Honor disebut memilih langkah yang paling agresif dalam persaingan ponsel lipat layar lebar. Bocoran Guan Tongxue GiM menyebut perusahaan itu sedang menyiapkan prototipe wide foldable dengan orientasi horizontal saat dibuka, kamera belakang tiga, dan layar sekunder di bagian punggung perangkat.
Pendekatan tersebut langsung memberi pembeda yang jelas di pasar foldable. Layar sekunder di belakang perangkat membuat pengguna bisa melihat notifikasi tanpa harus membuka ponsel, sementara format wide foldable tetap menawarkan pengalaman seperti tablet mini saat perangkat dibentangkan.
Di saat yang sama, arah pasar foldable mulai berubah dari model yang tinggi dan sempit. Format layar lebar dianggap lebih nyaman untuk multitasking, lebih pas untuk menonton video, dan terasa lebih lega saat dipakai membuka aplikasi kreatif.
Dorongan ke arah itu tidak muncul tanpa alasan. Huawei Pura X Max disebut ludes terjual dalam hitungan menit, dan respons itu memberi sinyal bahwa permintaan terhadap format layar lebar memang ada.
Keberhasilan awal Huawei membuat peta persaingan ikut bergerak. Samsung, Apple, Vivo, dan Honor disebut berada dalam kelompok merek yang diperkirakan akan mempercepat langkah di kategori yang sama.
Namun, Vivo tidak mengambil jalur yang langsung menyerbu format tersebut. Menurut bocoran Smart Pikachu, perusahaan itu ingin lebih dulu menyempurnakan kualitas lipatan melalui Vivo X Fold 6 yang dijadwalkan rilis akhir 2026.
Model Vivo X Fold 6 masih akan memakai desain buku konvensional dengan orientasi tinggi yang lebih besar daripada lebar. Langkah ini menunjukkan bahwa Vivo memilih membangun fondasi kualitas lebih dulu sebelum masuk ke format wide foldable.
Setelah itu, generasi berikutnya baru diarahkan ke model wide book-style. Perangkat yang belum memiliki nama resmi itu diperkirakan hadir pada 2027 dan disiapkan untuk menantang Pura X Max serta Galaxy Z Fold 8 Wide.
Perubahan ini penting karena wide foldable menjawab keluhan lama pada ponsel lipat konvensional. Saat dibuka, layar yang lebih lebar memberi ruang split-screen yang lebih nyaman dan mengurangi black bar berlebihan saat menonton video.
Bentuknya juga membuat perangkat lebih dekat dengan pengalaman tablet mini. Bagi pengguna yang sering berpindah antara hiburan, multitasking, dan aplikasi kreatif, format ini menawarkan ruang tampilan yang terasa lebih longgar.
Honor sendiri tampak ingin menonjol bukan hanya lewat ukuran layar. Kombinasi kamera belakang tiga, layar sekunder, dan orientasi horizontal saat dibuka menunjukkan bahwa strategi mereka juga menyasar kebutuhan penggunaan harian dan fotografi premium.
Honor belum akan merilis perangkat itu dalam waktu dekat. Jadwal yang beredar mengarah ke Q1 2027, sehingga perusahaan masih punya waktu untuk memantau respons pasar serta menyempurnakan engsel, daya tahan layar, dan antarmuka.
Dengan Vivo yang bergerak hati-hati dan Honor yang tampil lebih berani, segmen wide foldable mulai terlihat jauh lebih ramai. Huawei tidak lagi sendirian di panggung ini, dan arah industri tampaknya semakin condong ke ponsel lipat yang lebih lebar, datar, dan multifungsi.







