Hormuz Hampir Dibuka Penuh, Trump Kirim Sinyal Reda di Tengah Tekanan Minyak

Author: Redaksi Android62

Selat Hormuz menjadi pusat perhatian setelah Donald Trump menyatakan optimistis jalur pelayaran itu akan kembali dibuka penuh untuk kapal komersial mulai Jumat (19/6/2026). Pernyataan tersebut memunculkan harapan baru di tengah tekanan terhadap pasar energi dunia yang selama ini sangat sensitif terhadap gangguan di kawasan itu.

Trump menyampaikan keyakinan itu saat bertemu Presiden Prancis Emmanuel Macron menjelang KTT G7 di Evian-les-Bains, Prancis, pada Senin (15/6/2026). Dalam pertemuan tersebut, ia mengaitkan perkembangan terbaru dengan turunnya harga minyak dan menguatnya pasar saham.

Jalur yang sangat vital bagi minyak dunia

Selat Hormuz memegang posisi strategis dalam perdagangan energi global karena sebelum konflik pecah, sekitar 20% pasokan minyak dunia melintasi jalur tersebut. Karena itu, setiap tanda pembukaan kembali selat ini langsung dibaca pasar sebagai sinyal penting bagi stabilitas pasokan.

Trump menyebut draf nota kesepahaman atau MoU antara Amerika Serikat dan Iran kemungkinan akan dipublikasikan setelah penandatanganan resmi di Swiss pada 19 Juni. Dalam draf awal itu, pembukaan Selat Hormuz disebut akan berlaku selama 60 hari tanpa tarif tol bagi kapal yang melintas.

Implementasi belum otomatis berjalan mulus

Meski nada yang disampaikan Trump terdengar sangat optimistis, seorang pejabat senior Amerika Serikat menilai pemulihan arus pelayaran belum tentu kembali normal seketika. Pejabat tersebut memperkirakan normalisasi penuh bisa memakan waktu lebih dari dua pekan.

Pejabat yang sama juga mengatakan memorandum itu telah ditandatangani oleh Trump, Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance, dan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf yang memimpin delegasi negosiasi Teheran. JD Vance kemudian menjelaskan bahwa dokumen awal tersebut sudah ditandatangani secara digital pada Minggu lalu.

Negosiasi teknis masih akan berlanjut

Kesepakatan awal itu membuka ruang untuk pembicaraan teknis selama 60 hari. Dalam periode tersebut, Washington dan Teheran akan membahas isu strategis, termasuk masa depan program nuklir Iran dan mekanisme pelaksanaan perjanjian.

Vance akan tetap memimpin tim perunding Amerika Serikat selama proses itu berlangsung. Trump juga menyebut Vance akan mewakili Washington dalam upacara penandatanganan resmi di Jenewa, sementara dirinya kemungkinan masih mengikuti rangkaian agenda KTT G7 hingga 17 Juni.

Di saat yang sama, militer Amerika Serikat masih mempertahankan kekuatan pasukannya di Timur Tengah sampai perkembangan negosiasi dengan Iran dinilai lebih jelas. Seorang pejabat Amerika Serikat mengatakan jumlah pasukan di kawasan itu telah ditambah untuk mendukung operasi yang dimulai sejak Februari.

Sanksi Iran tetap belum dilonggarkan

Trump menegaskan pemerintahannya belum akan mempertimbangkan pelonggaran sanksi terhadap Iran sebelum seluruh kewajiban dalam perjanjian dipenuhi. Ia juga kembali menekankan bahwa tujuan utama Washington adalah memastikan Iran tidak mengembangkan senjata nuklir.

Dalam pernyataannya setelah pengumuman penghentian konflik dan pembukaan kembali jalur pelayaran itu, Trump menyebut harga minyak turun signifikan dan pasar saham menguat tajam. Ia menggambarkan perkembangan tersebut sebagai tanda awal yang baik dari proses kesepakatan yang sedang berjalan.

Bagi pasar energi global, pembukaan kembali Selat Hormuz tetap menjadi faktor yang sangat menentukan. Karena jalur itu begitu vital bagi distribusi minyak dunia, setiap perkembangan dari pembicaraan Washington dan Teheran akan terus dicermati oleh pelaku pasar dan pemerintah di banyak negara.

Source: www.beritasatu.com
Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru