Honda Minta Maaf ke Pemegang Saham, Rugi Besar dari Bisnis Mobil Listrik

Honda mencatat rugi bersih tahunan sebesar 423,94 miliar yen untuk tahun fiskal 2025. Ini menjadi pukulan besar bagi perusahaan yang hampir 70 tahun dikenal stabil dan jarang tersandung kerugian bersih tahunan.

Presiden sekaligus CEO Honda Motor Co., Toshihiro Mibe, bahkan menyampaikan permintaan maaf kepada para pemegang saham dalam rapat tahunan di Tokyo. Ia mengakui hasil keuangan yang buruk itu telah menimbulkan kekhawatiran dan ketidaknyamanan yang besar.

Meski situasinya berat, para pemegang saham tetap menyetujui Mibe untuk kembali menjadi anggota dewan direksi. Keputusan itu menunjukkan bahwa manajemen puncak Honda masih mendapat kepercayaan di tengah tekanan yang sedang mereka hadapi.

Tekanan terbesar datang dari kendaraan listrik

Kerugian Honda erat terkait dengan perombakan bisnis kendaraan listriknya. Salah satu faktor yang menekan kinerja adalah melambatnya permintaan kendaraan listrik di Amerika Serikat.

Dalam menghadapi kondisi itu, Honda menghentikan pengembangan tiga model kendaraan listrik yang sebelumnya disiapkan untuk produksi di Amerika Utara. Langkah ini memperlihatkan bahwa strategi transisi perusahaan tidak berjalan sesuai harapan pasar.

Perombakan tersebut tidak hanya mengubah rencana produk, tetapi juga langsung terbaca di laporan keuangan. Di saat banyak produsen berlomba mempercepat elektrifikasi, Honda justru harus menata ulang arah bisnisnya agar tidak menanggung beban yang lebih besar.

Target kembali untung masih dibidik

Meski baru membukukan rugi besar, Honda menyatakan berharap dapat kembali meraih keuntungan pada tahun fiskal ini. Mibe menegaskan tanggung jawabnya adalah membawa Honda kembali tumbuh dengan cepat sambil tetap menghadirkan produk mobilitas yang unik dan beragam ke pasar global.

Pernyataan itu memberi sinyal bahwa Honda belum ingin terjebak terlalu lama dalam fase defensif. Perusahaan mencoba menyeimbangkan restrukturisasi dengan upaya memulihkan kepercayaan pasar dan memperbaiki kinerja bisnis inti.

Honda juga membuka jalan kerja sama

Di tengah tekanan itu, Honda masih berdiskusi dengan Nissan Motor Co. dan Mitsubishi Motors Corp dalam sejumlah bidang strategis. Pembicaraan tersebut mencakup platform kendaraan berbasis perangkat lunak generasi berikutnya serta baterai.

Menurut Mibe, diskusi berjalan dengan baik dan hubungan Honda dengan Nissan serta Mitsubishi tetap terjaga. Sampai saat ini belum ada keputusan konkret yang diumumkan dari pembicaraan tersebut.

Langkah ini penting karena menunjukkan Honda tidak hanya mengandalkan pemangkasan proyek untuk merespons perubahan pasar. Perusahaan juga mencari opsi melalui kolaborasi di area teknologi yang akan menentukan daya saing industri otomotif ke depan.

Bagi Honda, tantangan berikutnya adalah memastikan penyesuaian strategi tidak membuat mereka tertinggal lebih jauh. Dengan target kembali untung pada tahun fiskal ini, perhatian pasar kini tertuju pada seberapa cepat restrukturisasi bisnis kendaraan listrik itu bisa berubah menjadi pemulihan yang nyata.

Source: oto.detik.com

Berita Terkait