Phone (4a) Pro membawa kamera belakang ganda 12 MP dan 50 MP, serta kamera depan 32 MP. Pada awalnya, hasil pratinjau foto dinilai kurang meyakinkan karena kualitas tampak lebih rendah sebelum pemrosesan selesai.

Warna bawaan kamera juga cenderung lebih natural dan tidak sejenuh iPhone. Namun setelah dipakai memotret dalam berbagai kondisi cahaya saat perjalanan ke Jepang, hasil akhirnya dinilai sangat baik, sementara video disebut mulus, seimbang warnanya, dan hidup.

Ada pula kemudahan kecil yang terasa penting. Kamera bisa dibuka cepat dengan menekan tombol daya dua kali, meski pengaturan seperti perpindahan 12 MP ke 50 MP atau HDR tidak tersimpan setelah aplikasi ditutup dan harus diaktifkan lagi.

Masih ada yang belum tergantikan dari iPhone

Meski banyak hal terasa menarik, perpindahan ke Android tetap punya konsekuensi. iMessage dan Find My masih terasa hilang, walaupun integrasi RCS di banyak produk Apple membuat komunikasi antara iPhone dan Android sedikit lebih baik.

Quick Share memang hadir sebagai pengganti AirDrop, tetapi belum kompatibel dengan macOS. Akibatnya, berbagi file antara ponsel dan laptop masih terasa lebih rumit dibanding pengalaman di ekosistem Apple.

Perbedaan lain ada pada cara membuka kunci perangkat. Nothing Phone memakai pemindai sidik jari, bukan pemindai wajah, sehingga kenyamanan membuka ponsel tanpa menggunakan tangan tidak lagi tersedia.

Namun, bagi pengguna yang mulai jenuh dengan arah iPhone, kekurangan itu belum tentu cukup besar untuk mengurungkan niat pindah. Kombinasi harga yang lebih rendah, AI yang benar-benar dipakai, serta desain dan sistem yang terasa segar membuat Nothing Phone (4a) Pro tampil sebagai alternatif Android yang sulit diabaikan.

Berita Terkait