HP OmniBook Ultra 14 menonjol terutama karena daya tahannya yang nyaris mencapai 24 jam dalam satu kali pengisian daya. Untuk laptop Windows premium, angka itu membuatnya terasa sangat aman dibawa bekerja seharian tanpa terlalu sering mencari colokan.
Performa juga menjadi nilai jual penting. Dalam penggunaan harian, unit ini terasa cepat saat membuka banyak tab, mengedit foto, menulis, dan berpindah antar-aplikasi, sementara hasil pengujian singkat ikut memperkuat kesan tersebut.
Performa kencang, tetapi tidak selalu stabil saat beban berat
Unit uji membawa chipset Snapdragon X2 Elite dan RAM 64GB. Kombinasi itu membuat sistem responsif untuk kerja multitugas dan kebutuhan produktivitas yang menuntut banyak aplikasi terbuka sekaligus.
Di Geekbench 6, laptop ini bahkan melampaui M5 MacBook Pro pada tes prosesor. Namun, cerita berubah saat pengujian stres jangka panjang menunjukkan performa yang menurun ketika panas menumpuk.
Di Cinebench 2024, skor awalnya tercatat 156 untuk single-core dan 1212 untuk multicore, lalu turun menjadi 131 dan 690 pada sesi yang lebih lama. Pola ini menunjukkan bahwa sistem lebih mengutamakan efisiensi dan pengelolaan termal daripada mempertahankan tenaga maksimum dalam durasi panjang.
Desain ramping, tapi tidak terasa ringkih
Di balik performanya, OmniBook Ultra 14 juga tampil meyakinkan secara fisik. Bodinya sangat tipis, dengan ketebalan 10,7 mm di titik paling tebal dan menyusut hingga 7,3 mm, sementara bobotnya sedikit di bawah tiga pound.
Meski ramping, sasis aluminium daur ulang memberi kesan kokoh saat dibawa bepergian maupun dipakai di meja kerja. HP juga menyediakan tiga pilihan warna, dan varian Stone Blue menjadi yang paling menarik karena memakai prosesor Qualcomm Snapdragon, sedangkan Eclipse Gray dan Silk Sand dibekali hardware Intel.
Layar OLED 3K unggul di dalam ruangan
Laptop ini memakai layar sentuh OLED 3K dengan kualitas yang sangat tinggi untuk kelas kerja premium. Panelnya mencakup seluruh gamut warna DCI-P3 dan diklaim memiliki akurasi warna Delta E kurang dari 1.
Kombinasi OLED dan kontras pekat membuat tampilannya hidup, termasuk untuk pekerjaan visual maupun produktivitas sehari-hari. Namun, permukaan yang sangat glossy membuat pantulan cahaya menjadi masalah saat digunakan di luar ruangan.
Keyboard dan touchpad mendukung kerja panjang
HP memakai desain keyboard latticeless yang membuat jarak antartombol terasa rapi dan nyaman untuk mengetik dalam waktu lama. Tekanan tombolnya tenang, tetapi tetap memberi rasa responsif yang jelas.
Di bagian bawah, touchpad haptic waterfall menyatu mulus dengan bodi dan bergerak halus. Responsnya cepat serta mendukung gestur dengan baik saat berpindah antar-aplikasi.
Kamera fungsional, bukan yang terbaik di kelasnya
Di atas layar terdapat webcam 5MP yang mendukung Windows Hello dan auto-framing. Fitur itu membuatnya cukup praktis untuk video call dan masuk ke sistem dengan cepat.
Meski begitu, kualitas gambar masih belum sepadan dengan harga laptop ini. Warna rekaman terlihat agak pudar dengan noise yang cukup terlihat, sehingga hasil akhirnya belum terasa natural.
Harga dan pilihan konfigurasi cukup fleksibel
Harga awal HP OmniBook Ultra 14 berada di sekitar $1.200 untuk konfigurasi dasar Intel Core. HP juga menawarkan beberapa opsi prosesor, penyimpanan, memori, dan layar, sehingga pembeli bisa menyesuaikan perangkat sesuai kebutuhan dan anggaran.
Di sisi lain, unit uji berada di kisaran sekitar $2.910. Dengan kombinasi desain tipis, layar OLED 3K, performa cepat, dan baterai yang sangat tahan lama, laptop ini tampil sebagai salah satu ultrabook Windows premium yang paling matang untuk kerja serius.
