Pembaruan pada Honda City disebut akan segera hadir sebagai facelift yang menjaga posisi sedan kompak ini tetap kompetitif di tengah pasar yang makin padat. Model ini dikabarkan meluncur pada 22 Mei di pasar India dan membawa ubahan yang lebih banyak menyentuh tampilan serta fitur, bukan perubahan besar pada fondasi mobil.
Langkah itu menunjukkan Honda masih ingin mempertahankan karakter City yang sudah dikenal luas. Platform dan mesin disebut tetap dipakai, sehingga penyegaran difokuskan pada bagian yang paling mudah dirasakan konsumen, mulai dari eksterior, kabin, hingga kelengkapan keselamatan.
Sorotan utama ada di tampilan luar
Bagian depan menjadi area yang paling banyak berubah. Honda City facelift dikabarkan mendapat grille baru, bumper yang lebih sporty, serta desain lampu yang dibuat lebih modern.
Arah desain tersebut disebut mengambil inspirasi dari Honda Civic. Hasilnya, City diperkirakan tampil lebih segar tanpa kehilangan identitas sebagai sedan kompak Honda yang sudah lama hadir di pasar.
Di sisi samping, pembaruan disebut hadir lewat desain velg baru. Sementara itu, bagian belakang tidak mendapat revisi besar dan hanya menerima sentuhan ringan pada bumper agar tampilannya terasa lebih baru.
Kabin tetap akrab, tetapi dibuat lebih menarik
Masuk ke interior, layout dasar kabin diperkirakan tidak berubah jauh dari model sebelumnya. Honda disebut memilih mempertahankan susunan yang sudah ada sambil meningkatkan kualitas material dan memberi beberapa penyempurnaan fitur.
Sejumlah perangkat yang sudah dikenal tetap dipertahankan, termasuk layar hiburan 8 inci, konektivitas Apple CarPlay dan Android Auto nirkabel, serta panel instrumen digital. Kombinasi ini masih menjadi daya tarik penting bagi City di kelas sedan kompak.
Tergantung pasar, Honda juga berpeluang menambahkan kamera 360 derajat dan kursi berpendingin. Jika tersedia, dua fitur itu bisa membuat City terasa lebih lengkap di tengah persaingan yang semakin ketat.
Honda Sensing tetap menjadi andalan
Di sektor keselamatan, paket Honda Sensing masih dipertahankan sebagai nilai jual utama. Sistem ini berisi beragam fitur bantuan berkendara semi-otonom yang membantu pengemudi dalam kondisi lalu lintas tertentu.
Keberadaan Honda Sensing menjadi penting karena rival di kelas ini terus bergerak agresif. Toyota Vios, Hyundai Accent, Volkswagen Virtus, hingga Mazda2 disebut terus menekan lewat pembaruan produk dan tambahan fitur.
Mesin dipertahankan, termasuk opsi hybrid di pasar tertentu
Untuk urusan penggerak, Honda City 2026 diperkirakan masih menggunakan mesin bensin 1.5 liter naturally aspirated. Mesin tersebut akan dipasangkan dengan transmisi manual atau CVT, tergantung varian yang ditawarkan.
Di beberapa pasar seperti India, versi hybrid e:HEV juga disebut tetap dipertahankan. Kehadiran opsi ini memperlihatkan bahwa Honda masih melanjutkan strategi elektrifikasi bertahap di segmen sedan kompak sambil tetap menjaga efisiensi bahan bakar.
Penyegaran pada City terlihat sebagai upaya Honda memperpanjang usia model yang ada saat ini sebelum generasi baru hadir beberapa tahun mendatang. Dengan ubahan yang tidak ekstrem, City facelift diposisikan sebagai pilihan yang tetap relevan di tengah persaingan sedan yang terus bergerak cepat.







