Huawei Makin Kokoh Di China, Nvidia Akui Pasar Chip AI Lokal Sudah Bergeser

Author: Redaksi Android62

Huawei kini berada di posisi yang jauh lebih kuat di pasar chip AI China setelah Nvidia mengakui telah kehilangan banyak ruang di negara tersebut. Jensen Huang bahkan menyebut perusahaan asal AS itu “kebobolan besar” di China, sebuah pengakuan yang menegaskan perubahan kendali di pasar lokal berlangsung cepat.

Pergeseran itu tidak datang sendirian. Pembatasan ekspor chip AI canggih dari Amerika Serikat justru membuka ruang lebih besar bagi pemain domestik, dan Huawei memanfaatkannya untuk memperkuat ekosistem chip AI miliknya.

Huawei isi ruang yang ditinggalkan Nvidia

Huang menilai permintaan di China masih sangat besar, tetapi pasar itu kini bergerak dengan dukungan ekosistem lokal yang semakin matang. Ia menyebut Huawei “sangat, sangat kuat” dan bahkan mencetak rekor tahunan.

Menurut Huang, Nvidia praktis sudah tersingkir setelah meninggalkan pasar tersebut. Ia juga menegaskan bahwa ekosistem chip lokal China berjalan cukup baik karena celah yang ditinggalkan perusahaan asal AS itu.

Situasi ini kontras dengan kinerja global Nvidia yang masih sangat kuat. Perusahaan melaporkan pendapatan melonjak 85% menjadi US$81,62 miliar pada awal 2026 dibandingkan periode sebelumnya.

Nvidia juga mengumumkan buyback senilai US$89 miliar dan menaikkan pembayaran dividen. Namun, Huang tetap menganggap hilangnya pasar China sebagai kerugian besar bagi perusahaan.

Lisensi ekspor mengubah peta persaingan

Titik balik utama terjadi ketika pemerintahan Trump memberi tahu Nvidia pada April lalu bahwa perusahaan memerlukan lisensi untuk mengekspor chip ke China dan beberapa negara lain. Sejak saat itu, Nvidia efektif tersingkir dari salah satu pasar data center terpentingnya.

Sebelumnya, China menyumbang setidaknya seperlima pendapatan data center Nvidia. Pembatasan ekspor yang ketat lalu mengubah posisi itu secara drastis dan memperbesar peluang kompetitor lokal.

Huang juga memberi sinyal hati-hati soal kemungkinan pasar China kembali terbuka dalam waktu dekat. Ia mengatakan Nvidia sudah meminta investor untuk tidak menaruh harapan terhadap persetujuan penjualan chip canggih ke negara tersebut.

“Saya tidak memiliki ekspektasi apa pun,” kata Huang kepada CNBC International. Ia menambahkan bahwa perusahaan sudah memberi tahu analis dan investor agar tidak berharap pada persetujuan baru.

Pintu belum tertutup, tetapi masih sangat sempit

Meski nada Huang terdengar pesimistis, Nvidia belum menutup peluang sepenuhnya. Ia mengatakan perusahaan akan sangat senang melayani pasar China lagi jika kondisi memungkinkan.

Huang juga menegaskan Nvidia masih punya banyak pelanggan dan mitra di China. Perusahaan itu, menurut dia, sudah beroperasi di China selama 30 tahun, sehingga pasar tersebut tetap penting meski aksesnya kini sangat terbatas.

Ia bahkan baru ikut menghadiri pertemuan puncak Trump dengan Xi Jinping di Beijing pada pekan lalu setelah diajak di menit-menit terakhir. Namun, kunjungan itu belum memberi kejelasan apakah chip H200 Nvidia akan diizinkan masuk ke China.

Reuters melaporkan pekan lalu bahwa beberapa perusahaan China telah menerima persetujuan dari Kementerian Perdagangan AS untuk membeli chip H200. Perusahaan yang disebut antara lain Alibaba, Tencent, ByteDance, dan JD.com.

Namun, seorang perwakilan perdagangan AS mengatakan kontrol ekspor chip bukan bagian dari pembicaraan dengan China pekan lalu. Itu menunjukkan pelonggaran besar atas pembatasan penjualan H200 masih jauh dari pasti.

Nvidia tetap mengejar pertumbuhan di luar China

Di tengah tekanan geopolitik, Nvidia tetap memperluas rantai pasokannya secara agresif. Huang menyebut langkah itu sebagai peluang pertumbuhan besar dalam ekonomi AI yang lebih luas.

Ia juga mengatakan gagasan agar perusahaan menjadi berkali-kali lebih besar bukan hal yang mustahil. Nvidia, menurut dia, berinvestasi di seluruh lapisan industri AI yang ia sebut sebagai “kue lima lapis”.

Lima lapisan itu mencakup energi, chip, infrastruktur, model, dan aplikasi. Huang mengatakan prioritas utama Nvidia saat kas perusahaan terus bertambah adalah mendukung pemasok agar rantai pasok bisa mengikuti lonjakan permintaan.

“Saat kami tumbuh ratusan miliar dolar sekaligus, kami harus mendukung rantai pasokan kami sehingga mereka dapat mendukung pertumbuhan kami,” kata Huang. Di saat Nvidia terus memburu ekspansi global, China justru menjadi medan yang paling sulit bagi perusahaan itu.

Source: www.cnbcindonesia.com
Berita Terbaru