BYD M6 DM langsung menarik perhatian pasar MPV keluarga karena harga awalnya dipasang Rp298 juta OTR Jakarta. Posisi ini membuatnya masuk ke rentang harga yang selama ini dikuasai model-model keluarga populer di Indonesia.
Keberadaan varian plug-in hybrid 7-penumpang ini memberi alternatif baru bagi konsumen yang mencari mobil efisien, tetapi tetap fleksibel untuk pemakaian harian. Di tengah pasar MPV yang masih besar, strategi harga tersebut menjadi langkah yang cukup agresif.
Lima varian yang ditawarkan
BYD merilis M6 DM dalam lima varian dengan selisih harga yang bertahap. Struktur ini memberi pilihan dari model paling terjangkau sampai varian tertinggi dengan konfigurasi Captain Seat.
| Varian | Harga |
|---|---|
| Classic Standard | Rp298.000.000 |
| Classic Dynamic | Rp318.000.000 |
| Cross Advanced | Rp360.000.000 |
| Cross Superior | Rp380.000.000 |
| Cross Superior Captain | Rp390.000.000 |
Operation Director PT BYD Motor Indonesia, Nathan Sun, menjelaskan bahwa BYD menghadirkan dua model utama untuk M6 DM, yakni Classic dan Cross. Pembagian itu disebut lahir dari studi internal perusahaan.
Dimensi keluarga dengan teknologi hybrid
Secara ukuran, BYD M6 DM memiliki panjang 4.710 mm, lebar 1.810 mm, tinggi 1.690 mm, dan wheelbase 2.800 mm. Ground clearance-nya sekitar 170 mm, sehingga tetap berada dalam karakter MPV keluarga untuk penggunaan harian.
Mobil ini menggabungkan mesin bensin 1.498 cc dengan motor listrik berteknologi DM generasi terbaru. Tenaga disalurkan melalui transmisi Dedicated Hybrid Transmission atau E-CVT.
BYD mengklaim kombinasi tersebut menghasilkan respons yang baik saat dikendarai. Akselerasi 0–100 km/jam disebut dapat dicapai dalam sekitar 9,1 detik.
Dua pilihan Blade Battery
Di sisi elektrifikasi, BYD M6 DM memakai BYD Blade Battery berbasis LFP dengan dua opsi kapasitas. Pilihan pertama berkapasitas 7,4 kWh dengan jarak listrik sekitar 40 km.
Opsi kedua berkapasitas 18,3 kWh dan diklaim mampu menempuh jarak listrik hingga 110 km. Dua pilihan ini memberi fleksibilitas bagi pengguna yang ingin menyeimbangkan pemakaian listrik dan bensin.
Presiden Direktur BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, mengatakan kehadiran BYD M6 DM menjadi bagian dari perluasan lini elektrifikasi perusahaan di Indonesia. Ia menilai pasar masih berada dalam masa transisi menuju kendaraan listrik penuh, sehingga teknologi hybrid plug-in dinilai lebih sesuai dengan kondisi saat ini.
Eagle juga menyoroti kebutuhan kendaraan keluarga yang efisien di tengah situasi ekonomi yang dinamis. Ia menyebut kenaikan harga BBM 32 persen baru-baru ini membuat konsumen membutuhkan mobil keluarga yang relevan untuk berbagai keperluan.
Dengan kombinasi harga, konfigurasi 7-penumpang, dan teknologi plug-in hybrid, BYD M6 DM kini masuk ke arena persaingan yang sangat ketat di Indonesia. Kehadirannya menambah pilihan bagi konsumen yang ingin MPV modern dengan efisiensi tinggi tanpa sepenuhnya bergantung pada mesin bensin maupun mobil listrik penuh.
