Hilux BEV Tembus Rp 1,019 Miliar, Pikap Listrik Toyota Ini Masih Nyaris Tanpa Lawan

Author: Redaksi Android62

Harga Toyota Hilux BEV langsung menempatkannya di posisi yang sangat berbeda dari pikap double cabin lain di Indonesia. Dengan banderol Rp 1,019 miliar, model listrik murni ini melangkah jauh di atas kisaran harga d-cab yang umumnya masih berada di level Rp 500 jutaan.

Selisih harga itu membuat Hilux BEV nyaris tidak memiliki pembanding langsung di segmen yang sama. Apalagi model ini juga hadir sebagai unit impor utuh atau CBU, sementara wujudnya tetap membawa identitas Hilux yang sudah akrab di pasar Indonesia.

Karakter luar masih akrab, teknologinya berubah total

Secara tampilan, Hilux BEV dibuat sangat dekat dengan versi diesel. Perbedaan yang paling mudah dikenali ada pada grille yang tertutup dan desain pelek yang berbeda.

Toyota masih mempertahankan aura gagah khas Hilux melalui desain modern dan ground clearance yang ditinggikan. Pendekatan itu membuat pikap listrik ini tetap terlihat siap dipakai di berbagai kondisi jalan.

Fokus pada kemampuan kerja dan medan berat

Di balik desain yang mirip, Hilux BEV membawa pendekatan teknis yang berbeda sepenuhnya. Model ini menggunakan motor listrik, sistem penggerak semua roda atau AWD, serta suspensi De-Dion.

Toyota juga membekali mobil ini dengan mode berkendara untuk membantu saat melintasi jalan tanah, berbatu, hingga berlumpur. Dengan kombinasi itu, Hilux BEV diposisikan bukan hanya sebagai pikap listrik untuk penggunaan harian, tetapi juga sebagai kendaraan yang tetap tangguh di medan off-road.

Aspek Hilux BEV Keterangan
Harga Rp 1,019 miliar Impor CBU
Baterai Lithium-ion 59,2 kWh Tenaga listrik murni
Jarak tempuh 315 km Saat baterai terisi penuh
Penggerak AWD Didukung mode berkendara off-road

Jarak tempuh dan harga membuatnya unik

Hilux BEV memakai baterai lithium-ion 59,2 kWh dengan daya jelajah 315 km saat penuh. Angka itu memang lebih pendek dibanding banyak mobil listrik lain yang sudah menawarkan jarak tempuh di atas 500 km.

Namun untuk ukuran pikap, jarak tersebut masih dinilai cukup untuk mendukung perjalanan jauh tanpa harus terlalu sering mengisi daya di tengah jalan. Di sisi lain, harga Rp 1,019 miliar membuat posisinya jauh lebih mahal dibanding mobil listrik Toyota lain yang sudah lebih dulu dijual di Indonesia.

bZ4X sempat dipasarkan di kisaran Rp 1 miliar sebelum turun menjadi sekitar Rp 700 jutaan setelah dirakit lokal. Urban Cruiser EV juga masih berstatus impor dan dijual sekitar Rp 750 jutaan, sehingga Hilux BEV kini berdiri di level harga yang lebih tinggi dari keduanya.

Paket keselamatan ikut menjadi perhatian

Perhatian lain tertuju pada kelengkapan fitur keselamatannya. Varian tertinggi Hilux diesel sudah dibekali Toyota Safety Sense atau TSS, sehingga publik menyorot apakah versi listrik ini membawa paket yang setara atau tidak.

Bagian kabin disebut tidak jauh berbeda dari versi diesel, sehingga pertanyaan soal fitur menjadi semakin relevan. Dengan harga yang menembus Rp 1 miliar, kelengkapan teknologi dan keselamatan akan menjadi salah satu titik perhatian utama calon pembeli.

Belum ada lawan yang benar-benar setara

Di pasar global, Toyota Hilux BEV akan berhadapan dengan pikap listrik seperti Ford F-150 Lightning dan Tesla Cybertruck. Tetapi keduanya dianggap kurang sepadan karena dimensinya jauh lebih besar, sementara Hilux BEV juga belum dijual untuk pasar Amerika Utara.

Di Indonesia, Tesla Cybertruck bisa disebut sebagai lawan yang paling mendekati, meski unitnya tidak dijual resmi oleh Tesla dan hanya masuk lewat importir umum dalam jumlah sangat terbatas. Harganya pun bisa melampaui Rp 2 miliar.

Dari sisi itu, Hilux BEV masih berdiri nyaris sendirian di kelas pikap double cabin listrik murni. Sementara dari merek China, BYD Shark dan Chery Stockman memang mengisi ruang pikap ramah lingkungan, tetapi keduanya masih memakai mesin plug-in hybrid atau PHEV, bukan BEV murni.

Source: ridertua.com
Berita Terbaru