HP mencoba memadukan layar besar dan bodi ramping lewat OmniBook X 17, sebuah laptop dengan panel 17,3 inci yang ketebalannya hanya 15 mm. Di kelasnya, kombinasi ini menonjol karena perangkat tetap diarahkan untuk mobilitas, meski membawa ukuran layar yang biasanya identik dengan laptop besar dan lebih tebal.
Di balik desain tipis itu, HP juga menyiapkan spesifikasi yang jelas menyasar kerja berat dan multitasking. Harga awalnya diposisikan di kelas premium, mulai sekitar Rp23 jutaan, dengan pilihan konfigurasi yang berbeda di beberapa pasar global.
Layar besar untuk pekerjaan panjang
OmniBook X 17 memakai layar sentuh IPS 17,3 inci dengan resolusi 1080p dan rasio 16:9. Panel ini memiliki kecerahan 400 nits dan cakupan warna 100 persen sRGB, sehingga ditujukan untuk penggunaan yang nyaman dalam waktu lama.
Ukuran layar seperti ini memberi ruang lebih leluasa saat membuka banyak jendela aplikasi sekaligus. Dukungan sentuh juga membuat navigasi lebih fleksibel, termasuk untuk presentasi dan aplikasi yang mendukung input langsung di layar.
Arc B390 jadi sorotan utama
Salah satu daya tarik terbesar datang dari grafis terintegrasi Intel Arc B390. HP menempatkannya pada varian yang memakai Core Ultra X7 358H atau Core Ultra X9 388H.
Dalam pengujian yang disebutkan, performanya diklaim dapat bersaing dengan Nvidia GeForce RTX 4050 pada sejumlah skenario. Posisi ini membuat OmniBook X 17 terlihat menarik bagi pekerja kreatif yang membutuhkan pengolahan foto dan video ringan tanpa harus masuk ke kategori laptop gaming.
Untuk varian lain, HP memakai grafis terintegrasi dengan 4 inti Xe3. Opsi tersebut tetap diarahkan untuk kebutuhan produktivitas harian agar kinerja tetap lancar dan efisien.
Disiapkan untuk multitasking berat
HP membekali laptop ini dengan RAM LPDDR5X 8533 MHz berkapasitas 24 GB atau 32 GB. Kapasitas ini memberi ruang lebih besar untuk browser dengan banyak tab, aplikasi kantor, dan beban kerja multitasking lainnya.
Pada penyimpanan, tersedia SSD PCIe Gen 5 hingga 2 TB. HP juga menyematkan baterai 76 Wh untuk mendukung mobilitas pengguna yang tetap menginginkan layar besar.
Tetap ringkas untuk ukuran 17 inci
Meski membawa panel 17 inci, OmniBook X 17 tetap dibuat ramping. Bobotnya 2,39 kg, dengan ketebalan 15 mm yang membuatnya masih terasa portabel untuk perangkat sekelasnya.
Ukuran tersebut memang tidak menempatkannya sebagai laptop paling ringan, tetapi HP jelas mengejar keseimbangan antara layar luas dan kemudahan dibawa. Arah desainnya terlihat cocok untuk profesional urban yang membutuhkan perangkat kerja besar tanpa tampilan yang berlebihan.
Harga awal dan konfigurasi
Di Amerika Serikat, harga awal OmniBook X 17 dipatok sekitar Rp23 jutaan atau 1.499 dolar AS. Konfigurasi itu membawa Core Ultra 5 325, RAM 16 GB, dan SSD 512 GB.
Di Kanada, harga awalnya berada di sekitar Rp25 jutaan atau 2.199 dolar Kanada untuk varian Core Ultra 7 355. Sementara di Eropa, banderolnya mulai dari Rp35 jutaan atau 2.099 euro dengan RAM 32 GB, SSD 1 TB, dan grafis Arc B390.
HP juga disebut menyiapkan model dengan Nvidia GeForce RTX 5050 pada 2026. Untuk saat ini, varian dengan Intel Panther Lake dan Arc B390 menjadi pilihan paling menonjol bagi pengguna yang mengejar layar besar, desain tipis, dan performa yang tetap kuat dalam satu perangkat.
