Helm Kedaluwarsa Bisa Kurangi Perlindungan Kepala, Ini yang Perlu Dicek Sebelum Membeli

Helm motor yang tampak masih mulus belum tentu masih aman dipakai. Masa pakai helm umumnya hanya sekitar lima tahun sejak tanggal produksi, sehingga perlindungannya bisa menurun meski helm jarang digunakan.

Penurunan itu terutama terjadi pada material EPS atau Expanded Polystyrene yang berfungsi menyerap energi benturan. Karena itu, memeriksa label produksi menjadi langkah penting sebelum membeli helm baru atau menggunakan helm lama.

Standar Keselamatan Tidak Boleh Diabaikan

Di Indonesia, helm yang dipasarkan secara resmi wajib memiliki SNI sebagai bukti telah melewati pengujian keselamatan. Pengujian itu mencakup ketahanan benturan dan penetrasi, dua aspek yang menentukan kemampuan helm melindungi kepala saat terjadi kecelakaan.

Selain SNI, ada pula standar internasional yang sering digunakan produsen helm ternama, seperti DOT dari Amerika Serikat, ECE yang berlaku di banyak negara Eropa, serta SNELL. Helm dengan sertifikasi ganda, misalnya SNI dan ECE atau SNI dan DOT, umumnya memberi nilai tambah dari sisi perlindungan.

Ukuran dan Jenis Helm Menentukan Efektivitas

Setelah sertifikasi dan usia helm dipastikan, ukuran menjadi faktor berikutnya yang sangat penting. Helm yang terlalu longgar berisiko bergeser saat benturan, sementara helm yang terlalu sempit dapat menimbulkan rasa sakit dan mengganggu konsentrasi berkendara.

Cara sederhana untuk mengecek ukuran adalah dengan menggelengkan kepala ke kanan dan kiri setelah helm dipakai. Jika helm tidak mudah bergeser, ukuran tersebut bisa dikatakan sesuai.

Jenis helm juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan berkendara. Helm half face banyak dipilih karena ringan dan memiliki sirkulasi udara yang baik, tetapi bagian dagu dan rahang tetap terbuka.

Sebaliknya, helm full face memberi perlindungan paling maksimal karena menutup seluruh kepala, termasuk dagu dan rahang. Helm modular atau flip-up berada di tengah, karena bagian dagunya bisa dibuka ke atas untuk memberi kemudahan saat berhenti atau berbicara.

Jenis HelmKarakter UtamaCatatan Perlindungan
Half FaceRingan, sirkulasi udara baikDagu dan rahang terbuka
Full FaceMenutup seluruh kepalaPerlindungan paling maksimal
Modular / Flip-UpBagian dagu bisa dibukaPraktis, tetapi umumnya lebih berat

Fitur Tambahan Tetap Layak Dipertimbangkan

Setelah faktor utama terpenuhi, pengendara dapat melihat fitur pendukung yang meningkatkan kenyamanan. Visor jernih dengan lapisan anti-gores membantu menjaga pandangan tetap jelas, sementara visor anti-fog berguna saat cuaca dingin atau hujan.

Sistem ventilasi yang baik juga penting agar sirkulasi udara di dalam helm tetap nyaman. Pada beberapa helm premium, ventilasi ini bahkan bisa diatur sesuai kebutuhan berkendara.

Busa interior yang dapat dilepas dan dicuci turut membantu menjaga kebersihan helm. Fitur ini membuat helm lebih higienis dan nyaman dipakai setiap hari, terutama untuk penggunaan rutin di jalanan padat.

Pilihan yang tepat pada akhirnya bukan hanya soal tampilan atau harga, melainkan soal perlindungan yang tetap bekerja saat dibutuhkan. Sertifikasi resmi, usia helm, ukuran yang pas, jenis yang sesuai, dan fitur pendukung yang memadai menjadi rangkaian pertimbangan yang tidak sebaiknya dilewatkan.

Berita Terkait